
Ayuma langsung memeluk suaminya, begitu juga dengan Arbani yang langsung membahas pelukan hangat dari sang istri. Ia masih terkejut dengan kedatangan Ayuma yang secara tiba-tiba, padahal seminggu lagi ia akan kembali ke Indonesia.
"Kenapa kamu sampai sini," tanya Arbani.
"Aku merindukan mu, kamu lama sekali," jawab Ayuma..
"Sayang kan…." Arbani menutup pintu apartemen nya dan membawa Ayuma ke dalam kamar nya.
Mereka berdua berbaring di atas tempat tidur sambil berpelukan.
"Serius? Kamu datang hanya untuk bertemu dengan ku," tanya Arbani sambil mengusap wajah sang istri.
"Hehehe tidak sih, sebenarnya aku tidak sendiri. Aku bersama dengan karyawan yang lainnya, sekitar 13 orang, mereka aku traktir liburan ke luar negeri karena kesuksesan kami dalam berbisnis. Karena aku juga ingin ke tempat kamu berada ya sudah kami memutuskan untuk ke New York," jelas Ayuma.
"Pantas saja, dari kemarin aku tida bisa menghubungi kamu, kamu hilang secara tiba-tiba. Padahal kita tidak ada masalah, aku pikir kamu selingkuh."
Ayuma mencubit wajah Arbani.."Selingkuh saja yang kamu pikirkan."
"Aduh sakit sayang, kamu mah.." Arbani mengusap wajah tampan nya.
Ayuma memperhatikan wajah Arbani secara sesama, ia rasa ada perubahan di wajah Arbani. Tubuh nya juga terada berbeda, Arbani terasa lebih besar dari beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
"Kamu rajin ngegym ya," tanya Ayuma.
"Hehehe tau saja kamu," jawab Arbani.
"Begini kalau menikah dengan anak di bawah umur, pasti akan mengalami perubahan bentuk tubuh. Kamu masih 19 tahun masih berkembang, nanti setelah 21 tahun kamu selesai kuliah aku pasti semakin pangling dengan kamu," kata Ayuma.
"Begitu ya, kamu tidak bisa lebih besar lagi?"
"Sayang aku sudah tua, mana bisa lebih besar lagi. Emang kamu mau apa yang besar dari ku," tanya Ayuma.
"Kamu jangan mancing mancing sayang, kalau aku bilang aku mau itu bagaimana," tanya Arbani.
"Sayang.. Kamu tidak puas?"
"Ya tidak papa, kamu kuliah aku jalan jalan, nanti kamu pulang ke apartemen aku juga pulang," kata Ayuma.
"Begitu ya, ya sudah tidak papa, kamu juga harus tau tempat ini. Nanti di hari terakhir aku masuk kuliah di semester ini, aku akan membawa mu ke kampus, ada acara kampus yang harus membawa pasangan," ucap Arbani.
"Kalau misal aku tidak datang ke sini, kamu tidak berangkat ke acara itu dong," tanya Ayuma.
"Berangkat, aku dengan teman ku," jawab Arbani.
__ADS_1
"Wanita lain, berarti kamu selingkuh," ucap Ayuma dengan wajah yang marah.
Arbani mendekati kuping Ayuma dan membisikkan sesuatu pada Ayuma. Ayuma sendiri begitu terkejut setelah mendengar apa yang Arbani katakan.
"Serius," tanya Ayuma.
"Hahaha iya sayang dua rius mahalan, ya tidak papa sih. Dari pada aku di incar banyak wanita," kata Arbani.
"Tapi kamu jadi di incar banyak pria."
"Tidak juga sayang, sudah kamu jangan banyak berbicara hal seperti itu. Yang terpenting aku aman, dan aku tidak akan di jebak seperti sebelumnya," kata Arbani.
"Nanti kalau aku datang apa kata mereka, kamu kan.."
"Hahhaa ya aku jujur saja, jangan memikirkan perkataan orang lain," ucap Arbani sambil mencium bibir sang istri.
"Aku ingin mandi, aku sangat lelah," kata Ayuma.
"Ya sudah mandi sana, aku beli makanan dulu ya. Kamu lapar tidak?"
"Iya sangat lapar," ucap Arbani.
__ADS_1
Ayuma pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Arbani keluar apartemen untuk membeli makanan. Seperti biasanya ia memberi makanan tepat di lantai dasar, semua makanan yang Arbani suka ada di sana.
Setelah Ayuma selesai mandi dan Arbani selesai menyiapkan makanan untuk istri nya, mereka berdua kembali duduk bersama di ruang makan. Ayuma sangat kagum dengan apartemen Arbani yang begitu mewah dan bersih, ia sendiri juga akan betah jika tinggal di tempat semewah ini.