
Karena terlalu panas Arbani memutuskan untuk melepaskan celana panjang dan baju yang ia gunakan, sekarang ia hanya menggunakan celana d*laman saja. Arbani bingung kenapa rumah ini terasa sangat panas, padahal di luar sana sedang hujan, seharusnya rumah ini tidak sampai sepanas ini.
"Di rumah full AC, mungkin ini yang membuat ku tidak betah," ucap Arbani.
"Semangat Arbani, demi wanita itu, kalau kau sudah dekat dengan nya, saat di sekolah nanti kau bisa lebih mendekati nya. Tidak mungkin juga aku tidak melanjutkan sekolah ku, aku memerlukan ijasah untuk masa depan ku," batin Arbani.
Pagi hari nya, Ayuma sudah selesai menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, ia masih ingat ada seseorang pria yang sedang menginap di rumah nya, hari ini ia juga full hari bersama dengan Arbani, jadi sekalian saja sebagai pemanasan yang baik untuk mereka.
"Apakah dia mau makanan sederhana seperti ini, kita lihat saja nanti," ucap Ayuma.
Pukul setelah delapan pagi Ayuma memilih untuk masuk ke dalam kamar Pria itu, ia harus membangunkan pria itu karena waktu terus berlalu, kalau tidak segera di bangunkan takut nya Arbani bangun sampai tengah malam.
Mata Ayuma terbelalak melihat Arbani tidur dengan hanya memakai d*laman saja, ini pertama kalinya ia melihat pria seperti ini. Bahkan dengan mantan suaminya saja ia tidak pernah melihat nya, Ayuma terdiam sejenak sebelum memalingkan wajahnya. Pria ini benar-benar menggoda dirinya, baru kali ini ia mempunyai siswa seperti Arbani.
Ayuma mengambil selimut di samping tubuh Arbani, setelah itu ia menutupi tubuh itu dengan selimut. Dari dekat Ayuma dapat melihat bagaimana indahnya tubuh pria ini, dan suatu benda yang menonjol di bawa sana.
"Geli," batin Ayuma.
Setelah tubuh Arbani tertutup ia mulai menggoyangkan nya. "Bangun, Bani bangun.."
"Hmmmm." Perlahan Arbani muka membuka kedua matanya.
"Kamu sudah bangun, selamat pagi," ucap Arbani.
"Ayo bangun, ini sudah siang. Kamu harus belajar," ujar Ayuma.
"Oke.." Arbani bergerak dari atas ranjang.
__ADS_1
"Eh tunggu, aku keluar dulu," ucap Ayuma.
"Kenapa, kamu kenapa? Kok panik begitu?"
"Jangan sok belaga tidak tau, kenapa kamu tidak memakai baju?"
"Hehehe panas sekali," ucap Arbani.
"Kamar ini memang sangat panas, apalagi kamu biasa di AC. Ya sudah sana cuci muka dulu, aku tunggu di ruang makan," ujar Ayuma sambil berjalan keluar dari dalam kamar itu.
"Dia melihat anu ku.. Ah untuk ukuran nya tidak mengecewakan," batin Arbani.
Setelah mencuci wajah dan memakai kembali pakaian nya, Arbani keluar dari dalam kamar. Ia melihat Ayuma sudah menunggu nya di ruang makan.
"Masak apa," tanya Arbani.
"Aku tidak pernah makan makanan seperti ini," ucap Arbani.
"Coba saja, mana tau kamu suka."
"Boleh deh, tolong ambilkan," ucap Arbani.
Ayuma pun mengambil kan Arbani makan, ia sudah seperti istri bagi Arbani.
"Aku coba ya," ucap Arbani.
Ia mulai memakan masakan dari wanita idaman nya ini, rasanya sangat enak tetapi sayur ini terasa sangat asing untuk nya.
__ADS_1
"Enak," tanya Ayuma.
"Not bad, bumbu nya enak, tapi sayurnya tidak biasa, tempe nya enak, kalau di rumah ku biasan di makan bibi," jawab Arbani.
"Ya sudah habiskan saja, nanti kalau kamu pulang ke rumah kamu bisa makan di rumah."
"Setelah ini aku harus pulang, aku lupa ada janji dengan daddy ku. Sore nanti aku akan menjemput mu, kita akan belajar di cafe, motor mu akan segera di antar," ucap Arbani.
"Oke, aku juga ingin istirahat," ujar Ayuma.
Arbani telah selesai makan, ia bersiap siap untuk pulang ke rumah, sat apa pagi ini sangat berkesan untuk nya, walaupun hanya makan makanan sederhana Arbani tidak akan melupakan momen sarapan ini.
"Aku pulang, tunggu aku jam 5," ucap Arbani.
"Iya hati hati, besok setelah di cuci aku berikan baju mu kembali," ujar Ayuma.
"Tidak perlu, kita tukeran saja. Ini untuk ku," ucap Arbani sambil berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.
Arbani pun pulang ke rumah, wajahnya full dengan senyuman mu manis. Hatinya benar benar sangat senang, ia tidak pernah sesenang ini saat dekat dengan wanita, bahkan pacar pacar nya sudah tidak ia perdulikan lagi.
Hari ini Arbani memiliki jadwal ngegym, ia berbohong pada Ayuma. Menurut nya tidak enak jika ia mengatakan ingin ngegym, lebih baik mengatakan jika ia ada janji pada sang daddy, padahal ia saja tidak pernah dekat dengan daddy nya sendiri.
"Bani kamu tidak pulang," tanya Wijaya.
"Aku menginap di rumah teman ku, aku lelah ingin tidur."
"Tunggu dulu, biarkan daddy berbicara dengan dirimu," ucap Wijaya.
__ADS_1