
Ada adegan 21+
"Saya ...." Nayra terdiam sebentar dan membuat Rama seketika menjadi sedih.
"Kalau kamu memang belum siap, saya nggak maksa kok Nay," ucap Rama dengan sedih.
Saat Rama hendak bangun dari kasurnya. Nayra langsung menahan tangan kiri dari Rama, dan membuat Rama menatap Nayra dengan tatapan bingung.
"Kenapa Nay?" tanya Rama yang tidak mengerti dengan maksud Nayra.
Nayra lalu menggelengkan kepala terus menerus sambil menggembungkan pipinya dan berhasil memberi kesan imut di mata Rama.
"Na-Nay?"
"Mas jangan pergi, tadi Nayra cuma takut aja. 'Itunya' Mas gede banget, Nayra pikir nggak bakalan muat di 'gua' Nayra," ujar Nayra.
Rama seketika tertawa dengan kepolosan istri kecilnya ini sekaligus bangga, karena 'itu' Rama di puji oleh Nayra.
"Mas kok malah ketawa sih? Nayra beneran takut lho Mas," ucap Nayra dengan kesal.
"Maaf Nay, jadi kamu takut karena hal itu ya?" tanya Rama.
Nayra lalu mengangguk kecil sembari memainkan ujung jarinya.
"Kamu nggak usah takut Nay. Saya jamin, rasanya akan sangat enak," tutur Rama.
"Em ... Mas yakin kan?" tanya Nayra.
"Yakin Nay. Jadi gimana, mau lanjut nggak?" tanya Rama.
"Mau Mas," jawab Nayra sambil tersenyum kecil.
Rama langsung melanjutkan kegiatannya tadi yang sempat tertunda oleh kepolosan dari Nayra.
Kita kembali ke Varell dan Bila, saat ini Ibu Bila tengah menanyakan sesuatu yang membuat Varell beserta Bila menjadi salah tingkah.
"Ngomong-ngomong. Kamu udah Cinta ya sama anak saya?" tanya Ibu Bila dengan tiba-tiba.
"Hah?" Varell dan Bila sama-sama terkejut saat Ibu Bila menanyakan hal tersebut.
"I-Ibu kenapa tanya hal seperti itu sih?" tanya Bila yang sudah salah tingkah.
__ADS_1
"Emang kenapa? Orang ibu itu tanya sama Varell kok bukan kamu," ucap Ibu Bila.
"Jadi gimana Nak Varell?" tanya Ibu Bila lagi.
"Ee ... sa-saya bingung harus jawab apa Tan," ucap Varell dengan pelan.
"Ka-kalau begitu, kami pamit dulu ya Bu, assalamualaikum," salam Bila dengan cepat-cepat agar sang ibu tidak menanyakan hal yang lebih aneh lagi.
Saat berada di dalam mobil, Varell dan Bila sama-sama terdiam karena masih malu dengan kejadian tadi, hingga Bila mulai memberanikan diri untuk mengeluarkan suaranya.
"Ka-Kak," panggil Bila.
"I-iya Bil, ada apa?" tanya Varell.
"Ma-maaf soal yang tadi ya, ibu emang suka gitu Kak, jadi jangan di anggap serius ya Kak," ujar Bila.
Varell lalu memasang ekspresi marah saat Bila mengatakan hal tersebut. Bila juga menyadari bahwa ada yang aneh dengan ekspresi Varell saat ini.
"Kak? Kakak nggak papa kan?" tanya Bila yang merasa bahwa Varell saat ini sedang marah.
"Nggak papa," ketus Varell.
'Lah? Nih Kak Varell kenapa dah? Tiba-tiba jadi kayak marah gini.'
Saat Bila sedang memikirkan kenapa Varell seperti orang marah, Nayra malah mend*sah kenikmatan saat pedang panjang, besar, dan berurat milik Rama bersarang di gua miliknya.
"Ahh-ahh-ahh ... te-terus Masshh," ucap Nayra di sela-sela d*sahannya.
"Sem-pitt banget Nay argh ..." Rama mengerang kenikmatan saat 'gua' milik Nayra menjepit 'pedang' miliknya.
"Ma-Masshh ... Na-Nayra pengen ke-keluar Massh," ucap Nayra.
"Bersama Nay." Rama dan Nayra telah bergelut ranjang kini telah kelelahan dengan tubuh yang penuh keringat.
"Gimana Nay? Enakkan?" tanya Rama.
"Huh-huh ... e-enak Mas," ucap Nayra.
Rama lalu bangun dan menindih Nayra dengan 'pedang' miliknya yang telah bangun lagi.
"Ma-Mas mau apa lagi?" tanya Nayra.
__ADS_1
"Mas mau lagi Nay, boleh nggak?"
"Na-Nayra capek Mas," ucap Nayra.
"Yaudah nggak papa, Mas minta maaf ya," ucap Rama.
'Waduh, kalau di sini terus bisa-bisa dengkul aku ancur lagi. Stamina Mas Rama di usia tua ini benar-benar membuatku kewalahan.'
"Terima kasih ya Nay," ucap Rama.
"Lho, terima kasih kenapa Mas?" tanya Nayra yang tidak mengerti.
"Terima kasih karena sudah menjaga mahkota berharga kamu buat Mas," ucap Rama.
"Iya Mas, Nayra ngerti kok," jawab Nayra.
"Maaf juga karena selama ini mas telah kejam sama kamu, mas akan berusaha buat buka hati mas untuk kamu. Tapi, mas minta waktu agar mas bisa belajar untuk menCintai kamu," ujar Rama dengan panjang lebar.
Nayra langsung memeluk erat Rama setelah Rama mengatakan hal tersebut, dengan air mata yang sudah mengalir, Nayra bersyukur kepada Tuhan yang telah membuka hati Rama untuknya.
"Terima kasih Mas ...," lirih Nayra.
"Sama-sama Nay."
Bersambung💖
Promo bentar ya🙏
Karya: Kesandung Cinta Anak Bau Kencur
Napen: yanktie ino
Steve pemuda ganteng yang telah dua kali di sakiti karena pengkhianatan. Dia lalu menjauh dari lawan jenis.
Namun siapa sangka dia malah tertarik pada gadis kecil adik temannya.
Gadis kecil yang sulit dia dapat karena mengira Steve beda keyakinan, sebab sejak ibunya meninggal memang steve ikut omanya.
Saat mereka mulai dekat, ada saja batu sandungan dari pemuja Steve
Mampukah Steve memiliki cinta anak bau kencur itu?
__ADS_1
Mampukah si kecil bertahan terhadap badai kiriman pemuja Steve?