MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 14 S2


__ADS_3

Hari yang paling Arbani tidak tunggu akhirnya datang, hari ini ia akan kembali ke New York. Mau tidak mau Arbani harus kembali meninggalkan sang istri sendiri di rumah, ia masih mempunyai tugas penting selama 2 setelah tahun lamanya. Walaupun terasa berat Ayuma melepaskan suaminya dengan senyuman manis, ia tidak mau Arbani semakin berat untuk kembali ke New York.


"Sayang aku ingin mengantarkan kamu ke bandara," ucap Ayuma.


"No, ini sudah malam. Kamu di rumah saja, jangan kemana mana."


"Kamu kenapa sih mengambil penerbangan malam," ucap Ayuma.


"Biar kamu tidak mengantarkan ku ke bandara. Aku harus berangkat sekarang sayang, ingat 6 bulan lagi aku akan kembali, saat kembali nanti aku akan menikahi kamu secara negara jadi kamu bersiap siap lah," ujar Arbani.


"Hmmm iya sayang, kamu hati hati. Jaga perasaan, jaga hati dan ingat aku," ucap Ayuma.


"Siap, aku berangkat sekarang." Sebelum pergi Arbani mencium dahi sang istri, untuk yang terakhir kalinya Arbani memeluk Ayuma dengan erat.


"Aku mencintaimu," ucap Arbani.


Setelah kepergian Arbani, Ayuma langsung kembali masuk ke dalam kamar. Rasanya sangat sepi sekali, kemarin ia masih bisa bercanda dan tertawa dengan Arbani, sekarang semua itu hanya tinggal kenangan saja.


"Andai aku mempunyai anak, pasti aku tidak akan merasa sepi seperti ini," ucap Ayuma.

__ADS_1


Arbani sendiri, sudah sampai di bandara. Untuk kali ini ia tidak terbang sendiri, Ryan kembali menemani nya ke New York, sahabat nya itu mempunyai waktu liburan yang panjang, Ryan ingin menghabiskan waktu liburan nya itu untuk liburan di New York.


"Bagaimana sudah sedih nya," tanya Ryan.


"Ternyata LDR itu sangat berat sekali. Ada banyak godaan dan masalah, mana aku berada di New York, entah apa saja godaan berat untuk ku," jawab Arbani dengan wajah yang lemas.


"Pasti banyak wanita yang mendekatimu kan."


"Banyak sekali, sampai mengajak aku ke hotel, ya aku tidak mau. Aku sudah mempunyai istri yang cantik, jago goyang, apa lagi yang kurang. Aku malah takut istri ku di ambil pria lain, kau tau dia sudah mempunyai bisnis yang sangat sukses sedangkan aku masih kuliah," ucap Arbani.


"Dia cantik, sukses dan pasti banyak pria yang mendekati nya, dia sendiri di sana banyak pria yang menduga kalau dia masih sendiri apalagi pernikahan kalian masih secara siri, kalau dia menikah lagi dengan pria lain secara resmi kau tida bisa melakukan apa apa," ujar Ryan.


"Teruskan Ryan, kau itu sahabat ku. Seharusnya kau berbicara yang baik baik, lah ini malah menakutiku," kata Arbani.


Arbani membuang nafasnya dengan perlahan, ia mencerna apa yang Ryan katakan tadi. Ia tidak mau itu terjadi, ia akan lebih posesif lagi pada Ayuma agar di sana Ayuma tidak macam macam dengan pria lain.


"Hahaha ada yang kepikiran ini, rasakan lah," ucap Ryan.


"Kau pasti sudah kerja sama dengan Ayuma kan, awas saja habis kau dengan ku." Arbani memberikan tatapan tajam pada Ryan.

__ADS_1


Ryan hanya tersenyum mendapatkan tatapan tajam itu, ia tidak khawatir pada Ayuma, ia yakin Ayuma setia dengan Arbani, yang ia khawatirkan ada pada Arbani. Ia sudah sangat lama berteman dengan Arbani, ia tau bagaimana Arbani. Ryan melakukan itu agar Arbani tidak macam macam saat di New York nanti.


****


Seperti sebelumnya, di awal awal mereka berpisah keduanya rajin komunikasi. Setiap ada waktu pasti keduanya saling mengubungi, kalau tidak secara telepon setidaknya saling berbalas pesan. Arbani selalu yang memulainya, ia benar benar takut Ayuma selingkuh dari nya.


"Sayang sudah satu minggu kamu pergi, kamu sudah kembali kuliah," tanya Ayuma.


"Sudah sejak beberapa hari lalu, belum banyak kelas jadi aku bisa terus menghubungi kamu," jawab Arbani.


"Ah kamu pasti takutkan aku selingkuh. Tadi ada pelanggan yang tampan masih muda, dia meminta nomor handphone ku."


"Terus bagaimana," tanya Arbani yang mengalami perubahan ekspresi wajah yang cepat.


"Ya tidak bagaimana bagaimana, aku berkata pada nya aku sudah menikah, jangan ganggu aku. Suami ku tampan dan kaya raya, aku tidak membutuhkan pria mana pun lagi," jawab Ayuma dengan semangat.


Arbani langsung tersenyum senang, ia jadi lega dan yakin jika sang istri tidak akan selingkuh dari nya.


"Kenapa? Takut aku selingkuh," tanya Ayuma.

__ADS_1


"Hehehe iya sayang, kamu tidak akan selingkuh kan?"


"Aku tidak akan selingkuh, yang seharusnya takut itu aku" ucap Ayuma.


__ADS_2