
"Maaf ya Nay, kegiatannya jadi tertunda sebentar tadi. Ayo kita mulai. Kamu siap, Nay?" tanya Rama.
Sebenarnya Rama tidak perlu meminta ijin kepada Nayra, karena tubuh Nayra sudah sepenuhnya milik Rama seorang. Tapi, Rama ingin memberi Nayra keringanan karena sudah melayani Rama semalaman ini.
Seperti yang sudah Author duga sebelumnya. Nayra yang kelelahan tentu saja menggelengkan kepalanya pertanda menolak permintaan Rama.
"Kenapa?" tanya Rama yang sedih dengan penolakan Nayra.
"Kan besok kita pulang Mas. Nayra nanti kecapean, emangnya Mas mau kalau Nayra sakit gara-gara di gempur Mas mulu?" tanya Nayra sambil menjauhkan dada bidang milik Rama.
"Ya enggak mau sih," jawab Rama sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Nah, kalau gitu. Kita udah dulu bikin adeknya ya, Nayra capek," ucap Nayra.
Rama lalu mengangguk, dan kedua pasangan suami istri tersebut akhirnya tertidur. Lebih tepatnya, hanya Nayra yang tertidur.
Sementara itu, Rama sedang mengalami kesulitan untuk tidur karena kecebong putih miliknya belum berhasil keluar di dalam gua sempit milik Nayra.
"Kok aku belum bisa tidur ya, kayak nggak puas kalau belum ngeluarin ini," gumam Rama sambil memainkan jari-jarinya.
Rama lalu menatap Nayra yang kini tengah membelakanginya.
"Pengen masukin tapi takut Nayra kecapean," gumam Rama lagi. "Apa aku masukin pas Nayra lagi tidur gini ya," imbuhnya.
__ADS_1
"Ah, nanti Nayra sakit lagi gara-gara keegoisanku."
Rama lalu memutuskan untuk menutup matanya dalam-dalam agar bisa tidur. Tepat saat Rama menutup matanya. Tiba-tiba saja, Rama terserang rasa kantuk yang luar biasa hebat dan langsung membuatnya tertidur seketika.
Saat suara adzan subuh telah berkumandang, Nayra sudah bangun terlebih dahulu untuk melakukan mandi wajib dan membangunkan Rama.
"Mas, bangun Mas. Udah subuh," ucap Nayra sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rama.
"Em ... masih ngantuk Nay," jawab Rama dengan suara khas orang bangun tidur.
"Ayo bangun Mas, nanti kita telat buat salat subuh lho," ujar Nayra.
"Iya-iya, ini mas mau bangun."
Setelah Rama keluar dari kamar mandi, Nayra telah menyiapkan baju yang akan Rama pakai nantinya.
"Ayo salat Nay," ajak Rama.
"Ayo Mas," jawab Nayra.
Kedua pasangan suami istri tersebut telah melakukan salat subuh bersama. Rama lalu berbalik dan mengulurkan tangannya agar dic*um oleh Nayra.
Nayra lalu menc*um punggung tangan milik Rama, dan Rama juga sudah menc*um kening Nayra.
__ADS_1
"Mas. Nayra boleh tanya nggak?"
"Tanya apa Nay?"
"Dalam doa yang Mas panjatkan hari ini, Mas doa apa?" tanya Nayra.
"Emm ... mas cuma mau punya anak Nay, mas juga pengen di mudahkan dalam membuka hati mas untuk kamu, serta kebahagiaan untuk keluarga kita kedepannya," ujar Rama.
Deg!
Nayra tiba-tiba saja takut, takut kalau dirinya tidak bisa memberikan Rama keturunan.
"Mas, emm ... kalau Nayra nggak bisa memberi Mas keturunan, gimana?" tanya Nayra dengan ragu.
Rama lalu tersenyum lembut kepada Nayra yang saat ini tengah menunduk, Rama juga mengelus kepala Nayra dan membuat Nayra mendangakkan kepalanya.
"Mas?"
"Nay, mas bakal tetep bersama kamu seumur hidup mas. Kalau kamu nanti nggak bisa ngasih keturunan buat mas, mas terima kok Nay. Karena, mas sendiri juga sadar, bahwa tidak ada yang sempurna didunia ini," tutur Rama.
"Mas juga belum bisa melupakan Sisil, Nay. Jadi, apakah Nayra masih mau bersama dengan mas meski mas nggak bisa ngelupain Sisil?"
Bersambung💖
__ADS_1