Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Sudah Jengah


__ADS_3

"Mas juga belum bisa melupakan Sisil, Nay. Jadi, apakah Nayra masih mau bersama dengan mas meski mas nggak bisa ngelupain Sisil?"


Nayra terdiam sebentar. "Baik Mas, Nayra masih mau bersama dengan Mas. Karena Nayra percaya, suatu saat nanti, Mas pasti bakal jatuh Cinta sama Nayra," ujar Nayra dengan yakin.


Rama sedikit tersentuh dengan ucapan Nayra barusan. Sebegitu Cintanya kah, Nayra dengan dirinya.


"Kamu, Cinta banget sama mas ya, Nay?" tanya Rama yang melihat keseriusan Nayra dalam hubungan ini.


"Iya Mas, Nayra Cinta banget sama Mas. Nayra selalu berdoa, agat suatu saat, Mas jatuh Cinta sama Nayra," ucap Nayra.


Rama yang melihat ketulusan Cinta Nayra dalam hubungan suci ini membuat hatinya semakin tersentuh.


"Ayo kita siap-siap Nay," ucap Rama.


"Mendingan, Nayra sendiri aja Mas. Mas Rama mandi dulu aja, kan ini tugas seorang istri, Mas," ujar Nayra.


"Jangan Nay, mending bareng-bareng aja," kekeh Rama.


"Tapi kan Mas ...," ucap Nayra terpotong oleh Rama.


"Nggak ada tapi-tapi'an, pokoknya kita kerjain ini bareng-bareng. Inikan juga salah satu upaya agar mas jatuh Cinta sama kamu, Nay," ucap Rama.


"Emm ... yaudah iya, ayo Mas," ajak Nayra.


"Bentar. Mas mau telpon bunda dulu kalau kita mau pulang hari ini," ucap Rama.


"Iya Mas."

__ADS_1


Rama lalu mengambil handphone di sakunya dan segera menelepon Bunda Molly.


"Assalamualaikum, Bunda," salam Rama.


"Waalaikumsalam," jawab Bunda Molly.


"Ada apa Ram?" tanya Bunda Molly.


"Ee ... begini Bun. Rama sama Nayra mau pulang hari ini," ujar Rama.


Bunda lantas terkejut mendengar ucapan sang putra. Bagaimana bisa, Rama yang baru bulan madu bersama Nayra ingin pulang hari ini.


"Lho, kok bisa? Kamu marah sama Nayra ya? Kamu ada masalah s*xsualitas yang menyimpang? Oh, atau kamu impoten?" tanya Bunda Molly tanpa mau memberi Rama kesempatan untuk menjawabnya.


"Tenang Bunda. Bukan masalah itu kok, Rama dan Nayra sudah sepakat tentang hal ini. Nayra bilang, dia harus sekolah Bunda," ujar Rama agar sang bunda mengerti.


"Masalahnya, Nayra nggak mau Bunda," jawab Rama.


"Pasti karena kamu kurang bisa muasin dia sih," celetuk Bunda Molly.


"Bunda kok malah nuduh Rama gitu sih?" tanya Rama setengah berteriak.


"Mas." Nayra mengeluarkan suara dingin serta memelototi Rama saat mendengar teriakkan Rama.


"Ram? Kamu udah berani ya, teriak ke bunda." Bunda Molly mulai mendinginkan suaranya dan berhasil membuat Rama ketakutan.


'Wanita memang sangat menakutkan.'

__ADS_1


Rama benar-benar harus berpikir berulang kali saat ingin membentak wanita sekarang. Terutama, wanita yang dekat dengannya.


"Ra-Rama minta maaf Bunda," ujar Rama dengan gemetar.


"Iya, bunda maafin kamu. Sekarang, kasih teleponnya ke Nayra, bunda mau ngomong langsung sama menantu kesayangan bunda," ucap Bunda Molly.


"Bunda nggak sayang sama Sisil?" tanya Rama yang merasa bahwa Bunda Molly tidak adil.


"Ram." Bunda Molly sudah jengah saat Rama mulai seperti ini.


"Iya Bun."


"Ini Nay, Bunda Molly mau ngomong sama kamu," ucap Rama.


"Sini Mas." Nayra lalu mengambil handphone di tangan Rama.


"Assalamualaikum Bunda. Bunda mau ngomong sama Nayra ya?" tanya Nayra.


"Iya Nay. Ini, emm ... bunda cuma mau tanya, emang bener, kamu sama Rama mau pulang hari ini?" tanya Bunda Molly.


"Iya Bun. Nayra sama Mas Rama mau pulang hari ini," jawab Nayra.


"Kamu sama Rama lagi ada masalah ya?"


Bersambung💖


*Maaf ya Kakak-Kakak karena Author udah beberapa hari nggak up, soalnya ide di kepala Author jarang muncul hehe. Semoga di maafin ya🙏🙏🙏

__ADS_1


AYO DONG, KLIK LIKE SAMA FAVORITNYA🙏


__ADS_2