
"Masuk," ucap Ayuma.
"Iya.." Arbani berjalan masuk ke dalam kontrakan, kontrakan yang tidak terlalu besar tetapi sangat pas untuk Ayuma tinggal.
"Wah rumah mu rapi sekali," ucap Arbani.
"Hahaha iya, tidak seperti kamar mu," ujar Ayuma.
"Hehehe iya tidak seperti kamar ku, seperti nya aku membutuhkan istri yang seperti mu," ucap Arbani.
"Tidak ada yang mau dengan pria seperti mu," ujar Ayuma.
"Kata siapa," tanya Arbani sambil menarik tangan Ayuma.
"Bani tangan kamu," ucap Ayuma, ia risih kalau Arbani sudah berani memegang tangan nya seperti ini.
"Maaf, tapi kamu jangan asal berbicara, aku banyak yang suka," ucap Arbani,
"Iya Iya pria tampan seperti mu siapa yang tidak suka. Kamu duduk lah aku akan membuatkan kamu teh hangat," ujar Ayuma.
"Boleh pinjam handuk," tanya Arbani.
"Iya kami cukup basah. Sebentar ya." Ayuma berjalan masuk ke dalam kamarnya, ia mengambil handuk baru untuk Arbani, tidak mungkin ia menyerahkan handuk bekas dirinya.
"Berarti tadi kamu sudah terkena hujan," tanya Ayuma.
"Hmmm beruntung kamu tidak basah."
Ayumi mendekati Arbani dan memegang baju yang Arbani pakai.
"Cukup basah, ganti saja ya, nanti kamu masuk angin," ucap Ayuma.
"Kamu ada baju laki-laki?"
"Ada aku mempunyai dua kaus baju laki laki," ucap Ayuma.
"Bekas suami kamu," tanya Arbani.
__ADS_1
"Hehehe tidak lah, aku sudah pisah dengan nya sejak aku di kampung," jawab Ayuma.
"Ya sudah aku pinjam ya," ucap Arbani.
Ayuma mengambil baju kaus yang biasanya ia pakai kalau sedang kegerahan, beruntung baju kaus itu berukuran besar, Ayuma memang cukup suka memakai baju yang kebesaran.
"Ini kamu mau yang mana," tanya Ayuma.
"Yang merah boleh," jawab Arbani.
Arbani mengambil baju itu dari tangan Ayuma, sedangkan Ayuma langsung berjalan ke dapur untuk membuat teh hangat, walaupun sudah malam tidak mungkin Ayuma langsung meminta Arbani pulang ke rumah nya, apalagi sekarang dalam keadaan hujan deras.
Tak lama teh hangat yang Ayuma buat sudah jadi, ia berjalan kembali mendekati Arbani. Tetapi langkah kakinya langsung terhenti saat melihat Arbani berganti baju.
"Bagaimana mungkin bisa anak 18 tahun memiliki tubuh seindah itu, seperti oppa oppa Korea.." Ayuma terpesona sejenak.
Setelah Arbani selesai memakai bajunya Ayuma kembali melanjutkan langkah kakinya.
"Minum," ucap Ayuma.
"Iya terimakasih.. Kamu sudah lama tinggal di sini?"
"Maaf kamu dengan suami kamu sudah pisah sejak lama ya?"
"Kamu kepo sekali Arbani," ucap Ayuma.
"Aku hanya ingin tau tentang mu, kalau kamu tidak ingin memberitahunya juga tidak masalah," kata Arbani.
"Ya begitu lah, aku dengan dia berpisah sudah sekali lama," ucap Ayuma.
"Tidak ada niat ingin menikah lagi?"
"Ya pasti ada lah, tapi tidak sekarang. Nantikan kalau sudah waktu nya," ucap Ayuma.
"Hahaha iya lebih bagus nanti saja," ujar Arbani.
"Tunggu aku lulus SMA, aku akan melamaremu," batin Arbani.
__ADS_1
"Ada apa kamu tanya seperti itu?"
"Kan tadi aku sudah bilang, aku hanya ingin mengenal dirimu lebih dalam lagi, tidak ada salahnya kan," ucap Arbani.
Setelah mengucapkan hal itu mendadak suasana menjadi canggung, Ayuma cukup terkejut mendengar apa yang Arbani ucapkan.
"Hais kenapa tidak berhenti hujan nya, bagaimana aku bisa pulang, kalau pulang hujan hujanan bisa sakit," ucap Arbani.
"Seperti nya hujan nya akan awet," kata Ayuma.
"Ya sudah nanti aku pulang hujan hujanan saja," ujar Arbani.
"Kalau dia pulang hujan hujanan nanti sakit, kalau sakit malah semakin membuat ku ribet, apa lebih baik aku minta saja dia menginap, lagi pula kontrakan ini ada dua kamar," batin Ayuma.
"Bani, aku percaya kamu bukan pria brengsek, kamu boleh menginap di sini," ucap Ayuma.
"Jangan jangan, aku tidak ingin membuat kamu repot." Arbani berpura pura untuk menolak nya, walaupun sebenarnya ia sangat senang sekali.
"Tidak papa, nanti kalau kamu pulang hujan hujanan malah sakit, aku tidak mau kamu sakit," ucap Ayuma.
Deg.. Jantung Arbani langsung berdetak dengan cepat, bagaimana mungkin bisa Ayuma mengatakan hal itu. Entah sadar atau tidak hal itu membuat Arbani semakin yakin untuk mendekati Ayuma.
"Arbani, bagaimana kamu mau?"
"Iya deh, dari pada aku sakit, katanya kamu tidak ingin aku sakit," ucap Arbani.
"Ya sudah, ayo aku antar ke kamar, aku ambilkan selimut juga," ujarw Ayuma.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar kosong, beruntung Ayuma selalu membersihkan nya jadi Arbani bisa langsung tidur. Ayuma mengambilkan selimut agar anak ini tidak kedinginan.
"Kamu tidak papa kan pakai selimut seperti ini," tanya Ayuma.
"Tidak masalah, aku juga tidak kedinginan, hawa di sini sangat panas."
"Oh iya Terima kasih ya, kamu sangat baik sekali," ucap Arbani.
"Ya sama sama, ya sudah aku keluar. Tidur dengan nyenyak," ujar Ayuma sambil berjalan keluar dari dalam kamar itu.
__ADS_1
Arbani melemparkan dirinya ke atas tempat tidur, ia sangat senang sekali hari ini. Semua hal yang ia inginkan benar-benar terwujud, padahal dirinya tidak memiliki ekspetasi apa apa.
"Semakin dekat ya, jangan berhenti, tetap semangat. Tak sampai satu bulan kalian akan berpacaran," batin Arbani.