MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 7


__ADS_3

Ayuma membuang nafasnya dengan perlahan, ia sudah tidak memiliki pilihan lain, dari pada ia jalan lebih baik satu motor dengan Arbani. Lagi pula Arbani tidak akan berani nakal padanya, dengan dirinya Arbani dapat di kendalikan dengan baik.


"Ya sudah ayo, setelah makan langsung antar kan aku pulang ya," ucap Ayuma.


"Siap, tenang saja. Besok motor kamu akan di antar supir," ujar Arbani.


Arbani pun mengambil motor nya, ia membawa motor sport yang sudah lama tidak ia gunakan, selamat ini ia berpergian menggunakan mobil karena lebih nyaman. Sekarang berbeda cerita karena pergi dengan wanita lebih enak naik motor, apalagi dalam masa pendekatan seperti ini.


Ayuma pun naik ke atas motor itu, ia cukup kesulitan karena motor yang cukup tinggi. Apalagi sekarang ia masih menggunakan pakaian guru, hal itu semakin mempersulit nya.


"Pegangan," ucap Arbani.


"Sudah.. Kamu jangan ngebut," kata Ayuma.


"Siap.." Arbani pun membawa motor nya keluar dari halaman rumah nya, karena sudah cukup lama tidak membawa motor membuat Arbani sedikit gerogi, beberapa kali motor nya tersendat-sendat.


"Arbani kamu yang benar," ucap Ayuma.


"Aku gugup, sudah lama tidak membawa motor," kata Arbani dengan jujur, dari pada ia berbohong lebih baik mengatakan nya, Arbani tidak mau Ayuma malah berpikir yang tidak tidak.


Kegugupan Arbani tidak bertahan lama, dalam waktu cepat ia sudah bisa mengendalikan motor nya dengan baik. Hal itu membuat Ayuma merasa lebih tenang, sedari tadi memang Ayuma menahan rasa takut.


Tak lama mereka berdua sampai di tukang nasi goreng langganan Arbani, Arbani menghentikan motornya tepat di depan tukang nasi goreng itu.


"Sampai," ucap Arbani.

__ADS_1


"Bani pacar baru?"


"Ah tidak kang, guru les," ucap Arbani.


"Guru les cantik bener."


"Memang cantik.. Sudah kang jangan banyak berbicara, buatkan nasi goreng dua, yang spesial ya. Awas saja kalau tidak enak," ucap Arbani.


"Siap.."


"Kamu tidak ingin turun," tanya Arbani pada Ayuma yang masih berada di atas motor nya.


"Eh iya." Ayuma pun turun dari atas motor Arbani.


"Kamu sangat akrab dengan nya," ucap Ayuma.


"Hehehe iya, aku sudah sering makan di sini, kadang kalau sedang tidak enak hati aku menemani akang ini sampai pagi," ujar Arbani.


"Jangan sering sering, kamu harus tetap sekolah dengan baik," ucap Ayuma.


"Siap."


Tida membutuhkan waktu nasi goreng yang Arbani pesan sudah datang. Arbani dengan Ayuma langsung menyantap dengan lahap.


"Enak kang," ucap Arbani.

__ADS_1


"Ya pasti dong, tidak mungkin tidak enak."


"Yakin itu bukan pacar?"


"Kepo," ucap Arbani.


"Aku tau bagaimana diri mu Bani, semoga sukses.."


"Siap kang," ucap Arbani dengan senyuman di bibirnya.


"Apa yang mereka berdua bahas, apa sedang membahas ku, ah tidak mungkin pula," batin Ayuma.


Setelah selesai makan dan membayarnya Ayuma meminta Arbani untuk segera mengantarkan nya pulang ke rumah. Tanpa pikir panjang Arbani pun melakukan nya, ia juga ingin sekalian tau dimana rumah guru cantik ini.


Saat dalam perjalanan tiba-tiba hujan deras datang, Arbani ingin berhenti untuk berteduh tetapi Ayuma melarang nya, karena sebentar lagi mereka berdua akan sampai di rumah Ayuma.


"Sampai," ucap Ayuma.


"Ini," tanya Arbani.


"Iya ayo turun dulu, hujan semakin deras," ucap Ayuma.


Arbani pun turun dari atas motor nya, beruntung rumah Ayuma memiliki teras yang cukup luas, jadi motor Arbani bisa masuk ke dalam agar tidak tekena hujan.


"Sangat deras sekali, semoga tidak berhenti agar aku bisa tidur di sini," Batin Arbani.

__ADS_1


__ADS_2