
Keesokan harinya, Ayuma sudah kembali mengajar di sekolah. Ia sudah lebih baik setelah dijenguk oleh Arbani kemarin. Hari ini ia tidak ada jam di kelasnya Arbani, hal itu membuatnya tidak akan bertemu dengan Arbani, mungkin karena sudah setiap hari bertemu seperti ada yang kurang jika tidak bertemu dengan anak itu.
"Ayu ruangan kamu sudah pindah."
"Ha?? Kemana?"
"Di ruangan sebelah kelas 12, kamu bisa langsung ke sana, kepala sekolah ada di sana."
Sambil mengerutkan dahinya karena bingung Ayuma berjalan ke ruangan itu, ia guru baru di sini tetapi sudah memiliki ruangan pribadi saja.
"Bagaimana mungkin bisa," ucap Ayuma dengan wajah yang keheranan.
Di depan ruangan itu terlihat kepala sekolah sedang menunggu nya, segera Ayuma mempercepat langkah kakinya.
"Selamat pagi."
"Pagi.. Kamu sudah sembuh?"
"Sudah.. Saya pindah kesini," tanya Ayuma.
"Iya, kamu kan ada kelas mengajar Arbani, nah agar tidak canggung kamu bisa mengajar Arbani di ruangan itu."
"Ha.. Hanya karena Arbani.." Ayuma bingung dengan alasan yang ada, padahal saat jam sekolah ia tidak ada jadwal mengajar Arbani.
"Ya sudah masuklah, jam pelajaran akan segera dimulai, nanti kamu terlambat masuk."
Sambil tersenyum canggung Ayuma berjalan masuk ke dalam ruangan itu, ia juga cukup senang mempunyai ruangan sendiri.
Arbani melihat Ayuma masuk ke dalam ruangan itu, ia tersenyum puas apa yang diinginkan cepat terelasasikan, padahal permintaan ini cukup mendadak, Arbani sekarang percaya ayahnya sudah banyak berubah, apa yang ia minta mudah terkabulkan.
"Hay pagi.." Arbani berjalan mendekati Ayuma.
__ADS_1
"Bani ini lingkungan sekolah, jangan seperti di luar sekolah," ucap Ayuma.
"Hehehe maaf maaf, tapi kan kita sedang berdua jadi tidak masalah. Kamu sudah sembuh."
"Sudah, makasih sudah menjenguk ku kemarin," ucap Ayuma.
"Iya sama sama.. Aku senang kamu sudah baik baik saja, kamu pasti lelah mengajari ku kan, kalau iya kita istirahat dulu," kata Arbani.
"Tidak aku tidak lelah, kita jangan istirahat. Kamu sudah mau pintar," ucap Ayuma.
"Oh iya aku sudah mau pintar," tanya Arbani.
"Iya kamu sudah mau pintar, jangan berhenti nanti kamu lupa lagi," jawab Ayuma.
"Oke.. Istirahat nanti aku kesini, kita belajar lagi," ucap Arbani.
"Oke, tapi sore nanti kita tidak belajar lagi."
"Ya sudah, sebentar lagi masuk, aku ada jam di kelas lain. Kamu belajar dengan benar, jangan nakal nakal," kata Ayuma.
"Siap siap.."
Hubungan mereka berdua terlihat semakin dekat saja, keduanya sudah tidak ada rasa canggung saat berbicara berdua. Ayuma seperti sudah menganggap Arbani temannya sendiri, sedangkan Arbani semakin optimistis jika ia bisa mendapatkan hati wanita ini. Ia sudah mulai masuk ke dalam kehidupan Ayuma lebih dalam.
Siang harinya, setelah jam istirahat tiba Arbani langsung ke ruangan Ayuma. Di dalam Ayuma sudah mengeluarkan kota bekal yang ia bawa, ia cukup terkejut tiba tiba Arbani masuk ke dalam ruangan nya.
"Bani ketuk dulu," ucap Ayuma.
"Hehehe maaf, aku lupa dan aku terlalu bersemangat."
"Makan dulu sana, kamu tidak lapar?"
__ADS_1
"Kamu membawa bekal?"
"Iya aku membawa bekal, makanan di sini terlalu mahal," ucap Ayuma.
"Aku tidak membawa bekal, aku beli makanan dulu ya, kamu jangan makan duluan. Tunggu aku." Segera Arbani berlari keluar dari dalam ruangan itu, demi dapat makan bersama dengan Ayuma ia rela bergerak dengan sangat cepat.
Kurang lebih 15 menit Ayuma menunggu, Arbani datang dengan membawa kantong plastik di tangan nya.
"Ahkk lelah sekali," ucap Arbani.
"Tidak ada yang memintamu untuk makan di sini, untuk apa kamu repot repot berlari," kata Ayuma.
"Hahaha aku ingin saja, memangnya tidak boleh apa," ucap Arbani.
"Ya boleh sih, tapi sudahlah.. Sekarang ayo makan aku sudah lapar," kata Ayuma.
"Ayo kita makan."
Mereka pun duduk bersama dan saling berhadapan, Arab mengeluarkan berbagai macam makanan yang ia beli di kantin.
"Ambil kalau kamu mau, harus mau sih, aku beli banyak untuk kamu juga. Tadi daddy ku memberikan ku uang bulanan lebih," ucap Arbani.
"Berapa uang bulanan kamu," tanya Ayuma.
"70-100, tidak sampai sebulan habis," jawab Arbani.
"Wah memang kalau anak orang kaya berbeda, walaupun begitu kamu jangan boros boros, ingat orang tua kamu bekerja keras untuk kamu," ucap Ayuma.
"Hahaha pasti, beruntung yang mau menikah dengan ku nanti, aku akan menjadikan nya ratu dalam rumah ku," kata Arbani.
"Hahaha jangan cepat cepat menikah Arbani, menikah terlalu cepat tidak enak."
__ADS_1
"Aku mau menikah dengan cepat, dengan kamu," ucap Arbani.