
S 2 sudah terbit guys. bisa langsung mampir ya.
Hari hari setelah pernikahan Arbani dengan Ayuma berjalan begitu sempurna. Semuanya sesuai dengan bayangan mereka berdua, apalagi keluarga Arbani sudah mulai menerima Ayuma dengan baik, ya walaupun masih ada beberapa orang yang tidak suka dengan pernikahan ini. Beruntung Arbani berusaha untuk menekankan pada Ayuma jika tidak semua orang bisa suka pada mereka, yang terpenting mereka tidak menganggu kehidupan orang lain.
Setelah pernikahan itu Ayuma tinggal di rumah baru yang cukup mewah, rumah ini hadiah dari Wijaya atas pernikahan mereka berdua. Mereka hanya tinggal berdua saja, adik Ayuma sudah kembali ke kampung halaman nya karena tidak betah tinggal di kota, ia tetap akan kulian di tempat nya berasal.
Ayuma juga sudah tidak bekerja lagi di sekolah, ia mendapatkan uang bulanan dari Arbani yang nominalnya tidak sedikit. Ia juga mempunyai uang tabungan dari perjanjian nya dengan Wijaya ini membuat Arbani pintar. Uang tabungan dan uang bulanan yang Arbani berikan sangat cukup untuk kehidupan mereka sehari hari.
"Sayang aku pulang," ucap Arbani sambil memeluk istri nya. Ini lah yang Arbani impikan setengah menikah dengan Ayuma, saat ia pulang bekerja istri nya menyambutnya dengan berbagai macam makanan enak. Rasa lelah dan pusing nya dalam bekerja langsung hilang seketika.
"Cuci tangan dan kaki, setelah itu kita makan," ucap Ayuma.
"Siap.." Arbani segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangan nya.
Walaupun usia Arbani masih belasan tahun ia susah bisa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab, ia bekerja selayaknya seorang suami. Ia juga memberikan beberapa peraturan penting yang harus Ayuma jalani sebagai istri nya.
"Sudah," ucap Arbani.
__ADS_1
"Mau pakai apa," tanya Ayuma.
"Ayam, ikan, semuanya," jawab Arbani.
"Awas gemuk, makan kamu banyak sekali," ucap Ayuma.
"Hahaha tidak papa, kalau gemuk karena istri sendiri tidak masalah."
Ayuma menghidangkan makanan yang Arbani inginkan di depan nya.
"Sayang kamu jadi berangkat kapan," tanya Ayuma.
"Syukurlah, aku masih ingin berlama-lama dengan kamu, aku belum siap berpisah dengan kamu," ucap Ayuma.
"Sayang jangan membuat ku sedih."
"Aku tidak membuat kamu sedih, kamu harus semangat. 3 tahun saja, tidak lama. Kamu kan juga akan pulang setiap liburan musim," ucap Ayuma.
"Sebenarnya aku tidak ingin pergi, tapi mau bagaimana lagi, aku sudah ada kamu, aku harus sukses agar aku bisa membahagiakan kamu dengan anak kita nanti," kata Arbani.
__ADS_1
"Iya sayang, semangat.."
"Oh iya Ryan akan datang, dia boleh nginap di sini?"
"Silahkan, nanti aku buatkan makanan," ucap Ayuma.
"Jangan repot repot, dia yang akan membawa makanan," kata Arbani.
"Oh begitu, ya sudah tidak papa. Aku tapi tidak ikut gabung dengan kalian, aku ingin istirahat," ucap Ayuma.
"Oh tidak bisa, jatah sayang," kata Arbani.
"Ih kamu mah, seminggu mau berapa kali."
"Lah kamu bagaimana sih, kita baru dua kali. Ya lebih sering lebih baik dong, selagi bisa sering sering kenapa tidak. Nanti kalau aku sudah pergi kita tidak bisa sering sering," ucap Arbani.
"Sayang.."
"Hahaha apa yang aku katakan benar kan," ucap Arbani.
__ADS_1