
"Sudah siap?" tanya bunda Molly.
Rama mengehela napas pelan. "bismillahirrahmanirrahim, Rama siap, Bunda," ucap Rama dengan tegas.
'Duh, kok aku malah jadi gugup gini ya?'
Ucapan dan pikiran Rama memang tidak sejalan, dia berkata siap dengan tegas, namun pikirannya berkata lain.
"Kalau begitu, ayo belangkat!" ucap Alice dengan semangat yang membara.
"Ayo!" mereka berempat lalu masuk kedalam mobil mewah itu, dan segera menuju kekediaman Nayra.
Saat ini, dikediaman Nayra sudah ada pak penghulu, serta beberapa saksi yang dipanggil oleh ayah.
Sebab, pernikahan ini memang hanya dihadiri oleh beberapa orang saja. Kalian juga jangan lupakan Bila yang datang sesuai janjinya.
"Wah, nggak nyangka lo bakalan nikah secepet ini Nay, apalagi sekarang lo cantik banget Nay," ucap Bila dengan terkagum-kagum.
"Makasih Bil. Kalau boleh jujur, saat ini aku deg-deg'an," ucap Nayra dengan jujur.
"Santai Nay, rileks'in aja. Lo tinggal atur pernapasan lo biar santai," ujar Bila.
"Caranya?" tanya Nayra yang tidak mengerti.
"Tarik napas dalam-dalam, dan keluarkan," tutur Bila.
Nayra lalu menuruti apa yang diinstruksikan oleh Bila dengan tepat.
"Gimana? Udah lebih lega kan?" tanya Bila.
"Iya, udah agak lega."
"Syukur deh kalau gitu."
Tidak lama berselang, keluarga Rama datang. Mereka terdiri dari, Rama, Varell, bunda Molly, dan juga Alice.
__ADS_1
"Nay, keluarga nak Rama sudah datang," ujar ibu Sri.
Deg!
Jantung Nayra semakin berdetak kencang melebihi tadi setelah mendengar bahwa keluarga Rama mau sampai.
"Assalamualaikum/accalamualaikum," salam keempat
"Waalaikumsalam," jawab ayah dan ibu Sri.
"Mari masuk," tawar ibu Sri.
Mereka segera masuk kedalam rumah. Saat berada di dalam rumah, mereka sudah ditunggu oleh beberapa orang, termasuk Nayra dan juga Bila.
'Kok aku malah tambah gugup gini sih?'
Rama semakin deg-deg'an saat melihat Nayra yang sudah cantik dengan balutan busana pernikahan mewahnya. Meski pernikahan mereka dilakukan secara sederhana.
Saat Rama dan Nayra sudah duduk berdampingan, disaat itulah, sang ayah mulai mengulurkan tangannya.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nayra Yulianti binti Hendrawan dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi, sah?" tanya penghulu tersebut.
"Sah!" setelah kata 'sah' tersebut diucapkan. Nayra dan Rama sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Bahkan Nayra sampai meneteskan air mata, karena saat ini statusnya sudah menjadi seorang istri dari Rama Dewangga.
"Hiks ... doain Nayra ya Yah, Bu, restui Nayra dalam menjalani ibadah yang panjang ini."
"Pasti Nak," ucap ibu Sri dan ayah sambil menetes air matanya juga.
"Jangan melawan suami kamu ya Nay, hormarti dia seperti kamu menghormati kami. Sekarang Surga kamu ditelapak kaki suami kamu Nayra," tutur ibu Sri sembari memeluk putri semata wayangnya yang kini sudah menjadi seorang istri.
"Pasti Bu, Nayra bakalan membuat Pak Rama jatuh Cinta sama Nayra," ucap Nayra dengan yakin.
__ADS_1
"Ram, tolong jaga Putri saya ya. Bimbing dia kalau dia punya salah, jangan kasar sama Nayra. Dia sekarang sudah jadi istri kamu, Ayah titip Nayra ya, Ram?" tutur ayah.
"Baik Ayah, insyaallah Rama akan membahagiakan Nayra," ucap Rama dengan suara bergetar.
Sekarang kedua pasutri baru itu tengah meminta restu kepada bunda Molly.
"Bunda, Rama mohon, restui kami dalam menjalani ibadah yang sangat panjang ini," ucap Rama sembari meneteskan air matanya.
Bunda Molly lalu mengangguk seraya mengelus pelan kepala Rama dan juga Nayra.
"Pasti, restu Bunda selalu menyertai kalian berdua. Bunda pengen pesen kepada kalian, di masa depan nanti, mungkin kalian akan di hadapkan dengan masalah yang besar maupun kecil. Namun semua itu bisa selesai kalau kalian menghadapinya dengan bersama-sama," tutur bunda Molly panjang lebar.
"Baik Bunda," jawab Rama dan juga Nayra sambil meneteskan air matanya.
"Lihat lah, mereka sudah menikah," ucap Varell kepada Bila.
"Iya, mereka nampak serasi," balas Bila sambil tersenyum manis.
"Kita kapan ya kayak mereka?" tanya Varell.
Bersambung💖
Halo kakak-kakakku sekalian, aku mau rekomendasiin karya kakak aku nih. Mampir kesini ya.
Judul : Ibu Izinkan Aku Bahagia
Napen : Sutihat Basti Wibowo
Ditinggalkan oleh sang Ayah dengan dalih mencari pekerjaan di usianya yang baru 2 tahun, membuat Ananda Shaka yang kini telah berusia 6 tahun memendam kerinduan yang mendalam pada sang Ayah. Setiap hari dalam angan Shaka adalah serba Ayahnya. Keinginan Shaka untuk bertemu sang Ayah menorehkan pilu dalam dada sang Ibu.
Di tengah deruan rasa rindunya pada sang Ayah, tanpa sepengetahannya ternyata sang Ayah telah menceraikan Ibunya lewat sepucuk surat yang dikirimkan melalui sahabat Ayahnya. Kenyataan pahit itu membuat sang Ibu tak berdaya. Di sisi lain sang Ayah berpesan agar Shaka tidak mencari dan menemuinya lagi.
Akankah kerinduan Shaka pada sang Ayah berakhir dengan sebuah pertemuan atau mungkin tidak ???
__ADS_1