Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Syarat


__ADS_3

"Kamu mau lagi, Nay?" tanya Rama


"Ma-mau apa ya Mas?" tanya Nayra yang berpura-pura tidak mengerti maksud dari Rama.


"Masa nggak tau sih?"


Setelah mengatakan hal tersebut, di bawah guyuran shower, Rama ******* bibir Nayra dengan penuh napsu.


"Emm ... Mashh ... ahh." Nayra mend*sah dengan sangat hebat saat lidah Rama mulai menjelajahi mulut Nayra.


Lidah Rama bermain dengan sangat baik, hingga membuat Nayra mulai ter*ngs*ng. Namun, saat Nayra sudah ter*ngs*ng akibat ulah Rama. Rama justru menghentikan kegiatannya barusan dan berhasil membuat Nayra kecewa, malu, serta marah.


"Lho, kok berhenti sih Mas?" tanya Nayra yang sudah merasa ter*ngs*ng.


"Kan kita di sini mau mandi, kamu lupa ya," goda Rama.


Nayra saat ini pipinya memerah seperti buah tomat. Perasaan Nayra bercampur aduk, antara malu dan kesal.


"Kenapa? Kamu ter*ngs*ng ya?" tanya Rama.


Pipi Nayra semakin memerah saat Rama mengatakan hal yang fulgar tersebut dengan mudahnya.


"E-enggak kok, Mas-Mas Rama sok tau," rajuk Nayra.


"Yakin?" tanya Rama lagi.


"Ya-yakin lah Mas. Udahlah, nggak usah di bahas lagi."

__ADS_1


Rama tersenyum kecil saat melihat istri kecilnya itu sedang kesal. Terlihat nampak lucu di mata Rama.


"Lucu," gumam Rama.


"Eh, apa Mas?" tanya Nayra saat mendengar sebuah suara keluar dari mulut Rama.


"E-enggak papa kok Nay, ayo lanjut mandi trus ngaji. Keburu malem ini," ujar Rama.


Nayra lalu mengangguk. Namun sebelum itu, dia harus segera menyampaikan niatnya untuk pulang, karena kalau Nayra berada di sini terus, Rama pasti akan menggempurnya hingga tidak bisa berjalan.


"Mas, besok kita pulang ya," ucap Nayra.


"Lho, kok gitu? Memangnya ada apa Nay? Masih urusan sekolah?" tanya Rama dengan bertubi-tubi hingga Nayra tidak sempat menjawabnya.


"Satu-satu dong Mas," ujar Nayra.


"Inget Mas, tapi kan Nayra harus sekolah. Untuk masalah adek buat Alice, kita kan bisa buat di rumah Mas," jawab Nayra.


Rama mematikan shower di kamar mandi tersebut dahulu lalu berpikir sejenak dengan jawaban yang di berikan oleh Nayra.


'Duh, kira-kira, Mas Rama percaya nggak ya dengan yang aku omongin.'


"Baiklah," ucap Rama.


Nayra langsung tersenyum dengan jawaban yang di berikan oleh Rama. Namun, senyuman Nayra tidak bertahan lama saat Rama mengajukan beberapa syarat kepada dirinya.


"Tapi, ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi agar kita bisa pulang besok," ucap Rama.

__ADS_1


"Sya-syarat apa ya Mas?" tanya Nayra yang sudah memikirkan syarat-syarat aneh yang akan di ajukan oleh Rama.


"Pertama. Setelah kita pulang, kamu harus memberikan jatah kepada saya setiap malamnya."


Satu syarat saja sudah membuat Nayra ketar-ketir, apalagi syarat yang selanjutnya.


"Kedua. Kamu tidak boleh dekat-dekat dengan semua pria. Entah itu teman ataupun tukang cilok."


"Mas cemburu ya?" tanya Nayra yang merasa aneh dengan syarat kedua yang di ajukan oleh Rama.


"E-enggak kok. Udah, ka-kamu mending dengerin syarar terakhir saya dulu," jawab Rama.


Nayra lalu mengangguk setelah mendapatkan jawaban dari Rama, meski jawabannnya itu aneh.


"Syarat yang terakhir. Kamu nggak boleh pake baju s*xy lagi, karena sekarang, kamu sudah menjadi istri dari seseorang yang bernama Rama Dewangga. Mulai saat ini, kamu juga akan di panggil Nyonya Dewangga. Ingat itu Nay," ujar Rama.


"Baik Mas, saya akan menuruti semua syarat kamu," jawab Nayra.


"Oh iya. Satu lagi, jangan pake panggilan saya, karena itu membuat aku terlihat tua. Aku juga akan mengganti kata saya menjadi aku, bagaimana?"


Nayra lalu mengangguk.


"Kalau begitu, saya juga minta syarat ya Mas," ucap Nayra dengan tiba-tiba.


"Syarat apa?"


Bersambung💖

__ADS_1


__ADS_2