MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 8 S2


__ADS_3

Hari memang begitu cepat berlalu, dua minggu pun selalu tanpa Ayuma sadari hari ini akan kembali ke Indonesia. Mereka berdua sudah tidak berkomunikasi 3 hari lamanya, sebelum itu arbani sudah memberitahu Ayuma jika ia sedang sangat sibuk dan tidak sempat untuk memberikan kabar. Apa yang arbani katakan itu memang benar, ia sangat sibuk karena ingin segera menyelesaikan semuanya dan kembali ke Indonesia lebih cepat. Ya walaupun ia tetap menghabiskan waktu 2 minggu juga untuk menyelesaikan semuanya.


Sudah satu minggu lamanya ia tinggal sendiri di New York, sang ayah sudah kembali ke Indonesia karena banyak pekerjaan yang sudah menumpuk. Walaupun terasa sepi Arbani memang lebih suka sendiri di sini, kalau ada Wijaya ia tidak bebas melakukan hal apa saja yang ia suka.


Pagi ini Arbani sudah rapi untuk berangkat ke bandara, yang menggunakan jet pribadi yang sudah disiapkan oleh Wijaya beberapa minggu lalu. Beruntung Wijaya memiliki koneksi yang sangat luas, jadi Arbani bisa menggunakan fasilitas seperti ini dengan cukup mudah.


Tidak seperti sebelumnya yang tidak ada persiapan kali ini Arbani menyiapkan tubuhnya dengan baik, ia tidak mau kelelahan dan sampai jatuh sakit seperti waktu itu. Jadi satu hari sebelum pergi ya sudah datang ke dokter untuk meminta vitamin tambahan agar tubuhnya tetap lalu pendanaan perjalanan yang lama. Untuk kali ini juga yang menggunakan jet pribadi yang membuatnya lebih bebas untuk melakukan hal apa saja yang ia suka.


Seperti sebelumnya perjalanan dari New York ke Jakarta nempuh menempuh waktu sekitar satu hari lebih lamanya, Arbani harus transit di sebuah negara yang membuat nya bisa membeli beberapa oleh oleh untuk Ayuma, Ayuma pasti sangat heran karena oleh oleh yang ia beli bukan berasal dari New York.


Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya arbani mendarat dengan selamat di bandara Soekarno Hatta Tangerang Indonesia. Ia langsung dijemput oleh supir yang sudah menunggu nya sejak tadi. Arbani langsung ingin pulang ke rumah, ia sudah sangat merindukan sang istri tercinta.


"Sayang, kita main sampai pagi," ucap Arbani dalam hati.


Arbani sampai di Indonesia sudah masuk waktu sore hari, waktu seperti ini ayuma tidak mungkin berada di rumah, Ayuma sudah mulai sibuk dengan kegiatannya di luar rumah. Dan benar saja sesampainya di rumah arbani tidak menemukan istrinya, ia merasa cukup kesal tetapi salahnya juga karena tidak memberikan kabar Jika ia pulang hari ini. Yang awalnya ingin memberikan kejutan malah membuat dirinya kesal sendiri.


Arbani melacak dimana Ayuma berada, hanya menggunakan nomor handphone dan email yang ada di handphone Ayuma, ia bisa tau dimana Ayuma berada.


Arbani cukup terkejut ketika tahu Ayuma sudah berada di sebuah tempat yang ia kerjakan beberapa waktu lalu bersama sang ayah. Ia yakin ayahnya memberikan tempat itu agar Ayuma mendapat membuka bisnis ini dengan baik, padahal ia belum meminta sang ayah untuk memberikan tempat itu.


"Ayah makasih banyak, tapi bahasa juga ini. Bisa jadi ayah mengincar istri ku," ucap Arbani.


Arbani pun pergi ke tempat itu, ia sangat tau dimana tempat itu, karena ia sendiri yang mengerjakan tempat itu. Arbani menggunakan topi dan kacamata hitam agar Ayuma tidak mengenali dirinya. Ia benar-benar pintar dalam hal berklamufase.


Sesampainya tempat itu, Arbani melihat tempat itu sudah berubah, yang awalnya memiliki warna basic sekarang sudah berwarna warni. Dirinya tidak menyangka jika Ayuma bergerak begitu cepat, padahal hanya 3 minggu yang meninggalkan Ayuma tetapi semuanya sudah berjalan sejauh ini.


Arbani keluar dari dalam mobil, ia langsung masuk ke dalam tempat itu yang cukup ramai dengan tim sang istri bentuk, tetapi sayangnya Arbani tidak melihat Ayuma di tempat itu, padahal tadi titik lokasi Ayuma ada di tempat ini.


"Dimana istri ku," tanya Arbani sambil membuka topi dan kaca matanya.


Mereka semua langsung menatap ke arah Arbani, mereka tau siapa Arbani karena tim ini dari Wijaya.


"Tuan muda, nona Ayuma sedang membeli sesuatu di luar, nanti kembali."


"Ini sudah sore kalian bisa pulang, aku ingin berduaan dengan istri ku," ucap Arbani.


Tanpa menunggu lama-lama lagi mereka pun mengikuti apa yang Arbani ucapkan. Satu persatu mereka pergi meninggalkan tempat itu, saat ini hanya ada Arbani di tempat itu. Arbani berjalan masuk ke satu ruangan yang ia duga adalah kantor sang istri, di ruangan itu sudah lengkap dengan menikah dan sofa selayaknya sebuah kantor seorang bos.


"Dia sangat berhasil," ucap Arbani.


Arbani tersenyum melihat ini semua, ia begitu bangga dengan sang istri. Ia duduk di kursi yang seharusnya diduduki oleh Ayuma, arbani rasa mungkin dirinya orang pertama yang duduk di tempat itu.


Ayuma berjalan kembali ke kantornya, ia terkejut ada mobil yang sangat ia kenal, mobil di rumah yang sudah lama tidak di pakai karena pemilik nya sedang pergi. Di dalam kantornya juga sudah tidak ada orang yang tersisa, padahal saat ia pergi tadi masih banyak orang di tempat ini.

__ADS_1


Ayuma berjalan masuk ke dalam ruangan nya. Matanya terbelalak melihat sosok pria yang sudah duduk di kursi kebanggaannya, Ayuma sampai menepuk nepuk wajahnya untuk memastikan jika ini tidak halusinasi. Dan benar saja memang ini sama sekali tidak halusinasi, karena arbani tersenyum kepadanya.


Segera Ayuma langsung berlari mendekati sang suami. Dan arbani berdiri untuk menyambut kedatangan istri tercintanya, ia merentangkan kedua tangannya dengan sangat lebar, kemudian setelah Ayuma sudah mendekatinya ia menarik Ayuma memeluknya dengan begitu erat.


"Aku sangat merindukanmu, Kenapa kamu tidak memberitahu ku jika kamu pulang bisa menjemputmu di bandara." Ayuma hampir menangis di pelukan itu.


"Hahaha aku ingin memberikanmu kejutan sayang, kamu sangat terkejut. Kalau kamu sangat terkejut berarti aku berhasil membuatmu terkejut."


"Aku sangat sangat terkejut, kamu sangat sangat berhasil membuatku terkejut. Kamu memang benar-benar ya, aku sangat terkejut melihat kamu sudah ada di sini dan duduk di tempat kebanggaan ku pula," ucap Ayuma.


"Sayang aku sangat bangga pada kamu, kamu sudah sejauh ini. Aku tidak pernah menyangka kamu serius dengan bisnis yang ingin kamu jalankan, Kamu sudah mempunyai tempat, mempunyai tim yang banget solid, dan sekarang kamu sudah mempunyai kantor yang sangat bagus, aku sangat iri pada kamu. Aku saja masih di dunia pendidikan sedangkan kamu sudah masuk ke dunia bisnis. Aku seperti suami yang tidak berguna."


"Sayang jangan berkata seperti itu, aku mau buka bisnis ini kan karena kamu juga. Aku menunggu kamu di sini dengan melakukan hal yang bermanfaat untukku dan untuk rumah tangga kita. Yang harus kamu tahu tanpa kamu dan bantuan Ayah kamu aku tidak bisa jalan sejauh ini dan secepat ini. Ayah memberikanku tempat yang sangat bagus, memberikan Ku tim yang sangat solid, memberikanku brand yang sangat bagus dan masih banyak lagi, aku benar-benar terbantu olehnya," jelas Ayuma.


"Karena kamu terlalu sibuk kamu tidak sadar jika sudah waktunya untuk suami mu kembali ke Indonesia." Arbani mengusap air mata Ayuma sempat keluar.


Ayuma tersenyum mendengar hal itu, apa yang dikatakan arbani benar, ia sangat lupa jika Arbani memang sudah waktunya untuk kembali ke Indonesia. Beruntung sang suami tidak marah, kalau sampai arbani marah mungkin tidak akan seperti ini pertemuan mereka berdua.


Mereka berdua duduk di sofa yang ada di ruangan itu, mereka berdua duduk sambil berpelukan. Keduanya masih saling merindukan dan tidak ingin jauh-jauh, saling berpelukan seperti ini membuat rasa rindu yang sudah lama terpendam tersalurkan juga.


"Kamu sedang tidak datang bulan kan," tanya Arbani.


Ayuma menggelengkan kepala nya, ia sangat aman dari kata datang bulan karena ia sendiri baru selesai. Memang semesta mendukung mereka berdua bersama.


Ayuma langsung mengingat jika arbani ke sini hanya 4 hari saja. Wajahnya langsung berubah jadi sedih seketika, Waktu 4 hari tidak akan bisa melepaskan rasa rindu di antara mereka berdua yang sudah tidak bertemu tiga minggu lamanya.


Arbani langsung sadar dengan perubahan ekspresi wajah istrinya, mau bagaimana lagi ia juga tidak bisa melakukan apa apa lagi.


"Aku janji sayang, tiap 3 bulan sekali aku akan kembali ke Indonesia, ya mungkin hanya satu mingguan tetapi aku usahakan bisa untuk melakukan itu."


"Jangan memaksakannya, yang penting kamu di sana sehat dan dapat mengerjakan semua ya dengan baik itu sudah sangat cukup untuk ku. Memang terasa sangat berat, tetapi memang ini jalan terbaik untuk kita."


Arbani mengajak Ayuma untuk pergi meninggalkan tempat itu, ia ingin mengajak Ayuma makan malam di sebuah restoran mewah untuk merayakan kepulangannya. Dan sudah pasti Ayuma setuju, ia sudah sangat lama tidak di ajak makan malam seperti ini dengan sang suami. Biasanya ia hanya masak atau pesan online saja.


Mereka menyewa tempat private agar tidak ada yang mengganggu. Mereka memesan berbagai macam makanan enak, setelah makanan datang Arbani meminta agar tidak ada lagi yang masuk ke tempat ini, ia tidak mau ada yang menganggu nya lagi.


"Sayang kamu galak sekali," ucap Ayuma.


Arbani hanya tertawa dan tersenyum, senyuman itu benar-benar penuh dengan arti, dan Ayuma sadar dengan senyuman itu, ia juga langsung menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau Arbani melakukan hal yang tidak tidak di sini, kalau mau di rumah nanti agar lebih nyaman dan puas.


"Kamu kenapa sih?" Arbani ketawa sendiri melihat wajah Ayuma yang seperti ketakutan.


"Kamu jangan macam macam sayang," ucap Ayuma.

__ADS_1


"Hahaha aku tidak macam macam, kamu jangan menuduh ku macam-macam. Ayo makan, aku sudah sangat lapar, ini sudah menjelang malam, nanti saat sampai rumah sudah malam," kata Arbani.


"Kalau sudah malam kenapa," tanya Ayuma.


"Hahaha ya tidak papa, kita hanya main goyang goyang, aku di atas kamu di bawah, aku di belakang kamu di depan, aku di bawah dan kamu di atas." Arbani mengatakan nya dengan lugas dan jelas. Sekarang Ayuma mengerti kenapa Arbani memesan tempat ini.


"Kamu paham sekarang kenapa," tanya Arbani.


Ayuma menganggukkan kepalanya, karena sudah tidak menunggu apa apa lagi mereka berdua mulai makan dengan lahap. Keduanya makan dengan penuh keromantisan, seperti pasangan pada umumnya, mereka suap suapan, saling bertukar kecupan dan lain sebagainya.


Pukul 8 malam keduanya menyelesaikan kegiatan makan ini, keduanya diam sejenak untuk menurunkan makanan yang mereka makan. Kalau langsung bergerak yang ada perut mereka akan sakit, arbani juga memesan makanan penutup sebagai pencuci mulut.


"Aku ingin yang itu," ucap Arbani.


"Sayang nanti kamu akan mendapatkan nya jika sudah sampai di rumah rumah," kata Ayuma.


"Kamu tau, kan aku ke kolam renang di dekat kampus ku, aku pergi dengan ayah. Aku banyak melihat bola jelly, mana masih pada muda lagi, untuk aku tidak tergoda, punya kamu masih yang terbaik."


Ayuma sampai batuk mendengar apa yang Arbani katakan, bisa bisanya Arbani mengatakan hal ini. Kalau suami yang benar sudah pasti akan diam saja, suami takut istrinya marah jika suaminya melihat bola jelly wanita lain. Berbeda dengan Arbani yang sangat antusias menceritakan ini pada istrinya.


"Yakin tidak tergoda, paling ucok langsung terbangun," kata Ayuma.


"Hahaha ucok ayah yang bangun, keliatan jelas. Kalau aku kan pakai celana dobel jadi tidak bangun. Karena itu kami tidak jadi berenang," ucap Arbani.


Ayuma membuang nafasnya dengan perlahan, Arbani sekolah di tempat yang bebas, ini memang tidak tabu di negera Barat. Walaupun ada rasa cemburu, Ayuma berusaha yakin jika Arbani tidak akan selingkuh atau melirik bola jelly wanita lain.


Pukul 08.30 malam mereka berdua kembali ke rumah, keduanya tidak langsung masuk ke dalam kamar. Mereka berdua duduk di ruang makan sejenak untuk sekedar membahas hal-hal yang terjadi selama mereka berdua berpisah, keduanya bercerita dengan sangat semangat, mau Ayuma ataupun arbani memiliki cerita unik masing-masing. Keduanya menceritakan hal hal yang menarik dan lucu untuk di bahas. Beberapa hal tidak arbani diceritakan pada Ayuma karena dapat memancing keributan, memang walaupun hanya 3 minggu berada di New York Arbani sudah mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan, berhubung dengan wanita yang tidak pernah Arbani pikirkan sebelumnya.


Sebenarnya Ayuma juga mendapatkan pengalaman yang tidak baik, beberapa orang menganggapnya belum menikah dan mencoba untuk menggodanya. Ayuma tidak mau menceritakan hal itu agar Arbani tidak marah, ia malas kalau Arbani sudah marah atau ngambek. Ia ingin pertemuan mereka sekarang menjadi pertemuan yang sangat menyenangkan, tanpa ada marah marah.


Setelah cukup lama bercerita mereka berdua memutuskan untuk ke kamar, keduanya ingin sekali melakukan hal yang sudah wajib di lakukan pasangan suami istri. Arbani sudah menyiapkan obat penambah stamina agar ia kuat sampai waktu yang tidak di tentukan.


Sebelum melakukan nya, Arbani dan Ayuma mandi terlebih dahulu, mereka tidak ingin ada aroma tidak baik saat sedang melakukan nya. Apalagi Arbani suka sekali menelusuri tubuh sang istri menggunakan bibir nya, kalau sampai mencium aroma tidak sedap, bukan hal yang baik. Yang ada malam ini tidak akan seindah yang mereka berdua inginkan.


"Bagaimana sudah tidak aku sentuh 3 minggu, kamu suka main sendiri," tanya Arbani sambil memeluk istri nya.


"Ih tidak lah, emang aku kayak kamu aku tidak akan melakukan hal itu," ucap Ayuma.


"Aku mungkin dua tidak kali, pakai video kita berdua, aku kan merekam nya saat di bali," kata Arbani.


"Sayang hapus, nanti kalau ada yang lihat bagaimana."


"Tidak akan lah, kamu ada ada saja." Arbani mengecup bibir Ayuma dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2