Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Jangan Suka Mengumbar Janji


__ADS_3

"Emm ... kamu mau kasih kesempatan kedua buat saya nggak Nay?" tanya Rama.


Nayra sendiri tidak mau egois, bila suaminya sudah merasa bersalah dan meminta maaf, tentu saja sebagai seorang istri, Nayra akan memaafkan semua kesalahan Rama.


"Baik Mas, Nayra akan memberi Mas satu kesempatan lagi, ingat ya Mas, hanya satu kesempatan," ucap Nayra dengan penuh peringatan.


Glek!


'Wanita memang mengerikan ya.'


"I-iya Nay, saya jan ...." ucap Rama yang di potong oleh Nayra.


"Jangan suka mengumbar janji Mas, kalau nanti nggak bisa di tepat'in." Nayra langsung kembali ke alam mimpinya dan meninggalkan Rama yang termenung dengan ucapan Nayra.


'Ya Allah, mudahkan lah hamba dalam membuka hati hamba untuk istri hamba ya Allah, amin.'


Rama juga menyusul Nayra ke alam mimpi, karena saat ini, Rama benar-benar sangat lelah.


Kita kembali ke Varell dan Bila yang sudah sampai dikantor Rama. Kantor yang sangat besar, dan ada beberapa orang yang tengah bekerja lembur di sana.


"Wow, besar banget Kak," ucap Bila kagum.


"Apanya yang besar Bil?" goda Varell.


"Ee ... ka-kantor nya pak Rama lah Kak," ucap Bila gugup.

__ADS_1


"Oh ... kantor nya Rama ya. Yaudah, ayo masuk," ajak Varell.


Bila lalu mengangguk dan mengikuti Varell dari belakang. Tidak lama kemudian, sekertaris Rama datang dan menyambut mereka berdua.


"Selamat datang Pak Varell, dan ...." Sekertaris tersebut menatap Bila.


"Bila," ucap Bila yang mengerti maksud dari sekertaris tersebut.


"Oh, baiklah Nona Bila. Kalian sudah kami tunggu sedari tadi, selamat datang di HIX Group, semoga kalian betah di sini ya," ujar sekertaris tersebut.


"Terima kasih atas sambutannya, saya dan Bila langsung keruangan Rama saja, boleh?" tanya Varell.


"Tentu saja bole Pak, silahkan."


"Wah ... mewah banget Kak," ucap Bila.


"Iya Bil. Soalnya, lift ini cuma khusus buat CEO aja. Jadinya, lift ini di desain semewah mungkin," ujar Varell.


Bila hanya bisa mengangguk saja sembari mengagumi desain lift khusus CEO ini. Tidak lama berselang, pintu lift pun mulai terbuka. Varell dan Bila segera berjalan ke menuju ruangan Rama.


Lagi dan lagi, Bila di buat kagum bahkan sampai melongo saat melihat ruangan milik Rama yang sangat besar, mewah, dan tersusun rapi.


"Wah ... ini benar-benar mewah Kak, jadi kayak gini ya desain ruangan Pak Rama?"


"Iya Bil, ayo," ajak Varell.

__ADS_1


"Ma-mau ngapain Kak?" tanya Bila yang mulai was-was dengan Varell. Karena saat ini, hanya mereka berdua saja di ruangan Rama.


"Mau kencan lah," ucap Varell dengan entengnya.


"Lho, kok kencan?" tanya Bila yang merasa bahwa kantor Rama bukan tempat yang pas untuk berkencan.


"Kita kan kesini untuk kencan Bila, kamu lupa?"


"Inget Kak, kita kesini itu buat ngurus perusahaannya pak Rama selama dia bulan madu Kak," ujar Bila.


"Alah, itu ngebosenin Bila. Mending kita kencan dulu aja," ucap Varell.


"Nggak boleh Kak," ucap Bila.


"Ayo dong Bil. Kalau kamu nggak mau, nanti kakak cium kamu lho," ancam Varell.


"Cium aja kalau berani," ucap Bila dengan remeh.


Bila lupa kalau yang dia tantang adalah Varell, seorang pria yang berani melakukan apapun jika di tantang. Lalu tiba-tiba ....


Cup!


Bersambung💖


Like dong😍💖

__ADS_1


__ADS_2