
"Ngomong-ngomong. Om Varell ini udah punya istri belum, Tante?" tanya Bila.
"Varell itu kebanyakan kerja. Jadinya dia belum pernah deket sama cewek lain," ujar bunda Molly.
"Tuh, masih jomblo lho, Bil," celetuk Nayra.
"A-apaan sih Nay," ucap Bila yang sudah salah tingkah.
"Cie ... Kak Bila jadi calah tingkah," goda Alice.
"Diem lo bocah," ucap Bila.
"Wlee ...." Alice mengejek Bila dengan menjulurkan lidahnya keluar.
"Sudah-sudah, kalian itu kayak kucing dan tikus deh. Berantem mulu," ucap bunda Molly.
Alice dan Bila hanya nyengir saja.
"Kalian itu," ucap Nayra sambil menggelengkan kepalanya.
Begitulah kecerian kaum Hawa didalam kamar Nayra. Siang kini sudah berganti sore, Rama, bunda Molly, dan juga Alice memutuskan untuk pulang. besok Rama akan menikah dengan Nayra.
"Kami pulang dulu ya, assalamualaikum," salam bunda Molly.
"Waalaikumsalam," jawab Nayra, ayah, ibu Sri, dan juga Bila.
Setelah mobil Rama menjauh, barulah Bila pamit ingin pulang.
"Aku juga pamit dulu ya, assalamualaikum," salam Bila.
"Waalaikumsalam," jawab keluarga Nayra.
"Ati-ati dijalan ya, Bil," tutur Nayra.
"Iya!" teriak Bila.
Saat dijalan, Bila sedikit was-was karena melihat ada beberapa pengendara motor yang seperti mengikuti dirinya.
'Itu motor-motor kok kayaknya ngikutin gue ya?'
__ADS_1
Bila yang mulai panik, kini menancap gas sepeda motornya dengan sedikit kencang.
Posisi Bila saat ini memang tengah sendirian dan jalanan juga sepi. Bila takut kalau beberapa pengendara motor yang seperti mengikuti Bila itu punya maksud buruk terhadap dirinya.
Benar saja, beberapa pengendara motor itu mulai menancap gas dan menyuruh Bila untuk berhenti.
"Berhenti, lo!" bentak orang itu sambil mengeluarkan pis*u.
"A-ampun, Bang," mohon Bila dengan panik.
"Mangkanya turun!" bentak orang itu lagi.
Bila yang ketakutan mulai menuruti apa yang beberapa pengendara motor itu inginkan dan segera menepi.
"Serahin dompet sama hp lo sini!"
"I-ini Bang," ucap Bila sambil menyerahkan handphone beserta dompetnya.
Orang itu langsung mengambil dompet serta handphone Bila dengan kasar. Mereka tidak langsung pergi, namun malah melihat Bila dengan tatapan penuh n*fsu.
"Tubuh lo boleh juga," ucap salah seorang dari mereka.
"Bisa kali." Salah satu dari mereka mulai mencolek dagu Bila.
"Jangan galak-galak gitu dong." para pengendara itu dengan br*ngs*knya mulai memegang bagian d*d* Bila.
"Jangan sentuh gue!" bentak Bila.
"Jangan takut, kita bakal main halus kok," ucap salah seorang dari mereka.
Plak!
"Jangan mendekat, a-aku peringatkan kalian!" bentak Bila lagi yang sudah ketakutan.
Para b*j*ng*n itu mulai mendekat kearah Bila. Bila juga sudah mulai mengeluarkan air matanya.
"Hiks, j-jangan mendekat hiks."
Sebelum para b*j*ng*n itu melancarkan aksi b*jat mereka, ada mobil yang datang dan sih pemilik mobil tersebut keluar dengan tatapan marah.
__ADS_1
"Berhenti kalian!" bentak si pemilik mobil.
"Memangnya siapa lo? Berani-beraninya nyuruh kita berhenti!"
"Kalian nggak perlu tau siapa aku, lebih baik kalian lepasin wanita itu!" bentak si pemilik mobil lagi.
"Hajar dia!" titah salah seorang dari para b*j*ng*n itu.
Dengan lincah, si pemilik mobil itu menghindari pukulan demi pukulan yang dikeluarkan oleh para b*j*ng*n tersebut, dan membalas serangan mereka.
Bugh!
Bugh!
"Ah!" pekik orang-orang itu sambil merintig kesakitan.
"B*d*h! Bisa-bisanya kalian kalah sama satu orang!" bentak salah seorang dari mereka.
Pria yang tadi membentak seperi bos, kini mulai maju untuk melawan si pemilik mobil, dan kalian taulah akhirnya.
"A-ampun kami ...," lirih orang-orang itu sambil memohon kepada si pemilik mobil.
"Hei, kamu nggak papa?" tanya si pemilk mobil dengan lembut.
"A-aku takut ...," lirih Bila.
"Jangan takut, sekarang kamu aman. Pak, bawa orang-orang ini, dan beri mereka hukuman yang seberat-beranya," ucap si pemilik mobil tersebut dengan tegas.
"Baik Pak," ucap para polisi yang sudah tiba di tempat kejadian.
Para polisi itu, lalu membawa orang-orang tadi ke kantor polisi mereka.
"Siapa namamu?" tanya pemilik mobil.
"B-Bila," jawab Bila yang masih shock dengan apa yang dialaminya barusan.
"Oh, Bila ya."
"N-nama Anda siapa?" Bila mulai memberanikan diri untuk bertanya balik.
__ADS_1
"Namaku ...."
Bersambung💖