MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 28


__ADS_3

Setelah selesai ujian Arbani langsung ke ruangan Ayuma, ia ingin pamer pada Ayuma jika ia dapat mengerjakan penuh soal bahasa Inggris tanpa kesulitan. Kalau matematika sendiri, memang ada beberapa soal yang sama sekali tidak ia mengerti, nanti ia juga akan tanyakan pada guru sekaligus pacar nya itu.


"Sayang bagaimana, kamu bisa mengerjakan semuanya dengan baik," tanya Ayuma.


"Bisa dong, bahasa Inggris paling mudah, matematika ada beberapa soal yang tidak aku mengerti.."


"Sudah tidak papa, memang ada beberapa soal yang susah, kamu sudah pintar sayang." Ayuma sangat bangga dengan pacarnya ini.


"Kamu pulang jam berapa? Aku sudah pulang," ucap Arbani.


"Nanti jam 3, kamu pulang duluan saja, persiapkan acara nanti malam," kata Ayuma.


"Iya sayang, nanti aku jemput.. Sekalian kita ke mall, tidak mungkin kan aku biasa saja di hari ulang tahun ku," ucap Arbani.


"Kamu mau ngapain? Kan kamu sudah tampan, mau tampil bagaimana lagi," kata Ayuma.


"Sayang aku ingin mewarnai rambut ku, bagaimana apa boleh?"


"Untuk sekarang tidak boleh, kamu masih sekolah sayang. Kamu mau mewarnai warna apa?"


"Aku ingin warna coklat muda atau merah," ucap Arbani.


"Kamu mau warna apa saja tetap tampan," kata Ayuma.


Arbani mengedipkan satu matanya, ia semakin percaya dirinya jika sang pacar terus memujinya tampan.


"Aku pergi… Sampai jumpa nanti sore," ucap Arbani sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan ini.

__ADS_1


Ayuma tersenyum sambil menatap kepergian pacarnya, terkadang ia merasa heran pada dirinya sendiri. Kenapa ia bisa mencintai pria seperti Arbani, pria yang terbilang random dan juga nakal. Memang cinta tidak bisa di duga kedatangannya.


Arbani langsung pulang ke rumahnya, ia bertemu dengan sang ayah untuk meminta uang lebih. Biasanya kalau ia ulang tahun ayahnya akan memberikan uang agar ia bisa membuat acara bersama dengan teman teman nya.


"Ayah biasanya," ucap Arbani.


"Untuk kali ini tidak ada, kau akan ikut ayah makan malam bersama dengan klien," kata Wijaya.


"Lebih baik aku tidak dekat dengan mu, kau menggagalkan semua rencana ku," ucap Arbani.


"Aku sudah mengizinkan mu menikah, jangan banyak menuntut.. Sekarang fokus dengan perusahaan, perayaan ulang tahun mu dilakukan setelah ujian mu selesai, aku tidak mau ujian mu terganggu," ucap Wijaya.


"Hmmm.." Arbani sudah tidak bisa memberontak lagi, ia takut pernikahan nya malah gagal gara gara masalah ini.


Arbani memberikan kabar pada Ayuma jika ia tidak bisa menjemput Ayuma sore ini, ia juga mengatakan acara tidak jadi di laksanakan. Ayuma yang menerima kabar itu langsung mengerti. Apalagi Arbani memberikan penjelasan jika acara akan di buat setelah ujian nya selesai.


Ayuma bertanya apakah malam ini Arbani bisa datang ke rumah nya, ia ingin membuat acara berdua dengan Arbani, yang jelas tidak akan menganggu ujian yang Arbani sedang laksanakan. Arbani memberikan tanda jempol yang artinya, ia bisa ke rumah malam ini.


Setelah pulang sekolah, Ayuma langsung mampir ke minimarket, ia akan membuat kue ulang tahun untuk pacar nya. Ayuma juga akan memasak makanan spesial yang pasti Arbani akan suka, malam nanti akan menjadi malam yang tak terlupakan bagi Arbani.


Ayuma mulai membuat semuanya setelah ia mandi sore, yaitu pukul 6 sore. Ia yakin sebelum Arbani ke rumah semuanya sudah selesai, apalagi kemampuan memasaknya tidak bisa di ragukan lagi.


Arbani sendiri cukup sibuk bersama dengan ayahnya, dari ke pertama sampai bertemu dengan beberapa klien, Arbani sabar jika Ayahnya benar-benar serius ingin segera menjadikan dirinya penerus di perusahaan ini.


Pukul 10 malam Ayuma sudah menyelesaikan semuanya, dari kue yang cantik sampai dengan masakan yang sangat lezat. Sambil menunggu Arbani datang, Ayuma segera mengganti pakaian nya.


Di tempat lain Arbani masih bersama dengan sang ayah, ia berada cukup jauh dari rumah Ayuma. Sedari tadi ia sudah melihat ke arah jam, ia takut tidak sempat datang ke rumah Ayuma, ia yakin Ayuma suatu membuat sesuatu untuk nya.

__ADS_1


"Ayah.."


"Ssttt jangan ganggu," ucap Wijaya.


Waktu terus berlalu Ayuma sudah duduk di depan meja yang sudah penuh dengan makanan. Ayuma harap harap cemas karena Arbani belum memberikan nya kabar, padahal ia sudah mengirim beberapa pesan pada Arbani. Bahkan Arbani tidak membaca pesan dari nya, jarang sekali Arbani sampai seperti ini.


"15 menit lagi," ucap Ayuma.


Ayuma melihat ke luar rumah, tetapi tidak ada tanda tanda Arbani datang, ia merogoh kantung pakaian nya, Ayuma sudah menyiapkan sekotak kecil hadiah untuk Arbani. Hadiah yang cukup mahal, Ayuma sadar ia tidak mungkin memberikan hadiah yang biasa untuk pacar nya.


3 menit lagi sebelum jam 12 datang, Ayuma duduk di tempat nya kembali, ia sudah pasrah dan memilih memejamkan matanya.


Arbani sudah tiba di depan gang rumah Ayuma, ia berlari dengan cepat ke arah rumah Ayuma. Ia benar-benar di kejar oleh waktu.


"Sayang," teriak Arbani.


Ayuma yang mendengar suara Arbani langsung berlari keluar rumah. Ia sangat menunggu kedatangan sang pacar.


"Sayang." Arbani langsung memeluk Ayuma dengan erat.


"Maafkan aku," ucap Arbani.


"Kamu belum terlambat, masih ada setengah menit lagi." Ayuma menarik Arbani masuk ke dalam rumah.


Segera ia menyalakan lilin agar Arbani bisa meniupnya.


"Satu dua tiga.. Tiup.."

__ADS_1


"Aku ingin bahagia bersama dengan mu." Arbani meniup lilin itu dengan semangat.


__ADS_2