
Hari terus berlalu, Arbani sudah melewati masa ujian nya dengan sangat lancar, bahkan ia sudah masuk ke dalam perusahaan asuransi ayahnya, tidak seperti siswa yang lainnya yang masih harus sekolah, Arbani tidak memikirkan itu lagi. Ia sudah tidak perlu sekolah, ia tinggal mempersiapkan pernikahan nya dengan Ayuma dan juga kepergiannya ke new York.
Sudah beberapa hari Arbani tidak bertemu dengan Ayuma, kesibukan nya yang membuat mereka berdua jarang bertemu. Apalagi sekarang ia sudah mempunyai pekerjaan yang cukup penting, beruntung Ayuma dapat mengerti itu.
"Ayah bagaimana dengan pernikahan ku," tanya Arbani.
"Sedang di persiapkan, kau sangat mencintai nya sekali ya," kata Wijaya.
"Hahaha sudah pasti aku sangat mencintai nya, aku ingin segera meresmikan pernikahan kami," ucap Arbani.
"Kau bahagia ayah senang, tunggu saja ya," kata Wijaya.
Siang hari nya, Arbani memutuskan untuk menghubungi sang pacar, ia mendapatkan kabar dari Ayuma pagi tadi, jika adik Ayuma akan datang hari ini, ia sendiri ingin menjemput tetapi tidak bisa karena jadwal yang bentrok.
"Sayang," ucap Arbani.
"Aku sedang dalam perjalanan ke stasiun, kamu dimana?"
"Aku ya di kantor, kamu masih tanya lagi aku dimana," jawab Arbani.
__ADS_1
"Sayang bukan begitu maksud ku, aku kan hanya basa basi, kamu nanti malam ada waktu tidak? Kamu bisa ke kontrakan ku, kamu tidak ingin bertemu dengan adik ku?"
"Hmmm aku usahakan ya sayang, tapi aku tidak janji," ucap Arbani.
"Aku tunggu."
"Jangan kamu tunggu sayang, aku kan tidak janji, nanti kamu malah kecewa lagi kalau aku tidak bisa datang," ucap Arbani.
"Hehehe iya iya, kamu sudah makan?"
"Ini lagi menunggu makanan ku datang, sayang kamu tau ayah ku sangat bersemangat mempersiapkan pernikahan kita," ucap Arbani.
"Serius? Kamu sudah tau tanggalnya?"
"Sayang kamu mau tidak ikut aku ke New York, aku tidak bisa jauh dari mu," tanya Arbani.
"Hahaha tidak sayang, aku tidak mau. Lebih baik aku menunggu kamu di sini saja, aku tidak ingin membuat kamu repot dan aku yakin kalau aku di sana kamu tidak akan fokus," jawab Ayuma.
"Hehehe iya sih, ya sudah sayang, aku mau makan dulu kamu hati hati ya. Nanti malam aku datang ke rumah mu, aku akan membawa banyak makanan."
__ADS_1
"Iya.. Bye bye." Sambungan telepon itu pun terputus.
Sesampainya di stasiun Ayuma langsung berjalan menghampiri sang adik yang sudah menunggu nya. Ia terkejut melihat adik nya yang sudah setinggi Arbani, padahal ia baru 2 tahun tidak bertemu.
"Hey kamu Rendy kan," ucap Ayuma.
"Kakak."
Mereka berdua langsung berpelukan, walaupun sebelumnya Ayuma tinggal dengan kedua orang tuanya. Ia jarang bertemu dengan adiknya ini, adiknya sekolah di kota yang membuat mereka tidak mempunyai waktu untuk bertemu. Sekarang sang adik sudah lulus dan ingin melanjutkan kuliah di tempat ini.
"Mana pacar mu," tanya Rendy.
"Hahaha dia sedang bekerja, sabar ya," jawab Ayuma.
Mereka berdua pun langsung ke kontrakan Ayuma, beruntung di rumah itu ada dua kamar, iadi Ayuma tidak bingung dimana sang adik harus tidur.
"Kakak punya barang barang bagus," ucap Rendy.
"Pacar ku yang membelinya, AC ini juga dia yang pasang," kata Ayuma.
__ADS_1
"Wah pasti kaya raya."
"Hmmm begitu lah," ucap Ayuma.