MENCINTAI GURU KU

MENCINTAI GURU KU
Bab 20


__ADS_3

"Berenang sini," ucap Arbani.


"Tidak mau ah," kata Ayuma.


"Sayang kalau aku berkumis dan berjenggot bagaimana? Apa aku akan terlihat semakin tampan," tanya Arbani.


"Ya bisa saja kamu terlihat semakin tampan, dan bisa juga kamu terlihat jelek. Aku tidak perlu melihat kamu berjenggot dan berkumis, emang nya sudah tumbuh?"


"Kamu pikir aku anak kecil, aku sudah hampir 19 tahun," kata Arbani.


"Hahaha jangan deh, aku lebih suka melihat kulit mulus kamu," ucap Ayuma.


"Begitu oke oke." Arbani kembali memakan nasi goreng masakan pacarnya.


Malam hari nya, Arbani kembali belajar dengan fokus, mempunyai pacar seorang guru memang memiliki keuntungan tersendiri, Arbani jadi tidak memiliki beban akan nilai matematika nya. Ia bisa meminta Ayuma menaikan nilai matematika nya agar tinggi.


"Aku tidak usah belajar lagi ya, aku kan sudah punya pacar yang bisa merubah nilai ku dengan baik."


"Eh enak saja, tidak bisa seperti itu. Kamu tetap harus belajar. Tidak boleh seenaknya," Kata Ayuma.


"Sayang kamu kok begitu sih.." Arbani merengek di depan Ayuma.


"Berhenti menunjukkan wajah jelek mu, kalau kamu tidak mau belajar lebih Baik kita putus saja."


"Eh jangan, iya iya aku akan belajar dengan rajin," ucap Arbani.


"Hahaha begitu dong, kamu harus belajar dengan rajin," kata Ayuma.


"Kamu pasti bisa, aku ingin masa depan yang baik untuk kamu," kata Ayuma.


"Setelah lulus SMA aku ingin menikahi kamu," ucap Arbani.


"Kamu kan mau lanjut di New York, mana mungkin bisa sayang. Fokus saja dengan pendidikan kamu," kata Ayuma.


"Sayang aku takut kalau kita tidak ada ikatan kamu akan pergi meninggalkan ku. Kamu harus nurut apa yang aku rencanakan, jangan membantah," ucap Arbani.


"Sudah sudah, lebih baik sekarang kita fokus belajar," kata Ayuma.

__ADS_1


"Iya iya.."


Mau tidak mau Arbani mengikuti apa yang pacar nya katakan, ia tidak mau hubungan nya yang baru di bentuk sudah putus saja.


"Sayang aku lapar," ucap Arbani.


"Mau makan apa? Daging? Sayur? Atau buah?"


"Mau makan kamu." Arbani menarik Ayuma ke pelukan nya.


"Aku sangat sangat mencintai mu," ucap Arbani.


Ayuma hanya tersenyum sambil membalas pelukan itu, ternyata memang sangat indah di cintai oleh ia lain. Ayuma baru merasakan nya sekarang, Arbani memberikan cinta 100 persen padanya.


"Aku tidak tau kenapaa kita bisa dekat begitu cepat. Kamu yang terlalu mempesona atau aku yang memang mudah jatuh cinta. Aku sangat bingung dengan semua ini," kata Ayuma.


"Jangan bingung sayang, dari pada kamu bingung lebih baik kamu mengatakan aku cinta kamu," ucap Arbani.


"Hahaha iya sayang aku cinta kamu."


Ingin sekali Arbani mencium Ayuma, tetapi tidak mungkin ia melakukan hal itu. Ia takut Ayuma malah marah kepada nya, ia akan mencium Ayuma kalau Ayuma sudah benar-benar bucin kepadanya.


Beberapa hari telah berlalu, hari liburan Ayuma dengan Arbani sudah selesai, sesuai dengan target Arbani sudah menguasai satu bab materi yang Ayuma berikan. Sekarang mereka berdua bisa pulang dengan tenang.


"Sayang kamu sudah siap," tanya Arbani.


"Sudah ayo kembali pulang, besok pagi kita harus sekolah," Jawab Ayuma.


"Iya yah, oke kita berangkat sekarang.."


Mereka pun pergi meninggalkan Vila, Arbani sengaja pergi meninggalkan Vila di pagi hari, kalau di malam hari mereka tidak akan mendapatkan waktu bersama yang lama, ia juga ingin mengajak Ayuma jalan jalan.


"Kita tidak langsung pulang ya," ucap Arbani.


"Mau kemana," tanya Ayuma.


"Jalan jalan dulu," jawab Arbani.

__ADS_1


"Ya sudah terserah kamu saja," kata Ayuma.


"Sayang aku mau tanya, selama tinggal dengan aku apa yang kamu rasakan," tanya Arbani.


"Apa yang aku rasakan ya, banyak sih. Aku lebih tau kamu, dan aku lebih mencintai kamu," jawab Ayuma, ia jujur dengan perasaan nya. Memang selama beberapa hari tinggal bersama dengan Arbani perasaan nya pada Arbani semakin tubuh dengan subur.


"Ahh sayang.." Arbani mencium tangan Ayuma.


"Kamu serius mengikat hubungan kita?"


"Dua rius, bawa aku ke rumah orang tua kamu," ucap Arbani.


"Aku harus berbicara empat mata dengan mereka," kata Ayuma.


"Begitu ya, ya sudah terserah kamu, yang terpenting setelah aku lulus nanti aku akan menikahi kamu. 3 bulan lagi, setelah aku 19 tahun," ucap Arbani dengan sangat serius.


Ayuma memang mencari sosok suami, walaupun Arbani masih di bawa nya dan ia harus membimbing Arbani. Ayuma rasa tidak masalah, Ayuma sudah terlanjur mencintai Arbani dan ia ingin hidup dengan pria ini, Arbani sudah memenuhi apa yang ia inginkan selama ini.


Tidak butuh waktu lama mereka berdua sampai di pusat kota, Arbani membelokan mobil nya ke sebuah mall mewah, ia ingin mengajak sang pacar jalan jalan di dalam mall.


"Sayang," ucap Arbani.


"Iya.. Kamu ingin membeli sesuatu," tanya Ayuma.


"Iya, tapi bukan untuk aku, untuk kamu.."


"Apa yang ingin kamu berikan pada ku sayang, aku tidak suka kamu memberikan barang barang mahal," ucap Ayuma.


"Sayang aku kan mampu nya membeli barang mahal," kata Arbani.


"Sombong sekali."


"Hahaha iya dong, sudah ayo." Arbani membawa Ayuma ke sebuah toko perhiasan.


"Aku mau satu buah cincin yang cocok untuk nya," ucap Arbani.


"Siap mas, bisa di pilih."

__ADS_1


"Sayang kamu mau yang mana," tanya Arbani.


"Aku tidak bisa milih, aku ingin kamu saja yang milih," ucap Ayuma


__ADS_2