Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Curhat


__ADS_3

"Kamu kan, Pak Rama?" tanya Nara dengan terkejut setelah benar-benar membuka matanya.


"Iya, aku Pak Rama," ujar Rama.


"Gue tanya, siapa lo! Berani-beraninya orang tua kayak lo mukul gue!" bentak Kevin.


'Apa aku benar-benar setua itu?'


Rama lalu memegang wajahnya sendiri untuk mengecek apakah wajahnya sudah keriputan.


"Bapak belum tua kok, Bapak tampan," ujar Nayra sambil tersenyum manis kearah Rama.


Deg!


Jantung Rama saat ini sedang berdebar, wajahnya memerah bak tomat. Sedangkan Nayra, wanita cantik tersebut hanya menunduk dengan wajah yang merona.


Kevin semakin termakan emosi setelah mendengar Nayra memuji Rama, dia lalu bertekuk lutut di hadapan Nayra, dan berharap Nayra mau kembali padanya.


Namun harapan tidak selalu manis seperti madu, Nayra yang sudah kecewa berat terhadap Kevin tentu tidak akan pernah mau kembali pada pria kasar itu.


"Kevin, berdiri nggak!" bentak Nayra yang melihat Kevin tiba-tiba bertekuk lutut dihadapannya.


"Nggak bakal, sebelum kamu mau jadi pacar aku lagi!" Kevin tetap bertekuk lutut dihadapan Nayra.


"Anda ini benar-benar orang yang tidak tau malu ya," ucap Rama sambil mengangkat salah satu ujung bibirnya.


"Diem lo! Lo mau gue hajar Hah!" bentak Kevin yang masih bertekuk lutut.


"Denger ya bocah, saya nggak bakalan pernah takut sama bocah bau kencut seperti anda," ucap Rama dengan remeh.


"Si*lan lo!" Kevin bangun dan hendak memukul Rama tapi sudah dihentikan oleh Nayra.


"Cukup!" bentak Nayra.


Bentakan dari Nayra cukup untuk membuat kedua pria tersebut terdiam, yang satu berdecih, satunya lagi terdiam.


"Maaf Kev, gue udah capek sama kelakuan lo yang kasar, gue mungkin bisa memaafkan lo, tapi tidak untuk pacaran lagi sama lo," ucap Nayra yang langsung meninggalkan Rama serta Kevin.


"Si*lan! Ini semua gara-gara lo Pak tua!!!" bentak Kevin tepat di depan wajah Rama.


"Salah saya? Salah kamu kali, itu bukan salah saya." ucap Rama.

__ADS_1


Rama lalu segera meninggalkan Kevin yang tengah kesal sendiri.


"Argh ...!" teriak Kevin dengan frustasi yang tinggi.


Nayra terus berjalan kedepan tanpa melihat kebelakang, dia kemudian terduduk di kursi perpustakaan, dan mulai berpikir kalau selama ini dia sudah salah karena telah berhubungan dengan Kevin.


"Bodoh, bodoh, bodoh! Kok aku dulu bisa sih, nerima Cinta dia!" ucap Nayra yang mulai mengeluarkan air matanya.


"Hiks-hiks, kenapa dulu aku bisa b*go banget, sampai bisa termakan rayuan manis Kevin, hiks." Nayra terus menangis, dan tak lama kemudian datalah Rama yang khawatir karena Nayra menghilang.


"Nay," panggil Rama dengan lembut.


Nayra yang tertunduk lalu mengangkat wajahnya dengan pelan, dan melihat Rama dengan lekat.


Rama terpana dengan kecantikan Nayra meski dalam keadaan menangis. Mata yang teduh, dilengkapi dengan bibir pink dan wajah manis, itu benar-benar luar biasa.


"Kamu cantik Nay," gumam Rama tanpa sadar.


Nayra lalu mengernyit bingung. "Apa Pak?"


"Hah? Eh, e-enggak ada apa-apa kok, kamu kenapa Nay?" tanya Rama.


"Tentu Nay, kenapa tidak. Sekarang kamu cerita, ada apa sebenarnya," ujar Rama dengan lembut.


"Sebenarnya, saya dan Kevin p-pernah berpacaran Pak," ujar Nayra.


"Lalu, kenapa kamu putus dengan dia? Trus yang bikin saya tambah bingung adalah, kenapa kamu bisa pacaran sama pria kasar seperti Kevin?" tanya Rama.


"Dulu ...." Nayra lalu mulai menceritakan awal mula dia bisa bertemu dengan Kevin hingga dia berpacaran dan putus dengan Kevin.


Ada seorang murid pindahan dengan perawakan cantik, manis dan dilengkapi kulis putih, rambut panjang nan lurus menjadi point plus untuk menambah kecantikan Nayra saat SMP.


"Anak-Anak, perkenalkan dia Nayra Yulianti. Ibu harap, kalian semua berteman dengan baik sama Nayra ya?"


"Baik Bu," ucap semua murid dengan serentak.


"Nayra, ayo sekarang kamu duduk dibangku itu," ucap bu guru sambil menunjuk kearah kursi kosong disamping Kevin.


Nayra lalu mengangguk dan segera berjalan menuju kearah Kevin, lalu duduk disana.


"Hai, nama kamu siapa?" tanya Nayra sambil mengulurkan tangannya."

__ADS_1


Kevin lalu membalas uluran tangan Nayra. "Nama aku Kevin Wijayanto, kamu Nayra kan?" tanya Kevin balik.


"Iya, nama aku Nayra. Salam kenal ya Kevin, semoga kita bisa menjadi teman baik," ujar Nayra sambil menunjukkan senyum manisnya.


"Salam kenal juga."


Sejak hari itu, Nayra dan Kevin semakin dekat. Bahkan Kevin sampai masuk ke SMA yang sama dengan Nayra, dan beberapa bulan setelah mereka masuk ke SMA tersebut, Kevin mulai menyatakan perasaannya kepada Nayra.


"Kamu mau ngomong apa, Kevin?" tanya Nayra.


"A-aku mau ngomong sesuatu sama kamu," ucap Kevin dengan gugup.


"Iya, kamu mau ngomong apa sama aku, Kevin?"


Kevin lalu bertekuk lutut di hadapan Nayra, dan hal itu cukup membuat Nayra terkejut bukan main.


"A-aku s-sebenarnya C-C-Cinta sama kamu Nayra," ujar Kevin yang sambil bertekuk lutut dihadapan Nayra.


"A-apa Vin?" tanya Nayra yang tidak percaya.


"I-iya Nayran, aku Cinta banget sama kamu, aku pengen kamu jadi pacar aku Nayra. Apa kamu mau jadi pacar aku Nay?" tanya Kevin dengan serius.


Nayra lalu mengangguk dengan air mata yang keluar. "Iya Vin, aku mau jadi pacar kamu," ucap Nayra yang sangat senang pada saat itu.


"Yess!"


Kevin lalu menggendong Nayra dengan gaya bridal style sambil memberitahu keseluruh teman sekolahnya, kalau dia resmi berpacaran dengan Nayra.


Hubungan mereka selama dua tahun pacaran lancar-lancar saja, sampai dimana Nayra berhasil memergoki Kevin yang tengah berselingkuh dibelakangnya.


"Nayra? Kenapa kamu disini?" tanya Kevin yang merasa panik.


"Aku ngapain disini? Harusnya aku yang tanya. Kamu ngapain ada di cafe trus berduaan sama cewek lain!"


"Ini nggak seperti yang kamu kira Nayra," ucap Kevin untuk membela dirinya.


"Udah cukup Vin! Sekarang aku tanya, siapa wanita ini hah?" tanya Nayra dengan nada membentak.


"D-dia sebenarnya adalah ...."


Bersambung💖

__ADS_1


__ADS_2