MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 7 S2


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Arbani mulai sibuk mengurus kuliah nya bersama sang ayah, karena ia sakit selama beberapa hari waktu Arbani di New York sedikit lebih lama dari waktu yang sudah direncanakan. Yang seharusnya minggu depan ia sudah bisa kembali, karena sakit itu ia mendapatkan waktu tambahan 1 minggu lagi.


Ryan sahabat Arbani sudah pergi meninggalkan nya beberapa hari lalu, ia sudah terbang ke Melbourne untuk melanjutkan pendidikan nya. Mereka berdua berpisah setelah bertahun-tahun bersama, keduanya memiliki orang tua yang sangat memikirkan mu masa depan anaknya, orang tua Ryan tidak berbeda jauh dengan orang tua Arbani.


Ayuma sendiri sudah mendapatkan informasi jika Arbani memperpanjang waktu nya di New York, ia tidak masalah yang penting Arbani dapat mengerjakan semuanya dengan baik, ia malah tidak ingin Arbani mengerjakan semuanya secara terburu buru, yang ada Arbani malah kembali jatuh sakit.


Di sini Ayuma sudah mulai membentuk tim, ia sedang sibuk membuat nama brand, kue apa yang akan ia jual dan lain sebagai nya. Orang orang yang membantu Ayuma sekarang, orang berpengalaman di bidang nya, ia mendapatkan bantuan dari ayah mertua nya.


"Sayang kamu sedang dimana," tanya Ayuma,


"Di kampus ku, lihat besar sekali kan," jawab Arbani.


"Yang sudah punya kampus, kamu tinggal dimana?"


"Sebenarnya ada tempat khusus untuk orang orang seperti aku, tapi aku tidak mau, enak saja aku gabung dengan mereka semua, aku menyewa apartemen di dekat kampus," ucap Arbani.


"Mahal pasti sayang."


"Hahaha iya mahal, tapi mau bagaimana lagi," ucap Arbani.


"Ya sudah tidak papa, yang penting kamu sehat dan semangat untuk kuliah. Dua minggu lagi kamu akan kembali," kata Ayuma.


"Ya sudah sayang, aku di panggil ayah. Nanti malam vidio call lagi."


"Iya sayang," ucap Ayuma.


Arbani berjalan mendekati sang ayah, dari wajahnya seperti ada sesuatu yang ingin di sampaikan.


"Arbani kamu tidak bisa kembali ke Indonesia lagi," ucap Wijaya.


"Apa yah? Tidak bisa maksud nya?"

__ADS_1


"Ayah beru saja rapat, kamu masuk tidak sampai satu bulan dari sekarang. Kamu saja mengurus ini itu sudah 2 minggu, kamu harus ada waktu istirahat seminggu, setelah itu kamu mulai masuk," ucap Wijaya.


"Ayah aku ingin kembali, ya walaupun hanya satu minggu. Aku istirahat di Indonesia saja," kata Arbani.


"Arbani nanti kamu sakit lagi, kamu jangan macam macam," ucap Wijaya.


"Tidak yah, setidaknya aku membicarakan hal ini pada Ayuma. Ya nanti aku di sana paling 4 harian, agar saat kembali ke sini ada waktu istirahat," kata Arbani.


"Nanti ayah sewa jet pribadi untuk mu, kalau di urus jauh jauh hari bisa di pakai," ucap Wijaya.


Malam harinya, Arbani merebahkan dirinya di tempat tidur sambil memainkan handphone nya. Ia berniat menghubungi Ayuma, tetapi ia sadar jikalau perbedaan waktu di antara mereka cukup jauh, Arbani takut jika ia hubungi sekarang Ayuma tengah tertidur.


"Coba saja lah," ucap Arbani.


Arbani pun menghubungi sang istri, tanpa Arbani duga Ayuma mengangkat panggilan nya dengan cepat.


"Sayang kamu masih bangun," tanya Arbani.


"Sayang ini sudah jam 8 pagi, aku sudah mau berangkat ke tempat meeting," jawab Ayuma.


"Hahaha perbedaan waktu sayang, kamu bagaimana sih," ucap Ayuma.


"Sayang aku akan kembali ke sana, tapi tidak waktu yang lama. Paling 4 harian, aku sudah akan masuk tidak lebih dari 1 bulan," kata Arbani.


"Lah kamu bagaimana sih, katanya kamu akan satu bulan di sini," ucap Ayuma.


"Aku maunya seperti itu, tapi mau bagaimana lagi sayang," kata Arbani.


Agama membuang nafasnya dengan kasar, mau bagaimana lagi juga memang sudah takdirnya mereka berdua akan berpisah lama.


"Ya sudah, yang penting kamu sempat kembali ke sini, nanti barang barang yang ingin kamu bawa lagi akan aku siapakan," ucap Ayuma.

__ADS_1


Arbani memberikan kode agar Ayuma masuk ke dalam kamar, sesekali ia ingin video call mesum dengan istri nya. Ayuma yang sudah mandi dan rapi memberikan tatapan tajam, tetapi Arbani masih meminta Ayuma agar segera masuk ke dalam kamar.


"Sayang," ucap Ayuma.


"Cepat sayang, ini suami kamu loh," kata Arbani.


Ayuma pun masuk ke dalam kamar nya, mau tidak mau ia harus melakukan nya. Arbani suami tercinta nya dan ia ingin Arbani main dengan wanita lain karena hasratnya tidak tersalurkan dengan baik.


"Hehehe begitu dong," ucap Arbani.


"Kamu mah, aku sudah mandi pun," kata Arbani.


"Hahaha tidak papa sayang, demi suami mu," ucap Arbani.


"Iya demi suami aku," kata Ayuma.


Ayuma menerima Arbani menuntaskan hasrat nya, mau tidak mau ia harus melakukan nya. Ada rasa senang juga di hati Ayuma, dengan begini Ayuma yakin Arbani tidak akan main main dengan nya.


Setelah selesai panggilan di tutup, Arbani langsung istirahat dan Ayuma merapihkan kembali pakaian nya, ia akan meeting dengan tim nya di sebuah cafe yang tidak jauh dari rumah.


"Bani kau habis apa," teriak Wijaya.


"Ayah aku ngantuk," ucap Arbani.


"Kau ya, kau tidak lupa ayah masih tidur di sini, bisa bisanya kau melakukan hal seperti ini, mana tisu nya tidak kau buang lagi," kata Wijaya.


"Ayah pindah saja, cari hotel.. Mamah muda kan ada, ayah ke sana saja," ucap Arbani.


"Sudah pulang, barusan dia kembali ke Indonesia," kata Wijaya.


"Hahaha sebentar lagi ayah juga melakukan hal yang sama dengan ku, bayangkan saja biasanya di layani sekarang tidak ada, tangan lah yang bekerja," ucap Arbani.

__ADS_1


"Memang anak ini ya.." Wijaya hanya bisa menggelengkan kepala nya, tidak Arbani jika tidak melakukan hal di luar nalar.


Tetapi di hati Wijaya ia sangat senang karena tingkat kedekatan nya dengan Arbani semakin dekat saja. Mereka berdua sudah seperti dulu lagi sebelum badai dingin menyerang mereka berdua. Kini keduanya kembali hangat dan tidak ada batasan lagi.


__ADS_2