MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 17 S2


__ADS_3

Sesampainya di mall Ayuma langsung menghubungi suaminya, ia harus berpisah kembali dengan para karyawan nya, mereka tidak memiliki tujuan yang sama.


Tak lama Arbani datang menghampiri Ayuma, ia langsung membawa Ayuma ke tempat teman teman nya berada.


"Sayang aku sudah cantik belum," tanya Ayuma.


"Kamu sangat cantik sayang," jawab Arbani.


Ayuma tersenyum melihat teman teman Arbani, ada beberapa wanita cantik dan ada juga beberapa pria tampan. Mereka semua terlihat sangat friendly sekali.


"Halo," ucap Ayuma.


"Halo."Mereka semua membalas sapaan Ayuma,


Dengan bangga Arbani memperkenalkan Ayuma sebagai istri nya, hal itu membuat Ayuma senang sekali, Arbani tidak malu mengakui dirinya sudah mempunyai seorang istri.


Tetapi respon teman teman Arbani hanya tersenyum biasa, mereka berdua tidak seperti terkejut saat Arbani memperkenalkan Ayuma.


"Mereka sudah tau sayang, kan aku sering video call dengan kamu," ucap Arbani.


"Oh iya ya.."


"Ayo makan," ucap Arbani.


Mereka pun makan bersama, teman teman Arbani terlihat sangat dekat sekali. Bahkan dengan Arbani sekalipun, ada hal yang membuat Ayuma sedikit risih, teman wanita Arbani terlihat begitu akrab dengan Arbani, mereka merangkul Arbani, mencubit wajah Arbani bahkan menyuapi Arbani di depan nya. Mereka tidak merasa bersalah sama sekali dan parah nya Arbani senang saja mendapatkan perlakuan seperti itu.

__ADS_1


"Pantas saja Arbani betah, jangan jangan ada hal yang tidak aku ketahui," batin Ayuma.


"Sayang setelah ini aku tidak ada kelas, kami mau jalan jalan kamu ikut ya," ucap Arbani.


"Tidak aku mau pulang ke apartemen," kata Ayuma.


"Sayang ayolah, kamu kok begini," ucap Arbani.


"Aku mau pulang ke apartemen." Ayuma memberikan tatapan tajam pada Arbani.


"Oh oke.." Arbani langsung sadar ada hal yang tidak Ayuma sukai.


Arbani menjelaskan pada teman temannya jika ia dengan istri nya tidak bisa ikut. Arbani mengatakan ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan sang istri.


Walaupun sempat kecewa mereka semua tetap mengerti, mereka malah mengejek Arbani yang ingin bucin karena baru kembali bertemu dengan istri nya.


Setelah selesai makan teman teman Arbani pergi meninggalkan mereka, seperti sebelumnya teman wanita Arbani kembali menyentuh Arbani, hal itu membuat hati Ayuma semakin panas.


"Kamu kenapa sayang, aku salah apa," tanya Arbani.


"Jadi begini pergaulan kamu ya, oke aku mengerti. Mulai sekarang aku akan sengaja berpelukan dengan teman pria ku, mencubit wajahnya dan menyuapi nya makan." Ayuma bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan pergi meninggalkan Arbani.


Arbani membuang nafasnya dengan perlahan, Ayuma pasti mengalami culture syok. Ini biasa terjadi karena seseorang tidak terlalu mengerti budaya atau kebiasaan di tempat tersebut.


Segera Arbani mengejar Ayuma, sebelum Ayuma menjauh Arbani menggenggam tangan sang istri. Ia langsung membawa Ayuma kembali ke apartemen, sebaiknya ia jelaskan semuanya di apartemen karena takutnya ada pertengkaran yang terjadi pada mereka berdua.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen Arbani meminta sang istri untuk duduk du sofa, sedangkan ia mengambil air mineral untuk mereka berdua.


"Minum," ucap Arbani.


"Tidak mau," tolak Ayuma.


"Minum sayang," ucap Arbani sambil menekan nada suaranya. Sebenarnya ia paling tidak suka jika Ayuma sudah ngambek ngambekkan seperti ini.


Ayuma mengambil air mineral itu dan langsung meminumnya sampai habis.


"Kamu jangan salah paham, di sini memang seperti itu. Namanya negera bebas sayang, jangan pakai hati ya," ucap Arbani.


"Coba gantian aku yang seperti itu pasti jamu marah," kata Ayuma.


"Ya kalau di Indonesia iya aku marah, kalau di sini aku berusaha untuk mengerti," ucap Arbani.


"Aku berusaha untuk mengerti!! Kamu belum merasakan nya jadi tidak tau rasanya."


"Terus mau kamu gimana? Aku harus menjauh dari mereka, aku tidak boleh punya teman, aku hidup sendiri di sini dengan penuh kebosanan, itu yang kamu mau," ucap Arbani.


"Aku tidak meminta kamu untuk menjauh dari mereka, aku hanya ingin kamu hargai perasaan aku dan pernikahan kita. Jangan seenaknya saja, aku selalu berusaha untuk menjaga semuanya, tapi kalau kamu seperti ini rasa nya percuma saja aku melakukan itu." Ayuma meletakkan gelas di tangan nya ke meja dan berjalan pergi meninggalkan Arbani.


"Sayang jangan begini dong." Arbani mengejar istri nya, ia tidak mau waktu mereka bertemu habis hanya untuk bertengkar.


"Sayang maafkan aku, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama, oke aku akan meminta mereka untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi," ucap Arbani.

__ADS_1


"Karena terpaksa?"


Arbani mengambil tangan Ayuma dan menggenggam nya. "Karena kamu, karena pernikahan kita, kita sudah sejauh ini. Aku tidaj mau semuanya sia sia."


__ADS_2