
Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, bulan ini sudah masuk bulan ke 6 kepergian Arbani ke New York, seharusnya bulan ini Arbani akan kembali ke Indonesia untuk menikahi Ayuma secara resmi. Sampai sekarang Ayuma belum mendapatkan konfirmasi dari sang suami kapan suaminya akan pulang.
Perkembangan toko kue Ayuma berjalan begitu cepat, sangking sukses nya Ayuma sudah mempunyai dua cabang toko kue, kedua cabang itu juga berjalan dengan sukses. Kesuksesan Ayuma sekarang, berkat kerja keras dan dukungan dari keluarga nya, terutama suami dan ayah mertua nya yang memberikan fasilitas yang baik saat ia pertama kali membuka toko kue ini.
Sebagai reward kesuksesan nya sekarang, Ayuma ingin mengajak karyawannya liburan ke luar negeri, tetapi ia tidak tau kemana. Beberapa agen travel sudah ia hubungi, mereka merekomendasikan kota tempat Arbani berada yaitu New York. Ayuma berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan itu, ia takut Arbani akan marah jika ia sampai ke sana, tetapi kalau ia ke sana dirinya bisa bertemu dengan sang suami.
"Sudah buk kesana saja, nanti ibu bisa bertemu dengan bapak. Kami tidak akan ganggu kok, kami akan jalan jalan tour guide."
"Itu mah mau nya kamu, tapi kamu benar juga sih, dia juga mau kembali ke Indonesia. Nanti kami bisa kembali bersama," ucap Ayuma.
Saat sedang berpikir dengan karyawan nya, Tiba-tiba handphone Ayuma berbunyi. Terlihat panggilan dari orang yang sedang mereka bicarakan, siapa lagi jika bukan Arbani.
"Tu dia langsung menghubungi ku, ya sudah kita ke sana saja. Kamu urus ya, hubungi agen travelnya kembali.. Aku angkat ini dulu," ucap Ayuma sambil berjalan menjauh dari mereka semua, ia masuk ke dalam ruangan nya agar aman dari jangkauan karyawannya.
"Halo sayang, kenapa lama sekali sih ngangkat nya," ucap Arbani.
"Hehehe maafkan aku sayang, kamu sudah menerima kiriman dari ku," tanya Ayuma.
"Sudah ini, enak sekali. Makasih sudah rajin mengirimkan makanan," jawab Arbani.
__ADS_1
"Sayang kamu kapan kembali? Bukan nya ini sudah bulan ke 6, terus siapa yang akan mengurus pernikahan kita," tanya Ayuma.
"Aku kembali di minggu ke 3. Ucap pernikahan kamu tenang saja, aku sudah meminta orang mengurus nya, orang yang sama yang mengurus pernikahan siri kita," jawab Arbani.
"Oke kalau benar begitu aku bisa lebih tenang, aku hanya tinggal menunggu kamu pulang saja."
"Aku tidak akan memberitahu kamu kapan tanggal pasti aku akan pulang, aku ingin memberikanmu kejutan seperti biasanya," ucap Arbani.
"Kita lihat saja nanti, yang terkejut aku atau kamu," kata Ayuma dengan nada yang menggoda.
Arbani mengerutkan dahinya, ia mengedipkan satu matanya untuk meminta kode apa yang ingin Ayuma lakukan, jarang-jarang ayuma mengatakan hal seperti ini.
"Hahaha tidaklah, yang ini saja sudah membuatku repot. Kamu tahu kan aku sudah membuka dua cabang lagi, dua cabang itu saja sudah membuatku kelelahan."
"Jadi apa sayang," tanya Arbani.
"Kamu tunggu saja nanti," jawab Ayuma sambil tersenyum.
Mendengar apa yang Ayuma katakan membuat arbani semakin tidak sabar untuk segera pulang ke rumah, ia penasaran apa yang sedang istrinya persiapkan untuk membuatnya terkejut.
__ADS_1
Karena perbedaan waktu yang sangat jauh panggilan telepon itu pun terputus, Arbani harus istirahat sedangkan Ayu melanjutkan pekerjaannya. Ayuma juga ingin menanyakan hal apa saja yang harus disiapkan sebelum berangkat ke New York.
***
Keberangkatan Ayuma dilakukan seminggu sebelum arbani kembali ke Indonesia. Ayuma tidak tahu kapan pasti sang suami pulang ke Indonesia, ia hanya menduga-duga saja, yang terpenting tidak terlalu mepet minggu ke tiga, takutnya malah mereka tidak bertemu.
Ini kali pertamanya Ayuma naik pesawat dengan durasi yang sangat panjang sekali, dirinya akan merasakan apa yang arbani rasakan setiap kembali Indonesia. Sebenarnya Ayuma sangat takut sekali, naik pesawat jakarta-bali saja ia menghabiskan waktu dengan tidur. Sekarang ya tidak bisa melakukan itu karena perjalanan lebih dari satu hari. Demi bertemu dengan Arbani Ayuma rela melawan rasa takutnya.
Sesampainya di New York, Ayuma berpisah dengan para karyawan nya. Ia tidak ikut dengan mereka semua, tujuan utama nya kesini untuk bertemu dengan sang suami. Kebetulan saat ia sampai di New York hari sudah malam kalau begini Arbani sudah pasti ada di apartemen nya.
Beruntung Ayuma tahu di mana alamat apartemen tempat Arbani tinggal, selama 6 bulan ini yang selalu mengirimkan paket ke apartemen itu jadi ya tidak perlu menghubungi Arbani. Dirinya akan memberikan kejutan besar untuk sang suami.
Ayuma menaiki taksi untuk pergi ke apartemen itu, beruntung apartemen Arbani berada di pusat kota, hal itu membuat Ayuma tidak kebingungan mencari kendaraan. Naik taksi saja sudah cukup untuk mengantarkannya ke apartemen itu.
Di dalam apartemen arbani kebingungan karena sang istri tidak dapat dihubungi sejak kemarin malam. Padahal hari sebelumnya mereka berdua masih saling berhubungan tanpa ada masalah, jarang-jarang Ayuma tidak bisa dihubungi seperti ini. Kalau tidak karena ada masalah Ayuma tidak akan menghilang seperti sekarang ini.
"Sebenarnya dimana dan kemana, Kenapa dia tidak bisa aku hubungi ya. Apa dia terhasut hal-hal yang tidak baik lagi, atau dia malah selingkuh." Pikiran buruk arbani mulai menghantui otaknya.
Saat sedang termenung menunggu kabar dari sang istri tiba-tiba bel yang berbunyi. Arbani merasa tidak mempunyai janji dengan teman-temannya, mereka tidak akan datang jika ia tidak mempunyai janji, karena penasaran siapa yang memencetnya Arbani pun memutuskan untuk membuka pintu apartemen itu.
__ADS_1
"Sayang," ucap Arbani dengan wajah yang terkejut, ia tidak pernah menyangka sang istri menyusul nya ke tempat ini.