
Ayuma memakan makanan yang Arbani bawa, ia menghargai apa yang Arbani berikan kepadanya, ia harus melakukan itu agar Arbani tidak sakit hati. Sakit hati dapat merusak segala hal, Ayuma tidak mau itu terjadi.
Setelah selesai makan mereka berdua kembali mengobrol, keduanya mulai menghilangkan rasa canggung yang sempat terjadi, terutama Arbani yang sudah bisa mencairkan suasana, ia sangat pintar bagaimana caranya mengambil perhatian dari Ayuma.
"Kamu keren ya, aku baru tau kalau kamu ternyata sekeren ini," ucap Ayuma.
"Hahaha ya aku memang keren sekali, tetapi sayangnya aku jomblo, memang tidak enak jika orang yang biasa mempunyai pacar tiba tiba putus," kata Arbani.
"Lah kenapa kamu putus? Bukan nya kalian berdua saling mencintai, aku tau kamu pacaran dengan anak kelas sebelah."
"Ya sudah tidak cocok saja, kalau sudah tidak cocok tidak akan bisa di paksa. Aku bingung apa yang harus aku lakukan agar mendapatkan jodoh yang bisa membimbing ku menjadi lebih baik," kata Arbani.
"Kamu harus merubah sikap kamu, jangan menjadi pria yang brengsek, percaya lah kamu pasti akan menemukan wanita yang tepat."
__ADS_1
"Misal ya kalau kamu berjodoh dengan ku bagaimana?"
"Bagaimana apa nya? Kalau sudah berjodoh mau bagaimana lagi, ya sudah pasti aku pasti mencintai mu dan kamu mencintai ku. Kalau kita berjodoh sudah pasti kita saling mencintai, kalau tidak saling mencintai tidak mungkin kita berjodoh," kata Ayuma.
"Kamu tidak masalah berjodoh dengan pria yang lebih muda dari mu," tanya Arbani.
"Hahaha tidak papa, kenapa tidak," jawab Ayuma.
"Semoga kita benar-benar berjodoh," batin Arbani.
"Sudah jam 2, tidak berasa juga," ucap Arbani.
"Iya kamu tidak pulang," tanya Ayuma.
__ADS_1
"Ini aku mau pulang, Terima kasih ya sudah mau mengobrol dengan ku," ucap Arbani sambil bersiap siap.
"Iya sama sama, seharusnya aku yang berterima kasih pada mu, kamu sudah datang untuk menghibur ku, sekarang aku jauh lebih baik," ucap Ayuma.
"Itu fungsi nya teman, aku tidak akan membiarkan teman ku sendiri, aku harus membuat teman teman ku senang, apalagi dalam keadaan sakit, aku gk akan diam saja," kata Arbani.
Entah keberanian dari mana Arbani berjalan mendekati Ayuma dan memeluk nya dengan sangat erat, ia memberikan tanda jika pelukan itu adalah pelukan cinta. Beberapa dengan Arbani, tubuh Ayuma langsung terasa kaku seketika, ia sampai tidak bisa melakukan apa apa saking terkejut nya, jantung nya juga langsung berdetak dengan sangat cepat.
Setelah memeluk Ayuma, Arbani berjalan pergi meninggalkan Ayuma yang masih diam membantu, ia seperti tidak bisa bergerak setelah mendapatkan pelukan hangat itu.
"Dia memeluk ku," ucap Ayuma sambil berjalan menuju kamar, di dalam kamar Ayuk langsung merebahkan dirinya ke atas tempat tidur.
"Apa aku mempunyai perasaan lebih pada nya, aku sangat nyaman mengobrol dengan nya, setelah dia memeluk ku. Aku langsung tidak bisa apa apa, aku seperti Tersihir oleh pelukan hangat nya.
__ADS_1
"Ayuma sadar, dia jauh lebih muda dari mu, dia juga tidak akan mungkin mau dengan mu, sudah jangan berpikir yang tidak tidak," batin Ayuma.