MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 19


__ADS_3

Mereka berdua cukup lama berada di tempat itu, setelah puas kedua nya kembali melanjutkan perjalanan. Arbani membawa Ayuma ke kebun teh, ia juga cukup sering bermain di kebun ini bersama dengan teman temannya.


Ini pertama kalinya Ayuma di ajak jalan jalan seperti ini dengan seorang pria, hal itu membuat Ayuma merasakan sesuatu yang berbeda, ia sangat bahagia sekali. Senyuman di wajahnya terlihat dengan sangat jelas, memeluk Arbani juga bukan hal yang aneh lagi, sangking senang nya Ayuma terus memeluk Arbani sambil melihat keselilingnya.


"Kamu senang," tanya Arbani.


"Sangat senang, Terima kasih Arbani, aku sangat senang bisa jalan jalan seperti ini, sebelum nya aku tidak pernah jalan jalan begini."


"Hahaha ya sama sama," kata Arbani, ia juga sangat senang bisa membuat wanita ini senang.


Mereka berdua sampai di kebun teh yang sangat indah, keduanya berjalan dan berlari mengelilingi kebun teh itu, terlihat dengan jelas senyuman lebar keluar dari wajah mereka, Arbani maupun Ayuma sama sama bahagia.


"Akhirnya aku bisa melihat mu tersenyum lebar seperti ini," ucap Arbani.


"Hehehe makasih yah, aku tidak pernah sesenang ini selama pindah ke kota," kata Ayuma.


"Aku juga tidak pernah sesenang ini sebelum bertemu dengan mu. Aku sangat bahagia bertemu dengan mu, aku jadi lebih pintar, aku juga lebih bahagia, Terima ada di dalam hidup ku," ucap Arbani.


Arbani berjalan mendekati Ayuma, tangan nya bergerak memegang tangan Ayuma. Mereka berdua saling berpegang dan saling menatap.


"Mungkin ini terlalu cepat, tapi aku sudah tidak bisa menahan perasaan ku lagi.. Ayuma aku benar-benar tertarik semua hal tentang mu, aku tidak tau kenapa perasaan ini datang begitu cepat. Ayuma aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku ingin bersama dengan mu, aku ingin kamu jadi milik ku. Mau kah kamu jadi pacar ku," tanya Arbani.


"Arbani…" Ayuma terkejut mendengar semuanya, tatapan mata Arbani sangat tulus padanya. Arbani benar-benar mengatakan isi hati nya, Ayuma benar-benar bimbang dengan pertanyaan Arbani. Ia ingin menerima cinta Arbani, tetapi banyak pertimbangan yang muncul di dalam pikirkan nya.


"Berikan aku waktu untuk menjawab nya," ucap ayuma.


"Iya atau tidak, aku tidak bisa memberikan mu waktu, katakan apa keraguan ku pada ku?"


"Aku takut status ku menjadi penghalang dari hubungan kita, usia kita berbeda 4-5 tahun, itu cukup jauh Arbani. Aku tidak mencari pacar, aku mencari calon suami," ucap Ayuma.


"Oke aku jawab keraguan mu, aku tidak masalah status mu, sudah aku katakan janda tetap seseorang wanita yang layak untuk di cintai. Untuk usia tidak akan menjadi penghalang, ayah ku dengan mamah berbeda 6 tahun dan mereka bisa mempunyai aku. Aku juga mencari calon istri, aku sudah pernah mengatakan nya pada mu setelah sma aku akan menikah," jelas Arbani.


"Bani.."


"Aku tanya kamu suka dengan ku," tanya Arbani.


Ayuma menganggukkan kepala nya.


"Serius?" Arbani tidak bisa menyembunyikan kesenangan nya, di depan ayuma ia benar-benar salah tungkah.


"Kamu tidak pernah melihat pria tampan salah tungkah kan, ini aku," ucap Arbani sambil melompat lompat kesenangan.


"Kamu aneh," kata Ayuma.


"Uyy.." Arbani kembali fokus pada Ayuma.

__ADS_1


"Oke sayang, makasih.." Arbani memeluk Ayuma dengan erat.


"Bani aku belum mengatakan kata iya" ucap Ayuma.


"Hahaha tidak perlu, kamu sudah suka kan pada ku, itu artinya kita jadian," kata Arbani.


Arbani langsung membawa Ayuma kembali ke Vila, sangking senang nya ia tidak tau mau melakukan apa lagi, karena otaknya sudah butuh Arbani memutuskan untuk kembali ke Vila saja.


Sesampainya di Vila ia menarik Ayuma ke lantai dua tempat mereka berada. Rasa senang benar benar sedang menguasainya, hal yang sama juga Ayuma rasakan, tetapi ia lebih senang melihat tingkah Arbani yang seperti ini. Entah mengapa terasa unik di matanya.


"Kamu sangat lucu," ucap Ayuma.


"Hahaha ku memang sangat lucu," kata Arbani.


"Sayang.."


"Sayang sayang, jangan kebiasaan deh," ucap Ayuma.


"Lah kamu kan pacar aku," kata Arbani.


"Aku belum mengatakan iya Arbani."


"Ucapan tidak penting, yang terpenting untuk sekarang ini adalah perasaan," ucap Arbani.


"Jadi resmi ini kan," tanya Arbani.


"Hmmm."


"Panggil aku apa," tanya Arbani.


"Sayang," jawab Ayuma dengan malu malu.


"Ahh sayang.." Arbani memeluk Ayuma dengan erat.


Siang menjelang sore Ayuma kembali memesak, ini pertama kalinya ia membuat masakan untuk pacarnya. Status mereka sekarang sudah berbeda dari sebelumnya. Awalnya status mereka guru dan murid, naik satu tingkat jadi teman, naik lagi jadi teman dekat dan sekarang menjadi pacar. Semuanya memang memerlukan waktu.


Arbani sendiri sedang berenang di kolam renang bawah, Arbani berenang dengan penuh semangat. Mempunyai pacar dengan perasaan saling mencintai memang terasa sangat berbeda.


"Halo," ucap Ryan.


"TF aku 25 juta," ucap Arbani.


"Ha! Untuk aoa," tanya Ryan.


"Aku sudah jadian dengan nya," jawab Arbani.

__ADS_1


"Serius? Bagaimana mungkin bisa?"


"Hahaha ya bisa, kenapa tidak bisa.. Kau tidak percaya, kau dengar ya."


"Sayang.. Sudah masaknya," Teriak Arbani.


"Tunggu sebentar." Ayuma berteriak dengan keras.


"Kau dengar kan," tanya Arbani.


"Arbani kau bajingan, bagaimana mungkin bisa," Tanya Ryan.


"Hahaha apa yang tidak bisa aku lakukan," ucap Arbani.


"Selamat selamat. Kau ingin serius dengan nya?"


"Iya lah, setelah lulus SMA aku akan menikahinya," ucap Arbani.


"Sekarang kau dimana?"


"Puncak tempat biasanya kita nongkrong," ucap Arbani.


"Sial kau pergi tidak mengajak ku," kata Ryan.


"Ya kali aku membawa mu, kalau aku membawa mu aku tidak akan jadian dengan nya."


"Hahah iya juga. Ya sudah aku kirim sekarang. Kau menang banyak, oh iya jangan lupa sedia pengaman, jangan sampai bobol duluan," kata Ryan.


"Hahaha tidak akan, kau pikir aku apaan," ucap Arbani.


Arbani memutuskan panggilan telepon itu, tak lama Ayuma datang dengan membawa nasi goreng udang, ia juga membuat jus apel untuk pacar nya.


"Sayang sini," ucap Ayuma.


Jantung Arbani terus berdetak dengan cepat mendengar Ayuma memanggilnya sayang. Nyawa nya terasa melayang seketika, ia masih tidak menyangka dirinya dengan Ayuma jadian dalam waktu yang cepat. Padahal mereka berdua bertemu baru seminggu lamanya.


Ia memang memiliki pesona yang kuat, tidak mungkin wanita tidak tertarik dengan nya.


"Kamu masak apa," tanya Arbani sambil mendekati Ayuma.


"Nasi goreng udang, kamu belum pernah memakan nasi goreng masakan ku kan, sekarang kamu coba pasti rasanya sangat enak."


"Hahaha oke, aku percaya apa yang kamu masak pasti enak," ucap Arbani.


Arbani makan di suapin langsung oleh pacar nya, yang awalnya nasi goreng ini sudah enak semakin enak saja. Memang cinta dapat menambah kenikmatan.

__ADS_1


__ADS_2