MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 1 S2


__ADS_3

Beberapa hari setelah pernikahan mereka berdua, mereka tinggal di rumah baru yang cukup mewah, rumah ini hadiah dari Wijaya atas pernikahan mereka berdua. Mereka hanya tinggal berdua saja, adik Ayuma sudah kembali ke kampung halaman nya karena tidak betah tinggal di kota, ia tetap akan kuliah di tempat nya berasal.


Ayuma juga sudah tidak bekerja lagi di sekolah, ia mendapatkan uang bulanan dari Arbani yang nominalnya tidak sedikit. Ia juga mempunyai uang tabungan dari perjanjian nya dengan Wijaya ini membuat Arbani pintar. Uang tabungan dan uang bulanan yang Arbani berikan sangat cukup untuk kehidupan mereka sehari hari.


"Sayang aku pulang," ucap Arbani sambil memeluk istri nya. Ini lah yang Arbani impikan setengah menikah dengan Ayuma, saat ia pulang bekerja istri nya menyambutnya dengan berbagai macam makanan enak. Rasa lelah dan pusing nya dalam bekerja langsung hilang seketika.


"Cuci tangan dan kaki, setelah itu kita makan," ucap Ayuma.


"Siap.." Arbani segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangan nya.


Walaupun usia Arbani masih belasan tahun ia susah bisa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab, ia bekerja selayaknya seorang suami. Ia juga memberikan beberapa peraturan penting yang harus Ayuma jalani sebagai istri nya.


"Sudah," ucap Arbani.


"Mau pakai apa," tanya Ayuma.


"Ayam, ikan, semuanya," jawab Arbani.


"Awas gemuk, makan kamu banyak sekali," ucap Ayuma.


"Hahaha tidak papa, kalau gemuk karena istri sendiri tidak masalah."


Ayuma menghidangkan makanan yang Arbani inginkan di depan nya.


"Sayang kamu jadi berangkat kapan," tanya Ayuma.


"Aku tidak tau, seharusnya minggu depan, tapi kata ayah itu belum pasti. Bisa jadi sebulan lagi," jawab Arbani.


"Syukurlah, aku masih ingin berlama-lama dengan kamu, aku belum siap berpisah dengan kamu," ucap Ayuma.


"Sayang jangan membuat ku sedih."


"Aku tidak membuat kamu sedih, kamu harus semangat. 3 tahun saja, tidak lama. Kamu kan juga akan pulang setiap liburan musim," ucap Ayuma.


"Sebenarnya aku tidak ingin pergi, tapi mau bagaimana lagi, aku sudah ada kamu, aku harus sukses agar aku bisa membahagiakan kamu dengan anak kita nanti," kata Arbani.


"Iya sayang, semangat.."


"Oh iya Ryan akan datang, dia boleh nginap di sini?"


"Silahkan, nanti aku buatkan makanan," ucap Ayuma.


"Jangan repot repot, dia yang akan membawa makanan," kata Arbani.


"Oh begitu, ya sudah tidak papa. Aku tapi tidak ikut gabung dengan kalian, aku ingin istirahat," ucap Ayuma.


"Oh tidak bisa, jatah sayang," kata Arbani.

__ADS_1


"Ih kamu mah, seminggu mau berapa kali."


"Lah kamu bagaimana sih, kita baru dua kali. Ya lebih sering lebih baik dong, selagi bisa sering sering kenapa tidak. Nanti kalau aku sudah pergi kita tidak bisa sering sering," ucap Arbani.


"Sayang.."


"Hahaha apa yang aku katakan benar kan," ucap Arbani.


Setelah selesai makan, mereka berdua naik ke lantai dua untuk membersihkan diri. Ayuma menyiapkan pakaian sang suami, sedangkan Arbani sedang di dalam kamar mandi.


"Sayang sudah belum? Ayo masuk," Teriak Arbani.


"Iya.." Ayuma berjalan masuk ke dalam kamar mandi, ia paling tidak bisa mendengar Arbani berteriak seperti itu.


"Ada apa," tanya Ayuma.


"Ayo mandi bersama," jawab Arbani.


"Kamu itu ya, bisa bisa nya ajak istri mandi bersama dengan teriak teriak seperti itu," ucap Ayuma.


"Hahaha ayo sayang," kata Arbani.


"Sayang.. Kamu tidak malu telanjang bulat di depan ku, mana tu burung seperti tidak ada bentuk."


"Hahaha untuk apa aku malu sayang, kita kan sudah menikah, tidak ada malu lagi diantara kita berdua."


Pukul 7 malam, Ryan datang ke rumah Arbani. Ia langsung masuk ke dalam menuju lantai dua, Arbani sudah menunggu nya di sana.


"Arbani kau semakin bahagia saja," ucap Ryan.


"Hahaha menikah dengan orang yang tepat semakin membuat kita bahagia," kata Arbani.


"Bagaimana malam pertama mu? Semuanya lancar," tanya Ryan sambil duduk di samping Arbani.


"Lancar lancar saja sih, ternyata tidak semudah yang aku bayangkan," kata Arbani.


"Hahaha bagaimana bagaimana?"


"Iya ternyata sangat sulit," kata Arbani.


"Kau tidak membuat video nya," tanya Ryan.


"Kau pikir aku rela tubuh istri ku di tonton orang lain, ya aku buat tapi tidak aku perlihatkan pada siapapun. Video nya aku simpan di tempat paling aman di dunia ini."


"Hahaha katanya kau kesulitan, kalau kau buat video nya aku bisa memberitahu mu, dimana sulit nya," ucap Ryan.


"Tunggu kau tidak lebih berpengalaman dari aku, jadi jangan sok lebih tau dari aku," kata Ryan.

__ADS_1


"Hahaha.."


"Main ps bagaimana," tanya Arbani.


"Gass sampai pagi," jawab Ryan.


Dua orang ini kalau sudah main akan lupa dengan waktu, seperti sekarang mereka mulai dari pukul 7 malam sampai sekarang pukul 2 dini hari, keduanya masih asik sendiri dengan permainan di depan mereka. Padahal pagi nanti keduanya sama sama mempunyai pekerjaan.


"Sudah ah.. Jam berapa ini," ucap Ryan.


"Jam 2, mana besok aku masuk pagi," kata Arbani.


"Libur lah.. Bekerja dengan ayah sendiri jangan repot."


"Hahaha kau benar.. Aku mau tidur.. Kamar mu ada di sana." Arbani berjalan pergi meninggalkan Ryan, ia masuk ke dalam kamar nya yang tidak jauh dari tempat mereka bermain.


Di dalam kamar Arbani melihat Ayuma sudah tertidur dengan pakaian dinas nya, ini salah satu peraturan yang Arbani buat. Walaupun ia tidak meminta jatah, Ayuma harus tetap memakai pakaian dinas nya, itu membuat tidur nya terasa lebih nyaman.


Ia langsung naik ke atas tempat tidur, masuk ke dalam selimut dan memeluk sang istri dengan erat.


"Sayang kamu membuat ku terkejut," ucap Ayuma.


"Hahaha kamu sudah tidur dari jam berapa?"


"Tidak tau, dari jam 8 mungkin." Ayuma membalik tubuh nya dan membalas pelukan dari sang suami.


"Dasar kebo."


"Biar saja, kebo kebo gini kamu suka aku kan," ucap Ayuma.


"Hahaha sudah pasti aku suka kamu."


"Sayang apa Ryan sudah pulang?"


"Kan sudah aku katakan di menginap di sini," ucap Arbani.


"Kalau begitu besok aku masak lebih banyak," kata Ayuma.


"Masak yang enak, besok aku berangkat berkerja agak siang. Kalau ayah ku mengubungi ku katakan saja pada nya aku kelelahan," ucap Arbani.


"Siap.."


"Jatah," ucap Arbani.


"Kata kamu kelelahan," kata Ayuma.


"Untuk itu tidak ada kata lelah." Arbani mengedipkan satu mata nya.

__ADS_1


__ADS_2