
"Arbani.. Kamu jangan asal memeluk orang.."
"Kamu bukan orang.."
"Hahhaa jadi aku apa?" Ayuma mengerutkan dahinya.
"Kamu bidadari," jawab Arbani sambil mempererat pelukannya.
"Bani kamu punya pacar," tanya Ayuma.
"Aku tidak mempunyai pacar, aku sudah putus dengan Putri. Sekarang aku sedang mengincar seseorang untuk menjadi pacar ku, seseorang yang membuat ku gila," jawab Arbani.
"Siapa orang itu, berani sekali membuat kamu gila," tanya Ayuma.
"Hahaha aku tidak tau.. Sekarang kamu masak apa?"
"Masak spaghetti, aku tidak tau apakah kamu suka atau tidak, aku hanya masak apa yang aku inginkan," ucap Ayuma.
"Ya aku suka, aku suka masakan kamu, aku suka semua hal tentang kamu," kata Arbani.
"Jangan menggombal, lebih baik kamu fokus dengan sekolah kamu, ingat kamu akan lanjut ke luar negeri," ucap Ayuma.
"Selain rajin belajar aku tetap dukungan cinta, aku membutuhkan pacar."
"Ya sudah cari lah," ucap Ayuma.
"Sedang mendekatinya, aku berharap semoga dia juga tertarik dengan ku."
Jantung Ayuma tidak karuan mendengar apa yang Arbani katakan, ia tau yang Arbani maksud sekarang adalah dirinya, bagaimana mungkin bisa semuanya terjadi seperti ini. Ayuma sadar rasa tertarik nya dengan pria ini semakin besar, bersama dengan nya pria ini tidak seperti anak sma, entah mengapa Ayuma rasa Arbani memiliki sesuatu hal yang membuat ia juga langsung tertarik padanya.
Makanan yang Ayuma masak sudah matang, mereka berdua duduk bersama di balkon lantai dua. Arbani mengajak Ayuma makan sambil melihat pemandangan yang indah, pemandangan di Vila ini memang sangat indah sekali, apalagi pagi hari seperti ini.
"Kita belajar ya setelah ini," ucap Ayuma.
"Iya, setelah belajar kita jalan jalma," kata Arbani.
"Tidak masalah, dalam satu semester terakhir ada 2 bab lagi yang harus kamu mengerti, nah selama 3 hari ini kamu harus biasa menguasai satu bab, dan minggu depan satu bab lagi. Setelah semua bab selesai, kita akan kembali belajar matematika dari awal kamu masuk ke SMA, tidak semua nya beberapa materi penting yang biasa biasanya keluar di ujian akhir sekolah. Aku ingin membuat kamu pintar matematika."
"Siap.. Terima kasih, aku akan belajar dengan semangat dan sungguh sungguh," ucap Arbani.
"Nah begitu dong, jangan hanya wanita saja kamu pikirkan," kata Ayuma.
"Hehehe wanita tetap nomor satu, matematika nomor dua," ucap Arbani.
__ADS_1
"Bani bani, terkadang kamu terlihat dewasa, terlihat menggemaskan, terlihat menjengkelkan. Kamu benar benar aneh."
"Hahaha ya aku memang bunglon, bisa merubah ubah bentuk," kata Arbani.
"Dih bisa begitu," ucap Ayuma.
"Bisa dong, apa yang tidak bisa aku lakukan," kata Arbani dengan sangat percaya diri..
Ayuma hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya, pria satu ini memiliki sangat percaya diri dalam segala hal.
Setelah selesai makan, mereka berdua langsung fokus belajar, tidak seperti sebelumnya yang hanya beberapa menit saja, kali ini Ayuma meminta Arbani fokus belajar selama 2 jam. Karena nanti akan jalan jalan, tidak masalah sedikit stres di awal.
Setelah jam pertama masih aman, Arbani dapat menerima materi dengan sangat baik, setengah jam ke dua Arbani mulai lambat berpikir, ia mulai bosan dan sibuk sendiri. 1 jam terakhir puncak kebosanan Arbani, ada saja yang ia lakukan, Ayuma sampai mencubit wajah Arbani sangking gemasnya, beruntung walaupun sudah sampai di puncak kebosanan ia tetap bisa menerima materi dengan cukup baik.
"Sudah," ucap Arbani.
"Ya ya sudah, kamu benar-benar ya. Tadi saja di awal fokus, di akhir adaa sajaa yang kamu lakukan," kata Ayuma.
"Aku sangat bosan, kamu tidak tau aku bosan. Aku bosan Ayuma.."
"Ya sekarang kita mau kemana," tanya Ayuma.
"Kamu lihat kebun teh disana, ayo kita jalan jalan ke sana," ucap Arbani
"Hmmm boleh, tapi apa bisa mobil masuk ke dalam sana?"
"Kita naik motor?"
"Iya agar kamu bisa memeluk ku," ucap Arbani sambil menarik tangan Ayuma, mereka berdua pun berjalan keluar dari Vila.
Arbani mengeluarkan motor nya dari dalam bagasi, ia bisa langsung memakai nya karena motor ini di rawat oleh penjaga Vila. Sedari kemarin Ayuma tidak pernah melihat penjaga Vila yang Arbani katakan, ia sampai kebingungan sendiri.
"Bani aku mau tanya, kata kamu ada penjaga Vila, tapi aku tidak pernah melihat nya."
"Ha serius!! Tapi tadi di sana pas kita turun kita berpapasan," ucap Arbani.
"Bani.." Ayuma tampak ketakutan.
"Ayuma, kamu serius tidak sih?"
"Iya aku serius, aku tidak ada melihat nya, itu sebabnya aku bingung sendiri," kata Ayuma.
"Naik.."
__ADS_1
"Jangan membuat ku takut." Ayuma langsung memeluk Arbani dengan erat.
Segera Arbani meninggalkan Vila itu dengan motor nya. Ia membawa Ayuma ke sebuah tempat yang biasanya ia datangi kalau sedang stres. Hanya Ayuma yang pernah ia bawa ke tempat itu, tidak ada lagi lain yang tau tempat itu selain dirinya.
Tak lama mereka berdua sampai, Ayuma mengerutkan dahinya, mereka berdua berada di depan sebuah batu besar yang tidak tau berfungsi untuk apa. Arbani tidak menjelaskan kenapa mereka datang ke batu itu.
"Kamu suka semedi ya di batu ini," tanya Ayuma.
"Hahaha tidak lah, aku sering termenung di sini, kamu pernah stress kan, nah kalau orang stres pasti memerlukan tempat untuk menyendiri," jawab Arbani.
"Oh begitu, ternyata kamu bisa stres juga, di atas batu seperti ini, kamu ada ada saja ya.."
Arbani membantu Ayuma naik ke atas batu itu, nah dari atas situ lah mereka dapat melihat pemandangan yang begitu indah nya. Ayuma saja sampai ternganga sangking indah nya pemandangan di sana.
"Bagaimana bagus kan," tanya Arbani.
"Bagus banget.."
"Fotokan aku." Arbani memberikan handphone nya pada Ayuma.
Ayuma mengambil handphone itu dan mulai memfoto Arbani dengan berbagai angel.
"Benar benar tampan," batin Ayuma.
"Ayuma awas saja foto nya sampai jelek," kata Arbani.
"Hahaha tidak tidak, manusia setampan kamu tidak mungkin jelek," ucap Ayuma.
Setelah memfoto Arbani, Ayuma memberikan handphone nya pada Arbani.
"Bagus tidak," tanya Ayuma.
"Aku memang tampan ya, hidung yang mancung, bibir tipis yang seksi, mata yang tajam dan alis yang tebal."
"Iya kamu benar.. Kamu pakai skincare?"
"Facial wash, dan masker beberapa kali dalam seminggu," ucap Arbani.
"Kulit kamu terlihat sehat," kata Ayuma.
Arbani mengarahkan handphone nya ke arah Ayuma, ia ingin memfoto wanita cantik ini dari samping.
"Diam ya, jangan banyak bergerak," ucap Arbani.
__ADS_1
"Tidak mau." Ayuma memberikan gaya lucu pada Arbani.
"Hahaha iya lucu sekali, ayo lagi." Arbani sangat senang melihat Ayuma memberikan gaya gaya yang lucu.