MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 13 S2


__ADS_3

"Tangan kamu sayang," ucap Ayuma.


"Hahaha kapan dia akan isi anak kita," tanya Arbani.


"Segera," jawab Ayuma.


Arbani mengusap ngusap perut istri nya, ia sudah sangat ingin mempunyai anak dari pernikahan nya dengan Ayuma, sayang nya untuk beberapa tahun mereka ia tidak bisa mewujudkan keinginan nya.


"Kalau kamu aku aku tidak masalah hamil tanpa kamu," ucap Ayuma.


"Jangan sayang, nanti siapa yang akan menanami mu, siapa yang akan melayani kamu kalau kamu menginginkan sesuatu. Aku juga tidak tega membiarkan kamu hamil sendiri tanpa aku di sampingmu," kata Arbani.


Ayuma mencium wajah sang suami. "Kalau begitu aku akan hamil setelah kamu benar-benar kembali ke sini," ucap Ayuma.


Arbani kembali memeluk Ayuma, ingin rasanya ia terus di samping sang istri. Tetapi sayang nya untuk saat ini ia tidak bisa melakukan nya. Waktu nya dengan Ayuma hanya tinggal beberapa hari lagi, kalau boleh memilih ia tidak ingin kembali ke New York.


Setelah dari toko itu mereka berdua jalan jalan sejenak, keduanya menghabiskan waktu bersama sebelum kembali ke rumah.


"Sudah mengantuk," tanya Arbani.


"Iya sayang, pulang yuk."


"Ya sudah ayo pulang, besok kita jalan jalan lagi," ucap Arbani.


Karena Ayuma juga sudah sangat mengantuk mereka berdua pun pulang ke rumah, sesampainya di rumah mereka langsung masuk ke dalam kamar mandi, mereka ingin bersih dulu baru berbaring di atas tempat tidur.


"Sayang kamu tidak menghubungi ayah kamu," tanya Ayuma.


"Aku sudah menghubungi aku, dan semuanya baik-baik saja. Ayah dan kedua Mamah ku di sana mereka bahagia."


"Kapan mereka kembali? Aku jadi kangen dengan mereka, sebelum mereka pergi kami sempat makan malam bersama di rumah kamu. Kami banyak bercerita dan tertawa bersama-sama, ternyata keluarga kamu sangat hangat sekali. Aku jadi penasaran sekarang rumah kamu kosong atau ditempati oleh orang lain, sampai sekarang aku belum berani ke sana lagi."


"Aku juga kangen mereka, rumah ku sekarang di tempati oleh paman ku. Ayah sudah menyiapkan rumah baru untuk mereka nanti, jadi saat mereka kembali ke sini mereka tidak akan tinggal di rumah itu lagi. Tapi kalau aku berhasil, kalau aku tidak berhasil mereka tidak akan kembali untuk selama lamanya," ucap Arbani.


"Sebenarnya kesalahan apa yang di buat ayah," tanya Ayuma.


"Sepertinya aku sudah pernah menjelaskan nya pada mu atau belum ya…"

__ADS_1


"Aku jaga lupa," ucap Ayuma.


"Ayah menikah lagi secara diam diam, sebenarnya masalah itu juga sudah hampir selesai tetapi ada beberapa oknum yang membuat semuanya semakin ribet. Jadi ya begitu lah, mau bagaimana lagi kata ayah ini sudah menjadi tanggungan nya."


"Siapa oknum itu?"


"Kamu kan tau ada beberapa orang yang tidak suka kita menikah, kalau tidak mereka siapa lagi, kenapa juga mereka tidak suka kita menikah," ucap Arbani.


"Oh iya sayang.." Ayuma menganggukkan kepalanya.


Arbani mendekati Ayuma yang sedang asik sabunan, ia sangat gemas dengan tubuh sang istri yang semakin seksi saja. Ia sering melihat tubuh wanita seksi di luar sana, tetapi tubuh istrinya masih yang terbaik.


"Kamu membuat dia bangun," bisik Arbani.


"Sayang tadi siang sudah," ucap Ayuma.


"Hahaha, melihat kamu membuat dia bangun terus." Arbani memeluk Ayuma dari belakang, mereka berdua berpelukan di bawa air yang mengalir.


"Sayang.."


"Kamu sunat kapan," tanya Ayuma.


"Sayang pertanyaan macam apa ini?"


"Hahaha penasaran aku, kenapa bentuk nya bagus sekali," ucap Ayuma.


"Aku sunat sunat umur 11 tahun, saat masih kelas 5 sd. Waktu itu aku takut, aku ngumpet di gudang," kata Arbani.


"Ha?? Lalu bagaimana?"


"Ya di temukan ayah, aku di pukul dulu. Di masukan ke dalam kolam renang. Kata ayah biar kulit nya lembut," ucap Arbani.


"Hahaha kamu lucu sekali sayang.. Terus bisa lembut gak."


"Bisa dong, tapi aku tetap takut.. Jadinya aku di bius total, bentuk nya jadi bagus sekali," ucap Arbani.


"Kamu suka bentuk nya?"

__ADS_1


"Lucu sekali," ucap Ayuma.


Arbani tertawa mendengar ucapan Ayuma, ia sendiri tidak merasa lucu dengan milik nya. Ia malah merasa keren, dan terkadang merasa aneh. Dulu sebelum menikah Arbani risih dengan ukuran junior nya, saat ia menggunakan celana olahraga suka meneplak. Tetapi sekarang ia baru merasakan kegunaan benda itu, benda itu sangat membuat rumah tangga nya bahagia.


****


Beberapa hari pun berlalu, hari ini hari terakhir Arbani di rumah, besok malam ia akan kembali ke New York untuk melanjutkan kuliah nya. Sebenarnya Arbani masih ingin satu minggu lagi di sini, ia sudah meminta cuti tambahan ke kampus, tetapi sampai sekarang belum ada balasan dari pihak kampus.


"Sayang.. Kita tidak kemana mana kan hari int," tanya Ayuma.


"Tidak sayang, kita di rumah saja, aku ingin bersenang senang dengan mu di rumah," jawab Arbani.


"Kolam renang," tanya Ayuma.


"Hahaha iya, sudah lama aku tidak berenang," jawab Arbani.


"Kamu mah suka berenang dengan para wanita cantik," ucap Ayuma.


"Iya sayang, aku ambil kegiatan berenang," kata Arbani.


"Nah kan.."


"Tenang khusus Pria kok, tidak ada wanita nya."


"Nanti kamu jadi belok bagaimana," tanya Ayuma.


"Ya tidak mungkin lah, kamu sering sering angkat panggilan video call dari mu. Jadi aku bisa melihat yang enak enak.. Sekarang kamu masak apa?"


"Hehehe aku malu sayang.. Aku sedang masak ayam," ucap Ayuma.


"Ayam? Kamu apakan sayang," tanya Arbani.


"Goreng saja, lagi habis bumbu bumbu masakan," jawab Ayuma.


"Mau aku antar belanja," tanya Arbani.


"Tidak sayang, aku ingin seharian dirumah dengan kamu," jawab Ayuma.

__ADS_1


__ADS_2