
"Hmm ... kamu mau coba lagi?" goda Varell.
"E-e-e-enggak Kak," ucap Bila dengan tertunduk.
"Yaudah, kita lanjut lagi ya," ucap Varell.
"I-iya Kak."
Setelah percakapan singkat tersebut, mobil mereka segera melaju ke kantor Rama. Sementara itu, Rama sedang menggempur Nayra habis-habis'an hingga keduanya penuh dengan keringat.
"Ma-Maashh ... udah Mas, Na-Nayra capek ... huh-huh-huh," ucap Nayra.
Rama yang terus menggerakan pinggulnya kini mulai berhenti saat Nayra mengatakan hal tersebut.
"Oke, saya akan berhenti. Sebenernya, kamu ini biasa-biasa aja, saya nggak terlalu napsu sama kamu," ucap Rama yang langsung memunggungi Nayra.
'Dih, ni suami gue tadi bilang enak. Kok malah jadi bilang gitu sih sekarang, dasar suami plin-plan!'
Nayra benar-benar ingin memukul suami tampannya ini, namun, Nayra tidak bisa melakukan hal tersebut karena tidak tega.
'Udah ngegempur gue habis-habisan gini. Eh, dia bilang kalau dia nggak napsu sama gue.'
Ternyata, Rama belom tertidur dan hanya membayangkan rasaya berhubungan bada dengan Nayra tadi.
'Ya ampun, rasanya benar-benar enak sekali. Tapi kenapa mulut ini sangat susah untuk mengakui hal itu.'
Rama kesal dengan kata yang keluar dari mulutnya tidak sesuai dengan hati Rama sendiri.
__ADS_1
Nayra dan Rama kini tidur saling memungungi satu sama lain. Padahal tadi, Rama sudah berjanji kalau Rama akan belajar untuk menCintai Nayra.
Saat hendak tidur, Nayra ingin melakukan salat tahajud terlebih dahulu, dan kemudian dia bangun dari kasurnya untuk berwudhu.
Setelah salat selesai, Nayra mengangkat kedua tangannya keatas dan meminta kemudahan atas ujian yang di terima Nayra.
"Ya Allah, berikan lah hamba kesabaran lebih untuk menghadapi semua cobaan ini ya Allah. Ya Allah, Bukakanlah pintu hati suami hamba agar jatuh Cinta kepada hamba ya Allah, amin."
Nayra berdoa sembari meneteskan air matanya, dan hal tersebut di saksikan oleh Rama.
'Ya Allah, hamba lupa kalau hamba sudah berjanji kepada Nayra ya Allah, maafkan semua dosa hamba ya Allah, amin.'
Rama juga berdoa meski kali ini dengan mata yang tertutup karena masih malu untuk melihat wajah Nayra.
"Mas," panggil Nayra.
"Besok kita pulang ya?" tanya Nayra dengan pelan.
"Apa?" pekik Rama
"Maksud kamu apa bicara seperti itu?" tanya Rama dengan nada yang membentak.
"Sa-saya kan besok sekolah Mas," ucap Nayra dengan takut, takut di bentak oleh Rama.
Rama baru ungat baru ingat kalau istrinya ini adalah seorang siswi dan juga, dia adalah guru dari siswi tersebut.
"Besok libur saja," titah Rama.
__ADS_1
"Lho, nggak bisa gitu dong Mas!" teriak Nayra yang sudah emosi.
"Bisa Nay, kan saya juga guru di sekolah kamu," ujar Rama.
"Tapi buat apa Mas, Mas juga bilang kalau Mas nggak napsu liat Nayra, trus buat apa kita masih di sini Mas?"
Rama lalu terdiam tanpa bisa membalas atau membantah perkataan Nayra, karena memang seperti itu lah yang terjadi. Istri mana yang tidak sakit saat suaminya sendiri malah bilang bahwa dia tidak napsu dengan istrinya sendiri.
"Tuh, Mas diem kan. Katanya, Mas mau belajar membuka hati buat Nayra, tapi mana Mas. Mas bohong," hardik Nayra.
"Tapi Nay ...." ucap Rama yang terpotong Nayra.
"Sudah cukup Mas, Nayra lelah. Besok pulang," titah Nayra dengan dinginnya.
"Ba-baik Nay," jawab Rama dengan sangat pelan karena takut akan kemarahan sang istri.
Nayra lalu tidur, meski kali ini tidak memunggungi sang suami. Sementara Rama, dia sendiri juga bingung, kenapa sangat susah baginya untuk jatuh Cinta dengan Nayra.
"Nay," panggil Rama.
"Hem," balas Nayra.
'Duh, kok kayak aku tadi ya.'
"Emm ... kamu mau kasih kesempatan kedua buat saya nggak Nay?" tanya Rama.
Bersambung💖
__ADS_1