Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Maaf


__ADS_3

"Eh, ngomong-ngomong lo tadi diapain aja sama Pak Rama, Nay?" tanya Bila yang merasa penasaran.


"Yee, percuma dong lo tolongin gue tadi kalo ujung-ujungnya lo pengen tau juga," ucap Nayra dengan sebal.


"Namanya juga penasaran Nay," ucap Bila sambil nyengir.


"Hadeh, yaudah deh gue ceritain, tapi nanti pas istirahat, sekarang kita nyimak dulu perlajaran Pak Guru di depan," tutur Nayra.


"Beres bos!" ucap Bila yang tanpa sadar meninggikan suaranya.


"Bila, kamu bisa tenang tidak, kalo tidak silakan keluar dari Kelas saya," ucap pak guru dengan tegas.


"Enggak mau Pak, Bila mau disini aja," ucap Bila.


"Kalau begitu diam!" bentak pak guru.


Bila langsung terdiam sembari menunduk karena takut akan kemarahan pak guru.


"Mamam tuh," ejek Nayra.


"Awas lo ya," balas Bila.


...........


Tidak berselang lama, bell istirahat berbunyi dan semua para siswa maupun para siswi mulai meninggalkan kelas mereka masing-masing.


Nayra yang awalnya ingin kabur justru ditahan oleh teman-teman sekelasnya termasuk Bila, mereka ingin tahu apa saja yang dilakukan Nayra bersama dengan pak Rama tadi.


"Eh-eh-eh-eh, tunggu dulu dong Nay, kita mau tanya sama lo bentar," ucap Bila yang mewakili para siswi.


"Yaudah, kalian mau tanya apa, nanti gue bakal jawab sebisa mungkin," ujar Nayra yang sudah pasrah.


"Oke, pertanyaan pertama, lo habis dimana bareng pak Rama tadi?" tanya Bila.


Semua mata para siswi yang ada di kelas tersebut mulai menatap Nayra dengan tatapan seperti meminta penjelasan.


"Gue sama pak Rama tadi lagi di belakang Sekolah," ucap Nayra jujur.


"Lo habis ngapain aja disana bareng sama pak Rama?" tanya salah seorang siswi.


"Gue sama pak Rama nggak ngapa-ngapain kok," ucap Nayra jujur.


"Masa?" tanya semua siswi secara serentak.


Nayra hanya memutar matanya dengan malas lalu menatap para siswi tersebut dengan tatapan yakin seraya berkata.


"Gue s-e-r-i-u-s," ucap Nayra dengan nada menekan, terutama di kata 'serius.'


Para siswi itu saling memandang satu sama lain.


"Yaudah deh, kita percaya kok sama lo, ya nggak temen-temen?" tanya Bila.


"Iya, maaf ya Nay udah curiga sama lo," ucap seorang siswi yang terlihat merasa bersalah.

__ADS_1


Semua siswi tersebut langsung meminta maaf kepada Nayra. Mereka semua lalu saling berpelukan erat dengan kasih sayang di setiap detiknya.


Tanpa mereka sadari, pak Rama rupanya sedang memperhatikan mereka, dia takut kalau teman-teman Nayra jadi salah paham kepada Nayra.


Tapi rupanya kekhawatiran pak Rama hanya bayang-bayangnya saja, buktinya teman-teman Nayra langsung mempercayai Nayra tanpa bertanya lebih jauh lagi.


Pak Rama hanya tersenyum sebentar lalu meninggalkan kelas Nayra untuk pergi entah kemana.


...........


"Lo udah maafin kita kan, Nay?" tanya Bila dengan ragu-ragu.


"Udah kok, kalian kenapa pada tegang gitu dah," ujar Nayra yang melihat teman-temannya seperti sedang ketakutan.


"Kita masih takut kalo lo masih marah sama kita," ucap salah seorang teman Nayra.


"Oh, kalian tenang aja, kalian udah gue maafin kok, mending kita makan deh daripada bahas ini mulu," tutur Nayra.


Semua teman Nayra lalu mengangguk sembari tersenyum manis, mereka sangat beruntung bisa berteman dengan Nayra yang memiliki hati bak Malaikat.


"Kakak!" panggil seorang anak kecil.


Semua mata murid-murif disana langsung tertuju kepada seorang anak kecil lucu yang masih memakai seragam anak TK.


"Eh, Alice, kamu udah pulang?" tanya Nayra.


Alice langsung menghampiri Nayra dan segera duduk dipangkuan gadis cantik tersebut.


"Dia, Anak lo ya Nay?" tanya salah seorang teman Nayra.


Nayra langsung terkejut dengan kedua matanya melotot.


"Alice itu bukan Anak gue ya, gue kan masih SMA, masa udah punya Anak," ujar Nayra.


"Kalau nggak percaya, tanya aja tuh si Bila," imbuh Nayra.


Semua mata langsung menatap Bila yang sedang menyantap baksonya dengan santai dan lahap.


"Kenapa?" tanya Bila yang merasa bingung, kenapa pandangan semua mata tertuju padanya.


"Lo tau nggak siapa Anak kecil ini?" tanya seorang teman Nayra sambil menujuk kearah Alice yang sedang dipangku Nayra.


"Oh, namanya Alice," ucap Bila dengan santai.


"Kalian L*sby?" celetuk teman Nayra dan juga Bila.


Mendengar hal itu, sontak membuat Nayra dan Bila menatap temannya tersebut dengan tatapan yang seperti ingin ..., ah sudahlah, kalian pikir sendiri ya.


"Eh, kenapa kalian berdua natap gue sampai sebegitunya?" tanya teman tersebut.


"Ya habisnya lo ada-ada aja ngira kita itu L*sby!" ucap Bila dengan nada sebal.


"Ya maaf, habisnya kan gue nggak tau, hehe," ucap teman Nayra dan Bila sambil tersenyum kikuk.

__ADS_1


Alice hanya memakan bakso yang disuapi oleh Nayra. Lalu tidak lama berselang nenek Alice yaitu Molly datang karena sedang mencari Alice.


"Alice!" panggil Molly.


"Glandma, Glandma habic dali mana aja?" tanya Alice dengan polosnya.


"Ya nyari kamu dong Alice, kamu ini Grandma tinggal meleng sebentar langsung ngilang aja," ucap Molly dengan nada yang kelelahan.


"Jadi kamu tadi kabur dari Grandma ya Alice?" tanya Nayra dengan nada tegas namun agak sedikit lembut.


"I-iya Kak, tadi Alice kabul dali Glandma kalena Alice tadi ngeliat ada Kakak disini," ujar Alice dengan nada bersalah.


"Alice, jangan diulangi lagi ya, kasihan Grandma nyariin kamu terus, Grandma itu sudah tua jadi dia mudah lelah, kan kasihan Grandmanya Alice," tutur Nayra seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya.


Molly bisa melihat kalau Nayra punya sifat keibuan meski umurnya baru menginjak angka delapan belas tahun.


"Nay, ikut Tante sebentar yuk," ajak Molly.


"Mau kemana Tante?" tanya Nayra.


"Udah, kamu ikut aja dulu," ucap Molly dengan nada yang tidak mau dibantah.


"Kakak mau dibawa kemana Glandma?" ucap Alice dengan nada tak suka.


"Alice diem disini dulu ya, Alice main aja dulu sama Kakak-Kakak ini, mereka baik kok, iya kan?" tanya Molly kepada murid-murid yang ada disana.


"Iya Tan," ucap murid-murid yang ada disana secara serentak.


"Ayo Nay," ucap Molly yang langsung menggandeng tangan Nayra.


Nayra merasa seperti deja vu kalau seperti ini. Molly membawa Nayra ke suatu tempat yabg terlihat kalau pak Rama ada disana.


"Kamu lihat pak guru itu Nay?" tanya Molly.


"I-iya Tan, memangnya kenapa ya kalau boleh tau?" tanya Nayra dengan gugup.


"Kamu udah tau namanya belum?" tanya Molly lagi.


"S-sudah Tante," ucap Nayra dengan jujur.


"S-saya juga sudah tau kalau pak Rama itu Anaknya Tante," ujar Nayra yang tadi sudah diberi tahu oleh pak Rama.


"Wah, pas sekali ya, kalau begitu Tante nggak perlu ngenalin dia lagi," ucap Molly.


"Jadi, Tante membawa saya kemari untuk apa ya?" tanya Nayra, mengingat jam masuk kelas akan berbunyi sebentar lagi.


"Begini Nay, kamu ...." Seakan berat bagi Molly untuk mengatakan hal ini.


"Kamu apa Tante?"


"Kamu mau nggak, nikah sama Rama?"


Bersambung💖

__ADS_1


__ADS_2