MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 32


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, persiapan pernikahan Ayuma dengan Arbani sudah hampir rampung, hampir orang orang terdekat Arbani tau jika dirinya akan menikah, Arbani terbuka dengan pernikahan ini karena ia juga sudah lulus SMA. Ia juga menikah dengan Ayuma karena Cinta, bukan paksaan, jadi tidak masalah jika banyak orang yang tau tentang pernikahan nya ini.


Sekarang mereka berdua sedang fitting baju pengantin. Mereka melakukan nya di rumah Arbani, karena memang pernikahan akan di laksanakan di rumah itu. Keputusan lokasi pernikahan beberapa kali berubah, dari hotel, Villa dan terakhir rumah. Semua itu karena ikut campur nya keluarga besar dalam pernikahan ini.


Secara tidak langsung, memang keluarga besar Arbani sudah menerima Ayuma sebagai calon menantu mereka, walaupun tidak semuanya, ada beberapa orang yang masih tidak suka dengan Ayuma karena latar belakang Ayuma yang jauh di bawah mereka. Tetapi itu tidak masalah karena yang menikah Arbani, Arbani menerima istri nya dengan tulus dan baik.


"Sudah selesai," tanya Wijaya.


"Sudah yah, lihat kami sangat cocok kan," jawab Arbani.


"Hmmm suka suka mu lah. Kalau sudah, kalian bisa lanjut lagi," ucap Wijaya.


"Sudah kok, ya sudah kami ganti dulu, setelah itu lanjut ke tempat lainnya," kata Arbani.


Wijaya sadar kenapa Arbani memilih Ayuma, selain memiliki wajah yang cantik, Ayuma juga memiliki bentuk tubuh yang sempurna, Arbani memang memiliki otak yang sama dengan dirinya.


"Pantas saja dia segera ingin menikah, aku pun kalau pacaran dengan wanita seperti ini tidak akan kuat," batin Wijaya.


Setelah selesai fitting mereka berdua melanjutkan ke sebuah tempat untung memilih dekorasi pernikahan, mana yang bagus untuk mereka pakai nanti. Ada 3 pilihan yang sudah di siapkan, semua keputusan ada di tangan mereka berdua.


Sebenarnya Wijaya tidak ingin memberikan mereka berdua pilihan, tetapi ia sadar ini pernikahan Arbani, dan Arbani berhak memilih mana yang ia suka. Ia tidak mau Arbani semakin tidak akrab dengan nya, Arbani satu satunya pewarisnya saat ini.

__ADS_1


"Sayang ini bagus," ucap Arbani.


"Ya sudah yang ini saja, aku juga suka kok," kata Ayuma.


"Untuk kamar yang seperti ini atau yang ini?"


"Ini untuk malam pertama," tanya Arbani.


"Iya tuan muda."


"Kamu mau yang mana sayang," tanya Arbani.


"Aku suka yang ini, banyak bunga mawar nya," jawab Ayuma.


"Bisa, di titik mana saja?"


"Sepanjang tempat tidur, terus arah ke balkon kamar, aku tidak ingin terlalu terang tetapi masih bisa melihat dengan cukup jelas," ucap Arbani.


"Banyak permintaan kamu ya," kata Ayuma.


"Hahaha untuk malam pertama harus total sayang," ucap Arbani.

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu, aku sangat malu," bisik Ayuma.


Setelah semuanya selesai mereka berdua pulang ke rumah Ayuma, Ayuma masih tinggal di sana, Arbani sudah meminta Ayuma untuk pindah ke rumah baru mereka, tetapi Ayuma menolak nya karena mereka belajar menikah, Ayuma tidak ingin mencuri star terlebih dahulu, ia juga tidak enak dengan orang tua Arbani.


"Kak sudah pulang, aku ingin pergi," ucap Rendy.


"Naik apa," tanya Arbani.


"Paling taksi atau angkot," jawab Rendy.


"Jangan malam malam pulang nya."


"Iya kak," ucap Rendy.


"Bisa bawa mobil," tanya Arbani.


"Bisa, di rumah ada mobil mamah."


"Bawa ini." Arbani menyerahkan kunci mobilnya.


"Sayang jangan, nanti rusak, mobil di rumah dengan di sini beda."

__ADS_1


"Sama sama mobil, tidak ada beda nya. Sudah cempat ambil, kakak mu urusan ku," ucap Arbani.


Rendy mengambil kunci mobil itu dan berlarian meninggalkan mereka berdua, ia sangat bersyukur mempunyai abang ipar seperti Arbani.


__ADS_2