MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 25


__ADS_3

Ayuma juga langsung menghubungi keluarga nya, ia membicarakan niat baik nya untuk menikah kembali, beruntung keluarga nya juga setuju dengan keputusan nya, karena ia berada di kota yang berbeda dengan keluarga nya, hanya adik Ayuma yang datang ke kota. Ayuma meminta sang adik datang minggu depan, ia ingin membuat Arbani dekat dulu dengan adiknya.


Keesokan harinya, seperti biasanya Ayuma menunggu Arbani di depan gang rumah nya, dari pagi tadi Arbani sudah memberikan kabar jika ia akan segera datang, dari pada Arbani masuk lagi ke gang rumah nya, Ayuma memutus untuk menunggu pacar nya di depan saja, ia juga tidak ingin terlalu merepotkan Arbani.


"Sayang." Arbani melambaikan tangan nya.


"Mobil baru lagi," tanya Ayuma.


"Tidak, ini mobil kakek, bagus kan. Ayo masuk."


Segera Ayuma berjalan masuk ke dalam mobil, ia benar-benar puas naik berbagai macam mobil mewah bersama Arbani. Menjadi istri Arbani benar-benar sebuah keuntungan yang besar.


"Kiss," ucap Arbani.


Satu kecupan manis mendarat di bibir Arbani.


"Sayang.. Minggu depan adik ku datang, aku ingin kamu yang menjemput nya dan kamu yang menyediakan tempat tinggal untuk nya. Kalian berdua harus dekat agar pernikahan kita berjalan dengan lancar," ucap Ayuma.


"Oke oke. Tenang saja." Arbani yakin mudah untuk nya agar bisa dekat dengan adik Ayuma.


"Hari ini juga kamu akan mendapatkan tugas tambahan dari ku, berikan soal ini juga pada Ryan, kalian jangan kerja sama lagi." Ayuma memasukan dua buah kertas ke dalam tas Arbani.


Sesampainya di sekolah mereka berdua berpisah, Ayuma masuk ke ruangannya sedangkan Arbani masuk ke dalam kelasnya.

__ADS_1


"Gara gara dirimu," ucap Arbani sambil duduk di samping Ryan.


"Ada apa," tanya Ryan, ia bingung kenapa tiba tiba Arbani datang dengan marah.


"Kau tau tidak, karena dirimu yang mencontek aku, nilai kita tidak keluar. Sekarang kita mengulang lagi dengan soal yang berbeda," ucap Arbani.


"Ahhh pacar mu benar-benar ya.. Arbani kau sudah pintar matematika, tolong bantu aku ya"


"Kau tau uang jajan ku tinggal sedikit, kalau kau ya biasanya lah," kata Arbani.


"Siap, nanti aku kirim, kakek nenek ku baru datang, mereka langsung mengisi atm ku."


Begini lah enaknya mempunyai sahabat yang kaya raya, mereka bisa saling berbagi dan membantu jika membutuhkan uang.


Sebelum guru masuk Arbani membantu Ryan mengerjakan soal matematika, Arbani merasa sangat kesal karena soal Ryan jauh lebih mudah di bandingkan dengan dirinya, ia sendiri cukup kesulitan mengerjakan soal milik nya sendiri.


"Sudah siap," tanya Ayuma.


"Hmmm, kamu jahat.. Soalku sangat sulit sekali," kata Arbani.


"Hahaha kamu kan sudah pintar sayang, kamu sudah les dengan ku, tidak mungkin kamu tidak bisa," ucap Ayuma.


"Sayang kamu nanti naik taksi online saja ya, aku akan memesan nya. Aku ada janji siang ini dengan ayah ku, seperti nya aku tidak kembali sampai sore," kata Arbani.

__ADS_1


Ayuma memicingkan matanya, pria ini dulunya sangat playboy ia takut Arbani malah jalan dengan wanita lain.


"Nah lihat, ayah ku mengirimkan pesan," ucap Arbani.


"Hehehe iya sayang. Aku percaya kok, ya sudah kamu semangat dan hati hati ya.. Jangan terlalu lelah bekerja," kata Ayuma.


Arbani mendekati Ayuma dan mengecup bibir manis pacar nya.


"Sebentar lagi aku mmemiliki mu, aku sangat menyayangimu," ucap Arbani.


Ayuma memeluk Arbani dengan erat. "Aku sangat mencintai mu, entah mengapa aku hisa mencintai mu begitu dalam. Kamu benar-benar pria yang luar biasa, aku tidak sabar untuk segera menikah dengan mu sayang," ucap Ayuma.


"Pelukan mu membuat adik ku berdiri sayang," bisik Arbani.


"Sayang…" Ayuma terbelalak merasakan benda keras di atas perut nya.


"Jangan bergerak, atau dia semakin bangun, memang pagi pagi begini suka bangun," ucap Arbani.


Ayuma menelan air ludah nya dengan kasar. "Sayang lepas," ucap Ayuma.


"Kamu siap siap saja, diameternya 17 CM dan panjang nya 20 Cm." Arbani melepaskan pelukan itu dan berjalan keluar dari dalam ruangan itu.


Segera Ayuma mengambil penggaris, ia mencocokkan ukuran milik Arbani dengan penggaris yang ada di dalam ruangan itu, tidak lupa diameternya pun juga.

__ADS_1


Ayuma merinding sendiri, tak heran kenapa bisa seperti itu karena Arbani keturunan bule. Bule memang memiliki ukuran di atas rata rata.


"Kau sudah 24 tahun, tapi seperti ini. Kau sudah dewasa, jangan seperti anak kecil lagi. Terima saja apa yang ada," batin Ayuma.


__ADS_2