Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Clara Fitriani


__ADS_3

"Bila ...." Bila bingung akan menjawab apa. Karena pasalnya, Bila suka deg-deg'an kalau dekat dengan Varell dan suka salah tingkah. Persis seperti sikap Nayra ke Rama.


"Em ... Bi-Bila bingung mau jawab apa Bu, Bila sendiri tidak tau bagaimana perasaan Bila yang sesungguhnya kepada Kak Varell. Bila takut salah pilih Bu," ujar Bila dengan menunduk.


Ibu Bila lalu tersenyum lembut dengan jawaban sang putri, lalu mengelus pelan kepala putrinya tersebut.


"Yaudah, nggak papa kok Bil. Ibu nggak maksa, ibu juga takut kalau kamu salah pilih cowok. Jadi, kamu pahami dulu aja perasaan kamu sama Varell, habis itu, bilang ke ibu ya," ucap Ibu Bila.


"Terima kasih, Bu."


Bila lalu segera memeluk ibunya dengan sangat lembut dan penuh perasaan. Ibu juga segera membalas pelukan Bila.


Kembali ke Varell yang ingin kembali kekantornya Rama. Saat sedang melamun sambil mengemudi, mobil milik Varell nyaris menabrak seorang wanita asing.


Wanita asing tersebut langsung berteriak dan Varell segera sadar dari lamunannya lalu menginjak rem mobilnya dengan sangat keras hingga mobil tersebut berhenti dengan seketika.


"Anda nggak papa?" tanya Varell setelah turun dari mobil miliknya.


"I-iya, saya nggak papa," jawab wanita tersebut sambil mengagumi wajah Varell.


"Anda yakin? atau Anda mau saya antar ke rumah sakit terdekat dulu?"


"Ba-baiklah, kaki saya memang sedikit sakit barusan," jawab si wanita.


"Kalau begitu, ayo." Varell langsung memapah si wanita asing tersebut.


'Ganteng banget. Lebih ganteng dari Kevin.'


Ternyata, wanita asing tersebut adalah Clara, selingkuhan manta pacar Nayra, yaitu Kevin.


Saat di dalam mobil, Clara terus-terusan mengagumi wajah Varell. Wajah yang ganteng, bahkan melebihi pacarnya sendiri yaitu Kevin.


"Anda kenapa menatap saya terus-menerus?" tanya Varell.


"Oh, maafkan saya. Saya hanya penasaran saja dengan nama Anda," ucap Clara.


"Oalah, kalau Anda mau tau nama saya, kenapa tidak bilang dari tadi. Kalau begitu, perkenalkan, nama saya Varell Dewangga, kalau Anda?" tanya Varell.


"Na-nama saya Clara Fitriani."


Varell lalu mengangguk dan fokus mengemudi lagi.

__ADS_1


'Nih cowok ganteng banget ... walau kayak udah tua, tapi dia ganteng dan kaya, lagi.'


Clara tersenyum kecil sembari memandangi wajah Varell yang memang ganteng sedari kecil.


"Ka-kalau boleh tau, umur Anda berapa ya?" tanya Clara.


Varell yang masih mengemudi hanya bisa menjawab pertanyaan Clara tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.


"Umur saya adalah, tiga puluh dua tahun," jawab Varell.


Clara melongo mendengar umur Varell yang ternyata sudah kepala tiga.


'Apa? Umurnya udah tiga puluh dua tahun? Berarti, dia udah punya istri dong.'


Clara lalu bertanya lagi, entah sudah berapa kali dia bertanya. Yang tahu, boleh komentar di bawah ya.👇


"Berarti, Anda sudah punya seorang istri dong?" tanya Clara lagi dan lagi.


"Belum, saya masih jomblo alias masih sendiri," ucap Varell.


'Wah, masih jomblo. Mendingan, aku pepet aja dia. Kan lumayan.'


'Duh, kok aku jadi canggung gini ya.'


Clara yang tengah melamun, di kejutkan dengan suara telepon di handphonennya, dan ternyata, yang menelepon Clara adalah Kevin.


"Halo Beb," sapa Kevin.


"Halo juga Beb, ada apa telpon malem-malem gini?"


"Emang mau telpon pacar sendiri aja nggak boleh?"


"Bu-bukan gitu Kev, aku lagi pergi kerumah sakit nih," ucap Clara.


"Lho, emangnya siapa yang sakit?" tanya Kevin.


"Aku," jawab Clara.


"Apa? Kamu sakit? Oke, kalau begitu, lokasinya dimana?" tanya Kevin.


"Mungkin, saat ini lagi menuju rumah sakit ****," jawab Clara.

__ADS_1


Kevin lalu segera pamit dengan Clara dan mematikan teleponnya.


"Siapa Clay?" tanya Varell.


"Eh, apa?"


"Maaf, saya panggil kamu Clay aja ya."


"Oh, nggak papa kok," ujar Clara.


"Kamu belum jawab pertanyaan saya tadi Clay."


"Maaf, saya lupa. Yang tadi nelpon itu, adalah pacar saya."


"Oalah, pacar toh. Udah berapa lama, kalian saling berhubungan?" tanya Varell.


"Udah lumayan lama sih, sekitar satu tahun gitu," ujar Clara.


"Kamu masih SMA ya?" tebak Varell.


"Kok tau?"


"Soalnya, wajah kamu kayak bocah," celetuk Varell.


'Yah ... aku kira, tadi mau ngegombalin aku.'


Clara kesal karena salah tebak. Dia berpikir, bahwa Varell akan menggombali dirinya, namun ternyata Varell memang hanya bertanya semata.


Setelah sampai, pintu mobil Varell yang ingin di buka Clara, sudah di buka oleh Varell terlebih dahulu.


"Mari," ucap Varell sambil mengulurkan tangan kanannya.


Clara dengan senang hati menerima uluran tangan dari Varell.


'Ini kesempatan aku buat semakin deket sama dia.'


Dengan tidak tahu malu nya, Clara sengaja menjatuhkan tubuhnya dan menarik kerah baju yang di pakai Varell hingga menindih Clara.


"Clara?"


Bersambung💖

__ADS_1


__ADS_2