
"Kalau Rama nggak bisa menCintai Nayra bagaimana Bunda?" tanya Rama.
"Bunda yakin kamu pasti akan jatuh Cinta dengan Nayra," ucap bunda Molly dengan yakin.
"Bunda kok bisa seyakin itu sih?" tanya Rama dengan heran.
"Itu karena Bunda bisa melihat, kalau Nayra sungguh-sungguh menCintai kamu Ram, dia itu paket komplit istri idaman, percaya deh sama Bunda."
Rama termenung sembari meresapi dalam-dalam ucapan dari bundanya tersebut.
"Bismillahirrahmanirrahim, baiklah, Rama akan melamar Nayra sesuai dengan kemauan Bunda, tapi kalau Nayra menolak, Rama tidak bisa berbuat apa-apa lagi ya Bunda," ujar Rama.
"Nah, gitu kek dari tadi, ayo kita sekarang samperin Nayra, Bunda nanti bakal ajak Alice pergi jalan-jalan biar dia nggak ganggu kamu pas lagi ngelamar Nayra," ucap bunda Molly dengan gembira.
"Terserah Bunda deh," ucap Rama yang sudah pasrah.
"Pak-Pak," panggil seorang murid.
Rama langsung tersadarkan dari lamunannya tentang saat sebelum dia melamar Nayra.
"Ada apa?" tanya pak Rama dengan sorot mata tajam.
"Ee i-ini Pak, kami sudah selesai membersihkan Kelasnya, k-kira-kira kapan pelajaran kita dimulai ya Pak?" tanya murid tersebut dengan pelan.
"Yasudah, sekarang kamu masuk ke Kelas dulu dan beritahu semua Temanmu kalau Pak Rama akan kesana," titah Rama dengan nada dingin.
"B-baik Pak, k-kalau begitu saya permisi dulu ya Pak," ujar murid tersebut.
"Hmm." Rama lalu segera berjalan menuju kelas Nayra karena dia mau mengajar.
"Buset, pak Rama tadi ngeri coy!" ucap Murid tersebut dengan heboh.
Nayra yang mendengar nama Rama disebut langsung menoleh kearah murid itu.
"Ngeri gimana maksud lo?" tanya Bila.
"Iya, pas tadi gue panggil, dia itu kayak keliatan ngelamun gitu, trus pas udah sadar di natap gue dengan tatapan tajam sama bicara dengan nada yang super dingin," ucap murid tersebut.
"Ah masa sih pak Rama kayak gitu," ucap seorang siswi.
"Bisa jadi pak Rama lagi stress," celetuk seorang siswa.
Tanpa disadari sang siswa, Rama ternyata sudah ada dibelakangnya dengan tatapan tajam bak elang.
__ADS_1
Semua murid yang ada dikelas tersebut langsung terdiam, keadaan kelas yang tadi ribut sekarang hening tanpa suara sedikitpun.
Siswa yang tadi mengatai Rama stress kini mulai bingung, dia lalu merasa ada seseorang dibelakangnya segera berbalik, dan terlihatlah Rama yang menatap siswa tersebut dengan tajam.
"Eh Pak Rama, udah lama disini ya Pak?" tanya siswa tersebut.
"Iya," ucap pak Rama.
"Bagus, sekarang berani ya menjelek-jelekkan Gurunya didepan sang Guru sendiri."
"A-ampun Pak, saya janji nggak bakalan ngulangin hal itu lagi Pak, saya janji," ucap siswa tersebut dengan nada yang dibuat memelas.
"Sekarang, kamu keluar dari Kelas saya!" titah pak Rama dengan tegas
Siswa tersebut lalu menunduk dan segera keluar dari kelasnya.
sementara Bila, dia tertawa terbahak-bahak dan berujung dikeluarkan dari kelasnya juga.
"Hahaha!" tawa Bila yang menggelegar hingga kelas lain pun ikut mendengarkan tawanya.
"Bila, kamu juga keluar dari Kelas saya!" titah pak Rama dengan tegas juga.
"Yah, jangan dong Pak, saya kan nggak berbuat salah Pak," ucap Bila untuk membela dirinya.
"B-b-baik Pak," ucap Bila dengan terbata-bata dan segera bergegas untuk keluar dari kelasnya.
"Sekarang kalian semua duduk!" titah pak Rama.
Semua murid yang ketakutan, langsung duduk di tempatnya masing-masing dan fokus pada papan tulis didepan.
..........
Saat istirahat kedua telah tiba, semua murid langsung meninggalkan kelasnya masing-masing termasuk Nayra.
"Nay," panggil seseorang.
Nayra lalu menoleh dan terlihat Kevin datang menghampirinya dengan membawa sekotak susu sapi.
Mood Nayra hari ini sedang tidak baik, sekarang malah ditambah dengan kehadiran Kevin yang dulu pernah menjadi pacarnya.
Nayra lalu segera menjauh dari Kevin agar moodnya tidak semakin memburuk.
"Tunggu Nay," ucap Kevin yang melihat Nayra pergi menjauh darinya.
__ADS_1
Kevin lalu segera mengejar Nayra dan telihat Nayra tengah duduk di taman sekolah.
"Nayra, kamu disini?" tanya Kevin.
"Menurut lo, gue ada dimana?" tanya Nayra balik yang langsung membuat Kevin tidak berkutik.
"Iya juga ya," ucap Kevin sambil menggaruk tengkuknya.
"Udahlah Vin, gue lagi nggak mood hari ini, mending sekarang lo pergi aja deh," titah Nayra dengan jutek.
"Aku nggak mau pergi Nar, sebelum aku bisa balikan lagi sama kamu, aku menyesal Nay udah putusin kamu dan malah memilih wanita itu," ucap Kevin dengan nada yang dibuat memelas agar Nayra mau balikan padanya.
"Maaf Vin, gue udah nggak bisa lagi balikan sama lo, gue udah nggak Cinta sama lo," ucap Nayra.
Nayra langsung pergi meninggalkan Kevin, tapi tangannya sudah ditahan duluan oleh Kevin.
"Lepasin Kevin!!!" bentak Nayra yang sudah murka dengan Kevin.
"Nggak bakal Nay, nggak bakal sebelum lo balikan lagi sama gue!" ucap Kevin yang kini mulai membentak Nayra.
"Gue bilang lepasin Kevin!"
"Nggak bakalan pernah Nayra, aku Cinta sama kamu." Tanpa tahu malu, Kevin langsung memeluk erat Nayra.
Nayra yang terkejut langsung mendorong tubuh Kevin dengan kasar.
Plak!
"Dasar tak tau malu!" hardik Nayra.
"Beraninya kamu nampar aku!" Kevin yang ingin menampar Nayra justru ditahan oleh tangan seorang pria.
Bugh!
Pria tersebut langsung memukul Kevin hingga jatuh tersungkur.
"Kamu nggak papa?" tanya pria tersebut.
"Siapa lo, berani-beraninya ganggu urusan gue!" bentak Kevin.
Nayra yang tadi ketakutan hanya menutup mata, sekarang dia mencoba untuk membuka mata dengan perlahan agar bisa melihat siapa yang menolongnya barusan.
"Kamu kan ...."
__ADS_1
Bersambung💖