MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 3 S2


__ADS_3

Beberapa hari sebelum keberangkatan Arbani ke New York, Arbani mengambil cuti di perusahaan sang ayah, ia ingin membawa istri nya ke Bali untuk menghabiskan waktu bersama, walaupun ke New York hanya beberapa minggu, mereka berdua yang baru menikah sangat berat untuk berpisah, hal seperti ini biasa terjadi pada pengantin baru.


"Kamu sudah dapat tiketnya," tanya Ayuma.


"Sudah dong, bussiness class," jawab Arbani.


"Kita akan Honymoon di bali sayang," ucap Ayuma sambil duduk di atas pangkuan sang suami.


"Hahaha iya sayang, kita akan Honymoon kilat, karena hanya 3 hari saja. Sebelum pergi nanti sore, aku ingin mempersiapkan hal hal apa saja yang aku bawa ke New York, saat aku kembali dari bali aku bisa langsung berangkat," kata Arbani.


"Aku bantu," ucap Ayuma.


Selain mempersiapkan keperluan mereka saat di bali nanti, Ayuma membantu suaminya mempersiapkan apa saja yang harus Arbani bawa saat ke New York. Tak banyak barang karena hanya satu sampai dua minggu saja.


"Sayang aku bawa ini ya," ucap Arbani.


"Untuk apa? Kamu kan ada foto pernikahan kita."


"Aku ingin memajangnya di apartemen ku yang di sana," ucap Arbani.


"Oh ya sudah, bawa saja. Aku masih banyak foto nya kok," kata Ayuma.


Setelah selesai membereskan barang barang mereka, Ayuma menutup koper nya dan milik Arbani.


Mata Arbani langsung tertuju pada bokong sang istri, apalagi Ayuma sedang tepat membelakangi nya.


"Ingin di tusuk dari belakang." Arbani memukul pelan bokong Ayuma.


"Sayang sakit tau," ucap Ayuma.

__ADS_1


"Hahaha kamu sih menggemaskan, kamu sudah selesai datang bulan?"


"Sudah, tapi jangan sekarang nanti saja di Bali. Aku tidak ingin keramas lagi," ucap Ayuma..


"Wah bagus itu, main sambil menikmati pemandangan yang indah," kata Arbani.


"Ada ada saja yang kamu pikirkan," ucap


Ayuma.


Arbani hanya tersenyum kecil, kalau tidak ada ada saja bukan Arbani namanya.


Pukul 2 siang, mereka berdua berangkat ke bandara, karena terlalu lama menunggu Vira bersiap siap waktu mereka berdua tidak banyak lagi. Arbani paling tidak suka terburu buru, tetapi sekarang ia harus melakukan nya agar mereka tidak ketinggalan pesawat.


Beruntung mereka masih belum terlambat, keduanya bernafas dengan sangat lega.


"Lain kali jangan seperti ini." Arbani memberikan kecupan manis di wajah sang istri walaupun ia sedang kesal.


Sesampainya di Bali, mereka berdua langsung ke hotel untuk meletakkan koper yang mereka bawa. Saat di jakarta tadi, Arbani sudah memesan hotel terbaik yang ada di Bali, ia tidak mau honeymoon nya terasa biasa saja.


"Sayang kamu memesan berapa hari," tanya Ayuma.


"3 hari lah, tapi mahal sayang. Untung ayah ku memberikan fasilitas," jawab Arbani.


"Ayah kamu sangat baik sekali ya, aku dulu saat pertama kali melihat nya dia menyeramkan," kata Ayuma.


"Kamu tau kan aku pernah tidak dekat dengan dia, kami bahkan sering tidak berbicara. Nah aku mulai banyak mengobrol dengan nya saat dekat dengan mu, mungkin dia merasa nyaman dekat dengan ku, jadi dia melakukan apa saja agar aku tetap dekat dengan nya."


"Dan menurut ku, dia sangat baik sekali. Kadang memang dia menjengkelkan. Apalagi saat membawa istri keduanya ke rumah, rasanya aku ingin membunuh nya," ucap Arbani.

__ADS_1


"Kamu jangan sampai tiba tiba mempunyai dua istri," kata Ayuma.


"Ya kalau ada kesempatan, kenapa tidak sayang. Nanti kita main bertiga," ucap Arbani.


"Gaya kamu main bertiga, main dengan aku saja tidak lama," kata Ayuma.


"Yakin tidak lama, yang sampai bergetar getar itu siapa ya, yang main ke dua sayang ampun sayang, sudah aku tidak kuat, siapa ya.." Arbani mengedipkan satu matanya.


Wajah Ayuma langsung memerah Seketika, ia sangat malu sekali. Apa yang Arbani katakan tadi benar-benar terjadi pada nya saat malam kedua, malam pertama nya memang kurang menikmati nya. Malam keduanya baru lah ia dapat menikmati semuanya.


"Sayang kenapa diam," tanya Arbani.


"Tidak ada, ayo kita ke pantai, kita menikmati pemandangan yang indah." Ayuma mengalihkan pembicaraan.


"Iya ya, ayolah. Sebentar lagi matahari juga tenggelam," ucap Arbani.


Mereka berdua pun berjalan pergi meninggalkan kamar hotel, sayangnya saat keluar dari lobi hotel cuaca sedang tidak mendukung. Langit terlihat begitu gelap pertanda hujan akan segera datang, pukul 5 sore saja suasana sudah terlihat gelap.


"Sayang seperti nya tidak bisa deh," ucap Ayuma.


"Iya tidak bisa, kamu lihat sendiri kan mau hujan," kata Arbani.


"Kita belit makanan di depan, setelah itu kembali ke kamar."


Arbani menganggukkan kepala nya, sebelum hujan turun mereka berdua membeli beberapa makanan. Ayuma merencanakan untuk menonton serial nefl*x sambil memakan cemilan.


"Sayang sudah cukup," tanya Arbani.


"Sudah cukup sayang, ini sudah terlalu banyak," jawab Ayuma..

__ADS_1


Mereka pun kembali ke hotel, tidak lama masuk ke dalam hotel tiba tiba hujan deras datang, keduanya merasa lega karena mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan.


__ADS_2