MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 26


__ADS_3

Setelah jam perjalanan pertama selesai, Arbani bersiap siap untuk pergi meninggalkan kelas. Seperempat yang ia katakan tadi, ia mempunyai rencana pergi bersama dengan ayahnya. Arbani sedikit lebih baik pada sang ayah, karena Wijaya sudah memberikan restu padanya untuk menikahi Ayuma.


Sebelum pergi Arbani menyempatkan diri masuk ke ruangan Ayuma untuk meminta semua data diri milik Ayuma, ia ingin segera menyerahkan semuanya pada ayahnya.


"Sudah kamu siapkan sayang," tanya Arbani.


"Sudah dong sayang." Ayuma memberikan semuanya pada Arbani.


"Makasih cantik… Aku pergi dulu, jangan merindukan ku," ucap Arbani sambil memeluk pacar nya.


"Tidak akan… Kayak mau kemana saja kamu," kata Ayuma.


Setelah mendapatkan semuanya Arbani pun pergi meninggalkan ruangan itu, ia segera masuk ke dalam mobil dan membawa mobil itu ke perusahaan ayahnya.


Sesampainya di sana Arbani, masuk ke ruangan tempat biasanya ia menunggu Wijaya. Arbani enggan ke ruangan sang ayah, ia tidak mau bertemu dengan sekertaris sang ayah yang sangat gatal padanya. Memang ketampanan nya membuat semua orang lupa diri.


"Kamu sudah datang," ucap Wijaya sambil duduk di samping Arbani.


"Sudah.. Ini yah." Arbani memberikan data diri Ayuma.


Wijaya pun mengambilnya dan melihat semuanya, ia ppenasaran siapa yang ingin Arbani nikahi.


"Ha.. Dia bukan nya guru les kamu," tanya Wijaya.

__ADS_1


"Iya yah, cantik kan dia sangat menggoda," jawab Arbani.


"Serius kamu mau menikah dengan nya, dia bukan nya janda. Arbani kalau kamu mau, ayah bisa mencarikan wanita yang lebih dari nya," ucap Wijaya.


"Ayah aku tidak butuh yang lebih, aku sangat mencintai nya. Dia lebih dari apapun, dia memang janda tapi bersegel," kata Arbani.


"Dia belum kau buat hamil kan? Awas saja kau sampai membuat nya hamil sebelum menikah, terserah mu lah. Ini pilihan mu, paling kalau kau sudah bosan kau mencari yang lain," ucap Wijaya.


"Tidak akan, aku tidak seperti ayah.. Sudah jangan membahas nya, sekarang apa yang ingin ayah tunjukkan pada ku."


"Ayo ikut ayah," ucap Wijaya.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan ruangan itu.


Sebisa mungkin Arbani mengatur waktu agar tetap bisa menjemput pacarnya, ia tidak ikhlas Ayuma naik mobil dengan pria lain, walaupun itu hanya supir taksi online.


Pukul setengah 6 sore, Arbani sudah berada di depan gerbang sekolah nya. Ia sudah menghubungi Ayuma agar langsung ke mobil nya saja.


Ayuma yang mendapatkan kabar itu segera menyelesaikan pekerjaan nya, beruntung sore ini ia tidak mempunyai kelas. Saat jam selesai, Ayuma buru buru keluar sekolah, ia tidak mau pacar nya menunggu terlalu lama.


"Sayang," ucap Ayuma sambil masuk ke dalam mobil.


"Kamu sudah selesai?"

__ADS_1


"Sudah dong, ayo pulang. Tapi tadi katanya kamu tidak bisa pulang dengan aku," ucap Arbani.


"Hahaha aku usahakan, bagaimana penampilan ku tampan tidak." Arbani merasa bangga memakai pakaian kantornya, ia sudah seperti ceo muda pertama ternama.


"Kamu terlihat sangat dewasa, semakin tampan saja," ucap Ayuma yang terpesona dengan pacar nya.


"Hahaha sudah pasti dong."


Arbani pun menjalankan mobil itu, ia ingin segera sampai di rumah Ayuma. Di sana ada yang ingin ia berikan pada Ayuma.


Sesampainya di rumah, Arbani memberikan sebuah paperback pada Ayuma. Ayuma cukup bingung mendapatkan sebuah paperback besar dari Arbani.


"Apa ini," tanya Ayuma.


"Kamu lihat dulu," jawab Arbani.


Segera Ayuma membuka nya. "Kain," ucap nya.


"Nah ini bahan gaun yang akan kamu pakai, ada beberapa bahan nanti kamu lihat satu satu, besok kamu berikan pada ku mana yang kamu suka."


"Sayang makasih, aku tidak perlu seperti ini." Ayuma langsung memeluk Arbani.


"Hahaha aku ingin yang terbaik untuk pernikahan kita."

__ADS_1


__ADS_2