
Warning!!!
Ada adegan 21+
"Kamu cantik, Nay," ucap Rama di depan wajah Nayra.
Rama lalu memajukan wajahnya ke wajah Nayra, lalu ....
Cup!
Mata Nayra melotot sempurna saat bibir manis Rama menempel di bibir pink milik Nayra.
Rama yang awalnya hanya berniat menempelkan bibir saja, kini justru malah semakin ******* bibir pink milik Nayra dengan menuntut.
Nayra berusaha untuk melepaskan ******* Rama dengan mendorong dadanya.
"Emm ... P-Pak ah ...." Nayra berusaha keras untuk melepaskan diri dari Rama.
"B-berh ... emm," ucap Nayra disela-sela mereka berciuman.
Rama yang sadar kalau Nayra kehabisan napas langsung melepaskannya.
"Hah-hah-hah." Nayra mengambil napas dalam-dalam karena saat ini dia sedang kekurangan oksigen.
Air mata Nayra bahkan sampai keluar saat dia menyadari kalau ciuman pertama Nayra sudah diambil oleh gurunya sendiri.
"B-Bapak?" tanya Nayra.
'Apa yang sudah kulakukan, aku benar-benar seorang pria bejat.'
Rama mengutuk dirinya sendiri atas apa yang dilakukan oleh Rama kepada Nayra.
"B-Bapak b-barus ...." ucapan Nayra terpotong kala Rama berucap lebih dulu.
"Kita lupakan kejadian barusan, Nay," ucap Rama dengan dingin.
Jdar!
Bak disambar petir dipagi hari, Nayra membatu seketika setelah mendengar ucapan dari Rama.
"A-apa, Pak?" tanya Nayra yang masih tidak percaya.
"Kita lupakan kejadian ini, saya tadi hanya termakan n*fs* saja," ucap Rama dengan dingi lagi.
"Kita pulang." tanpa mendengar jawaban dari Nayra, Rama langsung menancap gas mobilnya dan bergegas untuk pulang kerumah.
__ADS_1
Selama perjalanan, kedua orang ini saling diam tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun.
Rama fokus menyetir, sedangkan Nayra hanya melihat kedepan. Tapi sesekali dia curi-curi pandang ke Rama.
"Assalamualaikum," salam Nayra dan juga Rama saat mereka memasuki rumah milik ayah Nayra.
"Waalaikumsalam," jawab ketiga orang paruh baya tersebut.
"Kok pulang cepet?" tanya bunda Molly yang heran.
Rama hanya diam tanpa menanggapi pertanyaan dari sang bunda, alhasil yang menjawab pertanyaan bunda Molly adalah Nayra.
"N-Nayra capek Tan, jadinya tadi Nayra suruh Pak Rama buat anterin Nayra pulang aja," bohong Nayra.
"Yaudah. Nay, tolong bangunin Alice ya, dia belum makan soalnya," ujar bunda Molly.
"Baik, Tante," ucap Nayra yang langsung bergegas untuk menuju kamarnya.
"Saya akan menyiapkan makanannya terlebih dahulu," ujar ibu Sri.
"Aku bantu ya, Sayang," tawar ayah.
"Kamu ini, yaudah ayo," ucap ibu Sri.
Kedua pasangan paruh baya tersebut langsung berjalan bersama menuju dapur.
"Kamu ada masalah apa sama Nayra?" tanya bunda Molly dengan tegas.
"Nggak ada apa-apa kok, Bunda," bohong Rama.
"Jawab, Rama!" ucap bunda Molly dengan membentak.
"S-sebenarnya R ...." ucapan Rama terpotong kala mendengar suara Alice.
"Glandma, Daddy," panggil Alice dengan ceria.
"Alice, udah bangun ya, Sayang?" tanya bunda Molly dengan nada ceria.
"Udah Glandma. Glandma cama Daddy lagi ngomongin apa?" tanya Alice.
"Grandma sama Daddy lagi ngomongin acara minggu depan," ucap bunda Molly.
"Memang minggu depan ada apa, Glandma?" tanya Alice.
"Alice kan udah denger tadi di ruang tamu. Minggu depan, Kak Nayra bakalan jadi ibu baru, Alice," ujar bunda Molly.
__ADS_1
"Jadi, yang tadi itu benelan ya, Glandma?"
"Iya Alice, yang tadi itu beneran," ucap bunda molly.
"Alice seneng kan?" tanya bunda Molly.
"Ceneng, Alice ceneng banget kalo Kak Nayla jadi ibu baru Alice."
Alice lalu menatap Nayra. "Jadi Alice boleh dong, manggil Kak Nayla dengan panggilan, Mami?" tanya Alice sambil menatap Nayra dengan penuh harapan.
Nayra lalu menatap bunda Molly dan Rama secara bergantian dengan tatapan seperti meminta pendapat.
Bunda Molly lalu mengangguk, sementara Rama. Pria itu hanya diam saja tanpa menanggapi apa-apa.
Nayra lalu menatap Alice balik. "Boleh kok, Alice boleh manggil Kak Nayra pakai panggilan Mami," ujar Nayra dengan lembut.
"Yeey, makacih ya Mami," ucap Alice dengan gembira.
"Sama-sama Sayang."
"Mami, ayo kita main baleng," ajak Alice.
"Ayo." Mereka berdua langsung bermain bersama diluar.
"Ram, Bunda sekarang mau bicara serius sama kamu," ucap bunda Molly yang kembali serius.
"Apa, Bunda?" tanya Rama dengan takut.
"Kamu ada masalah apa sama Nayra?"
"S-sebenarnya tadi Rama mencium Nayra, Bunda," ujar Rama dengan pelan.
Plak!
Satu tamparan ekstra keras menempel dipipi Rama, dan tamparan tersebut diberikan oleh bunda Molly.
"Berani-beraninya kamu mencium Nayra. Kamu itu belum menikah dengan Nayra, Rama!" bentak bunda Molly.
"Maafin Rama, Bunda. Rama nggak sengaja," ucap Rama sambil memegangngi pipinya yang sedikit robek karena tamparan dari bunda Molly.
"Nggak sengaja katamu?" bentak bunda Molly yang akan menampar Rama lagi.
"A-ampun Bun," ucap Rama dengan memohon agar sang bunda tidak menamparnya lagi.
"Ada apa ini?"
__ADS_1
Bersambung💖