
Waktu terus berlalu, beberapa minggu setelah Arbani dengan Ayuma jadian, hubungan mereka sekarang sudah menginjak lebih dari 8 minggu, sudah cukup lama untuk wanita yang baru pertama kali berpacaran. Arbani maupun Ayuma sama sama bucin gila, keduanya semakin lengket dah semakin saling mencintai. Sudah tidak ada jarak lagi diantara mereka berdua, walaupun sekarang hubungan mereka masih menjadi rahasia.
Arbani juga semakin sibuk dengan sekolah nya, ia sudah tidak les lagi dengan Ayuma. Karena sekarang di sekolah sudah ada les tambahan sampai jam 6 sore, sudah tidak ada waktu lagi untuk Ayuma mengajari Arbani, ia juga salah satu guru yang mengajar les di sekolah.
Walaupun begitu Ayuma dan Arbani tetapi memiliki waktu bersama, mereka selalu mempunyai cara agar dapat bertemu dan menghabiskan waktu bersama, Arbani takut kalau komunikasi diantara mereka berdua jelek hubungan keduanya bisa jelek pula, Arbani tidak mau itu terjadi.
"Hari ini kamu ada di kelas aku kan," tanya Arbani.
"Iya, kamu sudah makan? Ayo makan bersama dengan ku," jawab Ayuma.
"Hehehe walaupun aku sudah belum makan aku tetap makan masakan kamu. Hari ini kamu masak apa sayang," tanya Arbani.
"Aku masak cumi, kamu bisa makan cumi kan?"
"Bisa, kecuali udang dan kerang," ucap Arbani.
"Beruntung aku kematangan membeli cumi," kata Ayuma.
"Hehehe kamu kan selalu tau aku." Arbani duduk di samping Ayuma.
"Sayang sebentar lagi aku lulus, minggu depan aku sudah ujian kemudian aku lulus, 1 bulan aku di sini. Setelah itu aku langsung terbang ke New York, ternyata kakek nenek ku juga merencanakan iini semua aku tidak bisa apa apa," ucap Arbani.
"Tidak papa, kamu pasti suskes. Aku yakin kamu pasti bisa suskes," kata Ayuma.
"Iya sayang.." Arbani mengecup wajah sang pacar.
Mereka berdua makan bersama dengan sangat lahap, sudah cantik pintar masak pula, itu lah yang membuat Arbani semakin tergila gila dengan wanita ini.
Sore hari nya, jam Ayuma pun mulai. Ia masuk ke dalam ruang kelas dengan semangat, bagaimana tidak semangat pacar nya saja ada di dalam ruangan itu, sampai malam pun dia mengajar di sana ia tetap akan betah.
__ADS_1
"Selamat sore semua, seperti yang saya katakan minggu lalu hari ini kita akan melaksanakan ulangan harian. Sudah siap semua."
"Siap.." Arbani berteriak dengan semangat, hal itu membuat semua orang terkejut, bagaimana mungkin bisa seseorang Arbani semangat dalam belajar.
"Arbani jangan membuat semua orang curiga," bisik Ryan.
"Hahaha aku sudah pintar matematika, aku semangat sekali," kata Arbani.
"Aku menyontek dirimu ya."
"Salin semua jawaban ku," ucap Arbani.
Ayuma pun membagikan lembar soal ulangan, saat di depan meja Arbani ia mengedipkan satu mata nya, kedipan mata itu berarti Arbani harus mendapatkan nilai yang tinggi.
Arbani hanya tersenyum, kalau di kelas Ayuma memeng penguasa tetapi kalau di ruangan lain ia lebih mengusai, sejak beberapa waktu terakhir Arbani mulai mengambil alih hubungan mereka. Ia tidak mau Ayuma terus dominan karena ia seorang pria.
Setelah selesai ulangan dan jam mengajar selesai, Ayuma berpamitan dan meninggalkan ruangan kelas itu, murid yang lainnya juga pergi meninggalkan ruangan itu karena jam pulang sudah datang.
"Mau pulang," tanya Ryan.
"Sudah pasti tidak lah, enak saja langsung pulang. Pacaran dulu lah," ucap Arbani.
"Eh bagaimana dengan pacar mu yang lainnya, seperti nya kau serius sekali dengan Ayuma."
"Hahhaa iya lah, tidak mungkin aku tidak serius dengannya, aku mencintainya dan pacar ku yang lainnya sudah aku putuskan," ucap Arbani.
"Wah wah wah, anak ini benar-benar ya."
"Hahaha bye.. Nanti malam ke rumah ku saja," ucap Arbani.
__ADS_1
"Siap.."
Arbani berjalannya keluar dari ruangan kelasnya, ia masuk ke dalam ruangan Ayuma yang memang di samping ruangan kelasnya.
"Sayang," ucap Arbani.
"Sayang kenapa jawaban kamu dengan Ryan sama semuanya," ucap Ayuma.
"Hahaha tidak papa sayang, aku tidak mungkin tidak memberikan nya contekan," kata Arbani.
"Tidak bisa dong, kalian berdua harus mengulang. Aku tidak bisa pilih kasih, sudah aku katakan jangan campurkan hubungan kita dengan sekolah kamu," ucap Ayuma.
Arbani membuang nafasnya dengan perlahan. "Iya sayang, maafkan aku."
Arbani berjalan mendekati Ayuma, ia menarik Ayuma ke pelukan nya.
"Kapan kita malam mingguan," tanya Arbani.
"Malam ini, aku sangat merindukanmu. Sudah cukup lama kita tidak jalan," jawab Ayuma.
"Hahaha, malam mingguan di kamar ku saja ya," kata Arbani.
"Aku diam diam masuk ke dalam kamar kamu, tidak mau lah," ucap Ayuma.
Arbani tersenyum mendengar ucapan Ayuma, ia memang beberapa kali mempunyai niat untuk membawa Ayuma pulang ke rumah.
Arbani mengusap wajah pacar nya, ia benar-benar gemas dengan wanita ini. Perlahan Arbani mendekati bibir Ayuma untuk mencium nya. Tetapi Ayuma segera memalingkan wajah nya.
"Jangan dong, ini lingkungan sekolah," ucap Ayuma.
__ADS_1