Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Menyumbang Benih


__ADS_3

"Clara?"


Tanpa Clara sadari. Ternyata, Kevin telah melihat adegan barusan dan emosinya langsung meluap. Kevin lalu segera menghampiri Clara dab Varell.


"Kamu nggak papa?" tanya Varell sambil membantu Clara berdiri.


"I-iya, saya minta maaf ya, em ...."


"Panggil aja Kak."


Clara segera mengangguk. Mereka berdua lalu di kejutkan dengan kedatangan seorang pria yang tidak lain tidak bukan, adalah Kevin. Kevin nampak sangat marah dan berteriak kearah mereka berdua.


"Kamu selingkuh ya?" tanya Kevin dengan berteriak hingga mata semua orang yang ada di sana tertuju kearah mereka.


"E-enggak kok Beb. Aku cuma di tolongin sama Kak Varell aja," jawab Clara agar Kevin tidak marah kepada dirinya.


"Alah, paling itu cuma alesan kamu aja kan?"


"E-enggak Beb. Seriusan," jawab Clara lagi.


Varell yang melihat perkelahian ini, segera menghentikan amarah Kevin yang semakin menjadi-jadi kepada Clara.


"Sudah Dek, jangan marahi pacar kamu, kasihan dia," ujar Varell.


"Emangnya siapa lo? Berani-beraninya ngatur gue!" bentak Kevin.


"Saya memang bukan siapa-siapa kamu. Tapi saya tidak suka melihat seorang pria menyakiti seorang wanita."


"Lo!" Kevin segera melayangkan pukulannya kearah Varell, dan bisa dihindari Varell dengan mudahnya.


"Si*alan. Beraninya cuma ngehindar lo!" teriak Kevin.

__ADS_1


"Cukup, saya tidak mau menyakiti kamu," ucap Varell agar Kevin menghentikan aksi bod*hnya.


"Hah? Menyakiti gue? Lo bercanda?"


Saat Kevin ingin melayangkan pukulannya lagi kearah Varell. Clara langsung berteriak dan berhasil membuat Kevin berhenti melakukan aksi memukulnya.


"Cukup!" teriak Clara.


"Kamu itu bisa nggak sih, nggak udah salah paham dulu. Aku tadi ditabrak Kak Varell. Nah, Kak Varell juga yang bawa aku kerumah sakit ini," ujar Clara.


"Jadi, lo yang nabrak pacar gue?" tanya Kevin.


"Iya. Tapi saya sudah minta maaf dan mengantarkan pacar kamu kesini."


"Iya Beb, lagian nggak kena kok. Kaki aku cuma keseleo aja," ucap Clara.


Kevin akhirnya mengerti setelah di jelaskan panjang lebar oleh Clara dan juga Varell.


"Kalau begitu, saya pergi dulu ya. Saya masih ada urusan soalnya," ujar Varell.


"Em ... baiklah, terima kasih ya Kak. Maafin juga kelakuan pacar saya tadi," ucap Clara.


"Iya, sama-sama. Seharusnya, saya lah yang meminta maaf kekamu karena mau menabrak kamu tadi."


Kevin hanya menyimak percakapan mereka berdua tanpa mau meminta maaf kepada Varell.


Mobil Varell segera bergegas pergi dari tempat itu, karena masih ada beberapa dokumen yang harus dia cek terlebih dahulu.


"Capek banget. Pengen cepet-cepet sampai rumah trus tidur," gumam Varell.


Varell yang bosan seketika mendapatkan sebuah ide jahil.

__ADS_1


"Ah ... apa aku telpon Rama aja ya," ucap Varell sambil tersenyum jahat.


"Maassh ... sttop emhh ...," d*sah Nayra saat Rama menggempurnya lagi dan lagi.


"Nggak bisa Nay. Mas nggak bisa tidur kalau belum nyelesain ini," ucap Rama.


"Ah-ah-ah ... ta-tapii kaan Maassh, kiita kan baru mandi wajib shh ...." Nayra terus menerus mend*sah.


Saat keduanya tengah bergelut di atas ranjang untuk menghasilkan adek lucu nan menggemaskan. Tiba-tiba saja telepon Rama berdering dan membuat Rama menghentikan aktivitasnya sebentar.


"Ck, siapa sih yang nelpon malem-malem gini," cibir Rama.


'Kesempatan nih.'


Nayra melihat peluang untuk kabur, namun niatnya pupus seketika saat Rama menelepon sambil menindih dirinya.


Rama sedikit terkekeh saat melihat wajah masam Nayra yang nampak imut menurut Rama.


"Halo Ram," salam Varell.


"Ini kamu Bang? Kenapa malem-malem gini Abang malah nelpon Rama sih?" tanya Rama dengan kesal karena kegiatannya untuk menyumbang benih di rahim Nayra harus tertunda.


"Ya maaf, soalnya abang lagi bosen nih. Abang juga lagi mau keperusahaan kamu buat ngecek beberapa dokumen lagi," ucap Varell.


"Oh, yaudah." Rama lalu mematikan teleponnya, dan berhasil membuat Varell menjadi kesal.


"Maaf ya Nay, kegiatannya jadi tertunda sebentar tadi. Ayo kita mulai. Kamu siap, Nay?"


Bersambung💖


__ADS_1


__ADS_2