MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 27


__ADS_3

Hari cepat berlalu, Arbani mulai menjalani ujian akhir sekolah, hari pertamanya di isi dengan mata pelajaran kesukaan nya, bahasa Inggris dan matematika, semenjak Ayuma mengajarkan nya matematika, ia jadi sangat suka dengan matematika, sekarang matematika adalah teman hidup nya.


Di hari ini juga Arbani ulang tahun yang ke 19 tahun, ia sangat semangat ujian dan tidak sabar untuk acara nanti malam, ia mengadakan acara di sebuah cafe bersama dengan teman teman nya, sekaligus memperkenalkan Ayuma sebagai pacar nya.


Sebagai pacar yang baik, di hari pertama Arbani ujian ia membuatkan sarapan khusus untuk Arbani, walaupun dengan bahan seadanya makanan yang akan ia buat akan sangat spesial sekali.


"Kamu siap sayang," tanya Ayuma sambil masuk ke dalam mobil Arbani.


"Siap dong, sayang kamu belum mengucapkan selamat ulang tahun untuk ku," jawab Arbani.


"Nanti malam, kan kamu ulang tahun nya nanti malam, aku janji aku orang pertama yang mengucapkan selamat untuk kamu," ucap Ayuma.


Ayuma membuka kotak bekal yang ia bawa, sebelum berangkat tadi Ayuma sudah mengatakan pada Arbani kalau Arbani tidak perlu sarapan di rumah. Arbani pun nurut saja, sejauh ini ia sangat suka dengan masakan yang pacar nya buat.


"Kamu buat apa," tanya Arbani.

__ADS_1


"Roti isi, ada sayur, ada daging, ada keju dan sebagai nya. Kamu harus makan dengan lahap agar kamu konsentrasi, aku tidak tau bagaimana soal matematika kamu nanti, yang jelas semua yang aku ajarkan pada kamu pasti ada yang keluar."


"Jadi tidak kamu yang membuat soalnya," tanya Arbani.


"Tidak sayang, bukan wewenang ku. Semoga saja kamu bisa mengerjakan semuanya dengan benar,. Ingat untuk lanjut ke New York setidaknya di atas 8.5. Tapi aku yakin kamu bisa dapat 9," jawab Ayuma.


"Kalau matematika aku tidak yakin, aku saja masih suka kesulitan, kalau bahasa Inggris aku yakin dapat nilai sempurna."


"Sayang ingat trik yang aku ajarkan, jangan terpaku hanya dengan satu soal, jika menurut kamu memerlukan waktu cukup lama untung menyelesaikan nya, cari soal lain. Nah setelah soal muda habis, gunakan sisa waktu yang ada untuk mengerjakan soal yang sulit. Aku yakin kamu akan mempunyai banyak waktu untuk mengerjakan soal yang sulit itu, tidak ada soal yang sulit jika kamu paham maksud soal itu," ucap Ayuma.


Ayuma pun mulai menyuapi sang pacar, ia sangat senang Arbani sangat bersemangat menjalani ujian nya.


Sesampainya di sekolah makanan yang Ayuma buat sudah habis di makan Arbani, tidak lupa Ayuma memberikan sekotak susu agar Arbani lebih semangat lagi.


"Sayang mau susu yang lain," ucap Arbani.

__ADS_1


"Aku tau maksud kamu, berhenti mesum, ayo masuk ke dalam. Kamu harus berkumpul di lapangan sebelum masuk ke kelas," kata Ayuma.


Sebelum keluar dari dalam mobil Arbani memberikan kecupan manis pada Ayuma, negur juga dengan Ayuma, ia memberikan kecupan manis di bibir Arbani agar Arbani semakin semangat lagi.


Seperti yang Ayuma katakan, sebelum masuk ke dalam kelas Arbani harus berkumpul bersama di lapangan terlebih dahulu, kali ini style yang Arbani gunakan sangat berbeda dari sebelumnya, biasanya Arbani terlihat seperti bule, gaya yang cukup berantakan dengan rambut yang lebih acak acakan. Sekarang Arbani malah terlihat seperti anak good boy, sisih China Arbani lebih terlihat dari biasanya. Memang Arbani bisa dikatakan memiliki wajah yang cukup bunglon, dirinya bisa seperti bule, bisa juga seperti orang asia timur.


Dari atas Ayuma sangat suka dengan style Arbani sekarang, ia seperti mempunyai pacar oppa oppa Korea walaupun Arbani berdarah China. Arbani terlihat lebih kalem dari biasanya, Ayuma berharap kalemnya Arbani karena Arbani sedang menghafal rumus yang ia ajarkan.


Setelah selesai berkumpul mereka semua mulai masuk kelas masing-masing. Kali ini tempat duduk dan kelas mereka di acak agar tidak ada yang bekerja sama. Arbani juga tidak akan mau bekerja sama, ia yakin dirinya bisa mengerjakan semuanya dengan baik.


Soal matematika pun dibagikan, Arbani mulai membaca nya dengan teliti, ia mengikuti apa yang Ayuma katakan di mobil tadi. Beberapa soal sulit langsung ia skip. Dari 40 soal yang ada, Arbani dapat mengerjakan 30 soal dengan cepat dan mudah. Ia masih mempunyai banyak waktu untuk mengerjakan 10 soal yang menurutnya sulit.


Di dalam ruangan lain Ayuma juga sudah mendapatkan soal itu, ia melihat soal itu satu persatu, memang lebih sulit dari dugaannya tetapi Ayuma yakin Arbani pasti bisa. Arbani pasti dapat menunjukkan hasil kerja kerasnya belajar bersama dengan dirinya.


"Kamu pasti bisa sayang, aku sangat yakin sekali kamu bisa, kamu sudah belajar dengan sangat keras," batin Ayuma.

__ADS_1


__ADS_2