Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Jangan Panggil Om


__ADS_3

"Namaku Varell Devano," ucap pemilik mobil tersebut.


"Varell Devano?" tanya Bila dengan terkejut.


"Iya, nama saya adalah Varell Devano," ucap pemilik mobil itu lagi.


"Varell Devano, keponakan tante Molly?"


"Iya. Lho, kamu kok kenal sama yang namanya tante Molly itu?" tanya Varell dengan bingung.


"Sebenarnya ...." Bila lalu menceritakan bagaimana bisa dia mengenal bunda Molly.


"Oh ... jadi kamu sahabatnya calon istri Rama?" tanya Varell dengan terkejut.


"Iya," ucap Bila sambil tersenyum.


"Aku antar pulang ya?" tawar Varell.


"Eh, nggak usah Om. Saya bisa pulang sendiri kok," tolak Bila dengan halus.


Jleb!


Jantung Varell seperti ditusuk belati saat Bila memanggilnya dengan panggilan 'om.'


'Apa aku memang benar-benar setua itu ya?'


"Jangan panggil aku pake panggil om dong, aku jadi keliatan tua," ucap Varell.


"Ya maaf Om. Trus emangnya Om mau aku panggil apa?" tanya Bila sambil nyengir.


"Em ... apa ya kira-kira?" Varell sendiri juga ikut pusing saat Bila menanyakan hal itu.


"Gimana kalau Kakak aja?" usul Bila.


"Nah, Kakak aja kalau begitu," ucap Varell setuju.

__ADS_1


"Ayo, Kakak antar sampai Rumah," tawar Varell sekali lagi.


"Yaudah deh, kalau Kakak memaksa. Tapi Bila pake motor ya?"


"Okelah, ayok." Varell segera mengantar Bila.


Posisin mereka saat ini, Bila menggunakan motor didepan, sementara Varell dengan mobilnya mengikuti dibelakang.


"Assalamualaikum," salam Bila dan juga Varell.


"Waalaikumsalam," jawab ibu Bila.


"Sudah pulang Bil? Lho, ini siapa?" tanya ibu Bila.


"Sebaiknya Bila cerita didalam aja ya, Bu," ucap Bila.


"Oh, okelah. Kamu ajak juga Cowok ini masuk ya," ujar ibu Bila.


Bila lalu mengangguk. "Ayo Kak, kita masuk," tawar Bila.


Sesampainya didalam rumah, Bila langsung menceritakan tentang apa yang dialami Bila tadi. Mulai dia diikuti, hingga hampir di p*rkos*, lalu ditolong oleh Varell.


"K-kamu tadi ... m-mengalami itu semua Bil?" tanya ibu Bila dengan sangat terkejut hingga suaranya gemetar.


"Iya Bu, hiks ... k-kalau saja tadi Kak Varell nggak nolongin Bila, m-mungkin Bila sudah di ...," lirih Bila sambil menangis di pelukan sang ibu.


Varell hanya menatap Bila dengan tatapan iba. 'Para b*j*ng*n itu. Aku tak akan memafkan mereka, aku akan menghukum mereka dengan seberat-beratnya!'


Tangan Varell tanpa sadar mengepal dengan sangat keras, seperti ingin memukul sesuatu ketika membayangkan kejadian tadi.


"N-Nak Varell hiks ... terima k-kasih karena telah menolong Anak saya, saya nggak tau harus membayar Nak Varell dengan apa," ucap ibu Bila sambil menangis sesenggukan dengan Bila.


"Tidak perlu berterima kasih Bu. Lagipula, Bila ini adalah sahabat calon istri adek saya," ucap Varell.


"Benarkah? Memangnya siapa sahabatmu yang mau nikah itu, Bil?" tanya ibu Bila dengan terkejut.

__ADS_1


"Tapi Ibu jangan ngomongin ini ke siapa-siapa ya?" Bila menjawab pertanyaan ibunya dengan pertanyaan lagi.


"Insyaallah," ucap ibu Bila untuk meyakinkan anaknya.


"Sini," bisik Bila.


Ibu Bila lalu mendekat kearah Bila. "Apa?" bisik ibu Bila.


"Sahabat Bila yang mau nikah itu besok, dan dia adalah ... Nayra," bisik Bila dengan jelas di telinga sang ibu.


"Apa?" ibu Bila berteriak dengan cukup keras hingga Bila dan Varell menutup telinganya.


"Ibu kalau ngomong bisa pelan sedikit nggak sih?" Bila juga mengomel dengan suara yang cukup keras seperti ibunya.


'Wow, cantik-cantik kok suaranya keras banget sih.'


"Ya maaf," ucap ibu Bila.


"Tapi bener, kalau yang mau nikah itu sahabat kamu Nayra?" tanya ibu Bila.


"Iya Bu," jawab Bila dengan malas.


"Nayra yang biasanya kesini itu?" tanya ibu Bila lagi.


"Iya Ibu," jawab Bila sekali lagi dengan malas.


"Wow, masih SMA udah nikah aja. Kamu kapan Bil?" tanya ibu Bila untuk menggoda putinya tersebut.


"Ih, Ibu apa-apaan sih?"


"Ah, atau gini aja. Kamu mau nggak, ibu jodohin sama Nak Varell?"


Bersambung💖


NOTE: Maaf karena kemarin Author nggak up, soalnya kuota Author habis🙏😂

__ADS_1


__ADS_2