MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 12 S2


__ADS_3

Pagi hari nya, setelah 6 bulan tidak berteman membuat keduanya enggan berpisah hanya untuk mandi. Mereka berdua masih saling berpelukan walaupun sudah bangun dari tidur mereka sejak tadi. Keduanya sama sama menyesal karena masalah kemarin membuat mereka tidak berkomunikasi, padahal komunikasi itu sangat penting dalam sebuah hubungan rumah tangga.


"Sayang kamu mau ke toko kamu," tanya Arbani.


"Iya aku mau ke sana sayang," jawab Ayuma.


"Ikut dong, aku ingin mencoba kue yang kamu jual," ucap Arbani.


"Pasti lah, aku juga ingin mengajak kamu, tapi nanti siang ya.. Aku masih ingin rebahan," kata Ayuma.


Arbani mendekati wajah Ayuma dan memberikan nya beberapa kecupan manis, ia benar benar merindukan wajah cantik istri nya ini.


"Kamu kok semakin putih," ucap Ayuma.


"Di sana sedang masuk musim dingin, mungkin efeknya," kata Arbani.


Ayuma heran kenapa semakin Arbani dewasa semakin terlihat begitu muda dan tampan. Ia takut terlihat lebih tua dulu di bandingkan Arbani, ya walaupun umurnya memang lebih tua dirinya di bandingkan sang suami.


"Kenapa," tanya Arbani.


"Kamu sangat tampan sekali," jawab Ayuma.


"Hahaha iya aku memang begitu tampan," ucap Arbani sambil mengedipkan satu mata nya.


Karena hari semakin siang, Ayuma memutuskan untuk mandi dan segera menyiapkan sarapan untuk suaminya. Ini hari pertama nya setelah 6 bulan lamanya membuat sarapan untuk sang suami. Rasanya ia begitu semangat sekali, ia ingin membuat makanan yang sangat enak untuk suami tercinta nya.


"Sayang masak apa." Arbani memeluk Ayuma dari belakang.


"Masak cinta," jawab Ayuma.


"Kamu mah begitu," ucap Arbani.


"Hahaha iya sayang, aku masak ikan asam pedas," kata Ayuma.


"Wah enak seperti nya, aku tunggu ya. Jangan lama lama," ucap Arbani sambil berjalan mendekati meja makan.


Tidak memerlukan waktu yang lama makanan yang Ayuma masak sudah matang, segera Ayuma menghidangkan makanan itu di depan sang suami, mereka berdua makan di satu piring yang sama.


"Aku suapin ya," ucap Ayuma.


"Oke.." Arbani mengangguk kepalanya.


"Selama di sana kamu makan dimana?"


"Aku makan di kampus, kalau libur pesan online, tidak pusing kalau urusan makan," ucap Arbani.

__ADS_1


"Hmm enak nya, sudah lama tidak merasakan makanan enak seperti ini," kata Arbani.


"Kamu jangan terlalu memuji ku," ucap Ayuma.


"Hahaha memang enak sayang," kata Arbani.


"Kamu masih lama di sana?"


"Ya masih sayang, aku masih 2 tahun lebih lagi, kamu sabar ya," ucap Arbani.


"Ahh lamanya."


"Tidak akan berasa sayang, setelah aku pulang nanti kamu akan menjadi ceo kue yang sangat suskes," ucap Arbani.


"Semoga saja.."


"Hari ini kita pergi sore ya," ucap Arbani.


"Kenapa begitu? Kata nya kamu ingin mencoba makanan enak yang aku buat."


"Hahaha tidak papa.. Aku ingin main di meja makan," kata Arbani.


"Ih kamu mah." Wajah Ayuma langsung memerah seketika.


Ayuma rela melakukan apa saja demi Arbani karena waktu nya dengan Arbani tidak banyak, hanya satu minggu yang berjalan begitu cepat. Demi membuat sang suami senang Ayuma harus melakukan apa saja yang Arbani inginkan.


Sore hari nya, mereka berdua dalam perjalanan ke toko kuenya Ayuma. Walaupun bertempur seharian mereka berdua masih terlihat bersemangat, ya walaupun sedikit lelah karena tenaga yang terkuras. Arbani sudah sangat tidak sabar mencoba kue yang istri nya jual, ia yakin pasti rasanya begitu enak.


Sesampainya di tempat itu Arbani terkejut melihat toko yang begitu ramai, padahal ini sudah sore hari. Toko kue Ayuma juga terlihat sangat bagus, bersih dan begitu memanjakan mata.


Saat masuk ke dalam toko itu aroma kue langsung tercium di hidung Arbani, ia jadi tidak heran kenapa toko ini selalu ramai, yang masuk toko ini pasti ingin langsung memborong kue kue yang tersusun rapi di etalase.


"Dimana punya ku," tanya Arbani.


"Sudah di siapkan di ruangan ku," jawab Ayuma.


Ayuma membawa suaminya ke ruangan kerja nya, di dalam sana sudah ada berbagai macam kue khusus untuk Arbani.


"Wah.." Arbani langsung mendekati nya dan mengambil salah satu kue itu.


"Coba lah," ucap Ayuma.


Saat masuk ke dalam mulut Arbani langsung dapat merasakan lembut nya kue ini, rasa manis tidak berlebihan dan wangi dari kue itu yang begitu memanjakan hidung nya. Makan satu saja tidak membuat Arbani puas.


"Sayang kamu bisa membuat ku seenak ini," ucap Arbani.

__ADS_1


"Resep bersama sayang," kata Ayuma.


Ayuma membiarkan Arbani mencoba kue kue yang ada, ia berjalan ke meja nya untuk mengecek beberapa pekerjaan hari ini.


Arbani melirik ke arah Ayuma, ia sangat bangga pada Ayuma yang sudah sampai sejauh ini. Jujur Arbani merasa terintimidasi, ia sudah tertinggal jauh oleh istri nya sendiri, tanpa dirinya pun Ayuma pasti akan sangat sukses, Ayuma bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari nya.


"Ah jangan berpikir yang tidak tidak, dia milik mu," ucap Arbani.


Arbani berjalan mendekati Ayuma, ia sudah mencoba semua kue yang Ayuma jual, tidak ada yang tidak enak semuanya sangat enak sekali. Ia akan meminta Ayuma untuk membungkusnya ke rumah.


"Sayang aku punya tantangan untuk mu," ucap Arbani.


"Apa itu?"


"Buat sesuatu produk yang bisa bertahan lama," kata Arbani.


"Hahaha sayang, aku tau maksud kamu apa. Kamu tunggu sebentar ya, nanti juga datang"


"Maksudnya? Datang bagaimana?"


"Sebenarnya aku sudah mencoba beberapa resep untuk produk baru. Aku ingin mengirimkan mu produk setiap minggunya, nah agar semuanya sesuai dengan lidah mu aku ingin kamu mencicipi nya dulu, kalau memang kamu suka aku akan memproduksi nya."


Dari arah pintu karyawan Ayuma datang dengan membawa produk yang Ayuma maksud. Hal itu membuat Arbani semakin terkejut.


"Ini dia, kamu bisa coba nya, man ayah kamu suka," ucap Ayuma.


Arbani pun mengambil nya dan langsung memasukan nya ke dalam mulut. Semua produk yang Ayuma keluarkan tidak ada yang membuatnya kecewa, seperti produk baru ini rasanya sangat pas di lidah Arbani.


"Aku suka, produksi yang banyak. Ini pasti akan sangat laku," ucap Arbani.


"Apa namanya?"


"Kue bani," ucap Arbani.


"Ah jelek, tidak mau aku," kata Ayuma.


"Sudah itu saja sayang, bagus kok, jelek dari mana," ucap Arbani.


"Ya sudah lah, kue bani akan di produksi secara masal," kata Ayuma.


Arbani memeluk istri nya dengan erat, rasa bangga nya pada Ayuma semakin besar saja.


"Aku jadi takut kamu di ambil pria lain," ucap Arbani.


"Tidak akan, aku yang takut kamu di ambil wanita lain," kata Ayuma.

__ADS_1


"Aku tidak akan di ambil wanita lain, kamu satu satu nya untuk aku," ucap Arbani.


__ADS_2