MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 21 S2


__ADS_3

Karena sudah malam Arbani meminta Ryan untuk tidur saja, Ryan boleh tinggal di rumah ini sampai kapan pun Ryan mau. Arbani tidak akan mempermasalahkannya, dan melarang nya, Ryan sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri.


"Sayang kamu sudah tidur." Arbani berbaring di samping tubuh istrinya.


"Sudah, tapi bangun lagi karena kamu masuk ke dalam kamar. Bagaimana dengan Ryan, apa semua yang sudah baik-baik saja? Sudah tidak ada masalah lagi kan."


"Aku tidak tahu apakah masih ada masalah lagi atau tidak, yang jelas sampai beberapa hari Ryan tidur di rumah kita, karena aku di rumah juga kamu tidak masalah kan. Dia sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri," ucap Arbani.


"Aku tidak masalah sama sekali kok, kamu tenang saja. Kalau kamu sudah menganggap dia sebagai saudara kamu, aku pasti juga akan menganggap dia sebagai saudaraku," ujar Ayuma.


"Terima kasih sayang, aku sangat sangat sangat mencintaimu." Arbani memeluk istrinya dengan erat.


Karena hari sudah malam mereka pun datang memutuskan untuk langsung tidur saja, saat ini mereka sudah sangat lelah dan memang memerlukan waktu istirahat yang lama. Perjalanan panjang tadi, salah satu hal yang membuat mereka berdua kelelahan.

__ADS_1


**


Pagi hari nya, tidak seperti biasanya kali ini Ayuma sudah bisa melihat suaminya di samping tubuh nya saat bangun tidur, ia jadi lebih semangat lagi dalam menjalankan aktivitas nya. Biasanya di rumah ini ya hanya sendiri, ia ingin terus seperti ini sampai kapan pun itu.


"Semoga dia bisa mengambil cuti, aku ingin hamil bersama dengan dia," batin Ayuma.


"Morning sayang," ucap Arbani.


"Kamu sudah bangun sayang," ujar Ayuma sambil mengusap wajah Arbani yang masih muka bantal.


"Belum mandi kita masa langsung mau ehem," ucap Ayuma, ini hal yang baru untuk nya dan membuat nya penasaran, ia hanya bisa melakukan hal ini jika sedang ada suaminya di rumah.


Tanpa mengatakan apapun Arbani melucuti pakaian mereka berdua, ia mulai melakukan pemanasan sebelum mulai ke bagian utama, walaupun masih pagi mereka berdua tetap bersemangat seperti pada malam hari.

__ADS_1


Ryan berjalan menuju kamar Arbani, ia ingin mengajak Arbani keluar rumah, ini sudah pukul 8 pagi Ryan berpikir tidak mungkin Arbani masih tertidur.


Saat ingin mengetuk pintu Ryan mendengar ******* di kamar itu, ia mau heran tetapi ini Arbani, pintu kamar tidak di tutup sehingga suara merdu mereka dapat keluar dari dalam kamar.


Karena penasaran Ryan mengintip dari celah kecil, matanya terbelalak melihat apa yang sedang terjadi di dalam kamar itu.


"Tidak boleh mengintip." Ryan langsung berjalan pergi meninggalkan kamar itu.


Arbani mengeluarkan Benihnya di luar seperti biasanya, ia memiliki keyakinan istri nya sedang hamil. Yang ia tau tidak baik jika menumpahkan benih dibedakan rahim kalau sedang hamil seperti ini.


"Sudah sayang ayo mandi," ucap Arbani sambil menggendong Ayuma masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang kamu kok hot sekali sih, kamu bukan seperti anak 20 tahun. Kamu sudah seperti pria 30 tahun, seperti Sugar Daddy," ucap Ayuma.

__ADS_1


"Hahaha aku Sugar baby sayang, walaupun aku masih muda aku sudah hot dan aku kaya raya," kata Arbani.


"Benar benar hot."


__ADS_2