Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Tahan Ram


__ADS_3

"Bagaimana penampilan saya?" tanya Rama.


Nayra lalu mendangak untuk melihat Rama, dia terkejut bukan main hingga handphone yang digengam Nayra ikut terjatuh ke lantai.


"Bapak tampan," ucap Nayra dengan jujur.


"H-hah?" Rama justru gugup dengan muka yang memerah setelah mendengar jawaban dari Nayra.


"Iya Pak. Bapak benar-benar tampan," ucap Nayra tanpa rasa gugup sedikitpun.


'Kok dia bisa muji aku dengan gampangnya sih.'


Rama sedikit kesal saat Nayra dengan mudah bisa memuji dirinya, dari pada saat dia memuji Nayra.


"Bapak kenapa?" tanya Nayra.


"Ah, tidak papa. Baiklah, saya akan transfer uangnya sekarang," ucap Rama.


"Terima kasih banyak Pak, karena telah memilih pakaian dari butik kami," ucap pemilik butik tersebut dengan ramah.


"Iya. Ini." Rama lalu menunjukkan bukti transfer yang senilai tiga ratus juta kepada pemilik butik tersebut.


"Ah, baik Pak, saya percaya," ujar si pemilik butik.


"Untuk pengantaran pakaian ini, nanti saya chat aja ya," ucap Rama.


"Baik Pak."


Setelah mengganti baju lagi, Rama dan Nayra segera keluar dari butik tersebut untuk makan di restora. Tentu restoran tersebut adalah restoran untuk kalangan atas saja.


"Pak, Bapak yakin kita akan makan disini? Inikan Restoran mahal Pak, dan hanya orang tertentu saja yang bisa memasuki Restoran ini," ujar Nayra.


Nayra sedikit gugup, karena ini pertama kalinya dia makan di restoran yang terkenal dengan makanannya yang super mahal tersebut.


"Tentu saja Nay. Sudah, ayo kita masuk," titah Rama.


Nayra lalu mengangguk sembari mengikuti langkah Rama. Setelah masuk, mata Nayra langsung bersinar saat melihat pemandangan restoran yang mewah dengan orang-orang dari kalangan atas.

__ADS_1


Glek!


"S-saya malu Pak," ucap Nayra dengan pelan.


"Malu kenapa?" tanya Rama dengan heran.


"Orang yang makan disini, semuanya dari kalangan atas Pak. Nayra merasa tidak pantas ada disini," ucap Nayra dengan sedih.


'Imutnya ... tahan Ram, tahan.'


"Kamu pikir saya itu miskin?"


"B-bukan begitu maksud saya Pak, maksud saya tu ...." ucap Nayra terhenti karena Rama sudah memotonya terlebih dahulu.


"Sudahlah. Sekarang kamu duduk," ucap Rama dengan tegas.


Nayra hanya bisa pasrah saat dipaksa duduk oleh Rama.


'Uh! Nyebelin banget sih, untung aja besok lo itu, jadi suami gue. Kalo enggak, udah gue sikat lo!'


Saat Nayra melamun, Rama memanggilnya dengan menggebrak meja karena mata Nayra sangat menyeramkan saat itu.


Nayra langsung kaget bukan main saat meja digebrak dengan pelan. "Bapak apa-apaan sih?" tanya Nayra dengan kesal.


"Kamu tadi kenapa ngeliatin saya, dengan mata yang kayak gitu?" tanya Rama.


"Hah? E-emang saya mata saya tadi kenapa ya Pak?" tanya Nayra dengan gugup.


"Mata kamu tadi kayak ngeliatin saya dengan kesal gitu, kayak marah sama saya," ucap Rama dengan jujur.


"M-masa sih Pak?" tanya Nayra yang sudah berkeringat dingin.


"Iya, kamu lagi mikirin apa? Jangan-jangan kamu tadi mikir pengen mukul saya gitu kan?" tanya Rama dengan penuh selidik.


"H-hah? S-siapa bilang. N-Nayra nggak berpikiran kayak gitu kok," ucap Nayra yang sudah salah tingkah.


"Serius?" tanya Rama.

__ADS_1


"S-serius banget malahan," bohong Nayra.


'Ya Allah, maafin Nayra karena udah bohong.'


"Yaudah lah."


Tidak lama berselang, pelayan datang dengan membawakan pesanan yang dipesan oleh Nayra dan juga Rama.


"Wow! Ini kah makanan yang terkenal mahal banget itu?" tanya Nayra dengan kagum.


"Iya, kamu jangan norak deh," ucap Rama.


"Sekali-kali nggak papa lah Pak. Namanya juga baru pertama kali makan disini," ucap Nayra.


"Ayo cepat makan, dan kita segera pulang," ujar Rama.


"Iya-iya," ucap Nayra dengan jutek.


..........


"Assalamualaikum," salam Rama dan juga Nayra setelah mereka memasuki rumah.


"Waalaikumsalam," jawab ayah, ibu Sri, dan juga bunda Molly.


"Udah pulang?" tanya bunda Molly.


"Sudah Bun/sudah Tan," jawab Rama dan Nayra bersama.


"Nayra, besokkan kamu dan Rama mau menikah. Mulai saat ini, kamu harus manggil Tante dengan panggilan Bunda ya?" ujar bunda Molly.


Nayra lalu mengangguk kaku. "B-baik Tan-eh, Bu-Bunda," ucap Nayra sambil tersenyum kikuk.


"Nah, gitu dong, uh! Senangnya Bunda punya menantu kayak kamu," ucap bunda Molly sambil memeluk erat Nayra.


"Terima kasih Bunda, Nayra pasti akan menjadi menantu yang baik," ucap Nayra sambil membalas pelukan bunda.


"Eh, ngomong-ngomong, gimana hubungan kalian? Udah baik?"

__ADS_1


Bersambung💖


__ADS_2