Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Gugup


__ADS_3

"Eh, ngomong-ngomong, lo udah move on dari Kevin?" tanya Bila.


"Udah kok, yah walaupun agak sedih, tapi gue yakin udah bisa move on dari dia," ucap Nayra.


"Bagus itu, cowok br*ngs*k kayak dia mah nggak usah dikasih maaf!" ucap Bila yang kesal dengan kelakuan Kevin kepada sahabatnya tersebut.


"Gue udah maafin dia kok, tapi untuk balikan lagi, gue udah nggak bisa Bil," ujar Nayra.


"Kok lo bisa maafin dia dengan semudah itu sih, Nay?" ucap Bila dengan gemas.


"Bil, orang tua gue tuh, udah ngelatih gue sedari kecil buat maafin kesalahan orang lain, meskipun kesalahan tersebut besar. Tuhan aja maha pemaaf lho Bil," tutur Nayra.


"Hati lo ini terbuat dari apa sih Nay? Kok lo bisa sebaik ini, bikin gue jadi tambah bangga punya sahabat kayak elo," ujar Bila sambil memeluk erat Nayra.


Nayra lalu mengeluarkan jari kelingkingnya.


"Sahabat selamanya?"


"Sahabat selamanya."


Itulah janji kelingking Nayra dan juga Bila saat mereka pertama kali bertemu, bahkan janji kelingking tersebut masih dilakukan oleh Nayra dan Bila hingga sekarang ini.


..........


Nayra lalu pulang kerumahnya, karena tadi saat di cafe dia ditelepon oleh sang ibu, dan menyuruh Nayra untuk pulang.


"Assalamualaikum," salam Nayra.


"Waalaikumsalam," jawab ayah dan ibunya.


"Lho, tumben Ayah pulang cepet?" tanya Nayra yang penasaran.


"Tadi, Ibu yang panggil Ayah kemari," ujar ibu.


"Memangnya ada masalah apa Bu?" tanya Nayra.


"Duduk dulu sini Nak," ujar ayah.


Nayr pun menurut dan duduk di depan kedua orang tuanya.


"Ada apa Yah? Kok muka kalian berdua serius sekali."


"Nak, kami mau menjodohkan kamu dengan seseorang," ujar ayah.


"Apa? Dengan siapa Yah?" ucap Nayra dengan nada tinggi.


"Besok, keluarga mereka akan datang kesini dan melamur kamu. Jadi sebaiknya kamu siapkan diri dulu," ujar ayah.


"Nggak mau! Nayra itu masih sekolah Ayah!" bentak Nayra.

__ADS_1


"Nayra, jaga ucapan kamu," ujar ibu dengan tegas.


Nayra langsung bangkit dari tempat duduknya dan bergegas masuk kedalam kamar.


"Hiks, kenapa dunia tidak adil denganku. Apa yang sudah kuperbuat hingga harus dijodohkan seperti ini, hiks," ucap Nayra didalam kamarnya.


"Nayra," panggil ibu dengan lembut.


Hening, tidak ada jawaban sama sekali dari Nayra.


"Ibu masuk ya." Ibu lalu membuka pintu kamar Nayra.


"Nayra," panggil ibu dengan lembut lagi.


Nayra lalu mengangkat wajahnya dengan air mata yang menempel di pipi Nayra.


"Kamu menangis Nak?" tanya ibu.


"Bu, apa salah Nayra sampai harus dijodohkan seperti ini. Apalagi Nayra nggak kenal sama orang yang mau dijodohkan dengan Nayra, Bu," ujar Nayra.


"Kamu kenal kok, sama orang yang mau ibu sama ayah jodohin buat kamu," tutur ibu.


"Siapa orangnya Bu?"


"Besok kamu pasti tau Nay, nangisnya udahan ya. Sekarang kamu turun, dan kita makan bersama," tutur ibu dengan lembut.


"Oh, yaudah kalau begitu, Ibu tinggal dulu ya."


"Iya Bu."


Disisi lain, Rama sedang gugup dengan jawaban yang akan diberikan oleh keluarga Nayra.


'Duh, kok aku jadi gugup gini ya. Perasaan pas dulu mau ngelamar Sisil, aku nggak gugup gini deh.'


Rama mondar mandir ke kiri dan kekanan seperti setrika'an. Hingga sang bunda pun menegurnya.


"Kamu kenapa sih Ram, kok malah mondar mandir nggak jelas gitu," ucap bunda Molly yang sudah jengah dengan tingkah Rama dari tadi.


"Enggak kenapa-kenapa kok Bunda," ucap Rama bohong.


"Yang bener?"


"Beneran," ucap Rama untuk meyakinkan bundanya tersebut.


"Yaudah deh, terserah kamu. Besok kamu beneran dateng ya, buat ngelamar Nayra," ucap bunda Molly dengan penuh penekanan.


Bunda Molly takut anaknya akan melarikan diri. Mau ditaruh dimana coba muka bunda Molly, kalau sampai sang anak mempermalukan dia didepan keluarga Nayra


"Iya, Rama ngerti kok."

__ADS_1


"Eh, Ram. Nanti kalau kamu sama Nayra udah nikah, foto Sisil sama kamu harus disimpan di gudang ya," ujar bunda Molly.


"Lho, memangnya kenapa Bunda?"


"Kamu ini gimana sih, nanti Nayra cemburu lah sama kamu," turur bunda Molly.


"Tapikan ...." Ucapan Rama terpotong kala sang bunda berucap terlebih dahulu.


"Nggak ada tapi-tapian, pokoknya titik," ucap bunda Molly tanpa mau dibantah.


Rama diam tanpa membalas ucapan dari sang bunda.


"Bunda," pangil Rama.


"Hmm?"


"Kalau keluarga Nayra nolak lamaran Rama, gimana Bunda?"


"Itu mending kita pikirin nanti aja, sekarang pikirin tentang lamaran kamu besok," ujar bunda Molly.


"Glandma!" panggil Alice yang baru selesai bermain dengan para maid.


"Hai Sayang," jawab bunda Molly dan juga Rama dengan lembut.


"Kamu habis main ya, sama para Maid?" tanya bunda Molly.


"Iya Glandma, Alice balu aja celecai belmain belcama Maid," ucap Alice dengan ceria.


"Alice," panggil bunda Molly.


"Ya Glandma, ada apa?" tanya Alice.


"Kamu maukan, kalau Kakak Nayra jadi ibu baru kamu?" tanya bunda Molly.


"Mau Glandma, mau banget malahan," ucap Alice dengan semangat.


'Sebegitu suka kah, Alice kepada Nayra. Apa hebatnya sih, Nayra, sampai bisa mikat Bunda sama Alice.'


"Ram," panggil bunda Molly.


"Iya Bunda?"


"Kamu kenapa melamun?" tanya bunda Molly lagi.


"Melamun gimana?"


"Ah sudahlah. Jadi gimana, kamu siapkan buat ngelamar Nayra besok?"


Bersambung💖

__ADS_1


__ADS_2