Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Masuk Kemana Nih?


__ADS_3

"Kamu tenang saja Nay, sakitnya cuma sebentar kok. Nanti bakalan berubah jadi keenakan tiada tara, saya jamin itu," ujar Rama.


"Mas tau dari mana?" tanya Nayra.


"Tau dong, soalnya pas malam pertama dengan Sisil, dia juga begitu."


"Begitu gimana Mas?"


"Awalnya bilang sakit, tapi lama-lama bilang enak," ujar Rama.


Nayra menyimak pembelajaran dewasa yang di berikan oleh Rama dengan seksama.


"Gimana. Kamu mau coba sekarang?" tanya Rama dengan menunjukkan senyum anehnya.


Glek!


'Duh, kok perasaan gue jadi nggak enak ya.'


"Ee ... nggak usah Mas, Nayra cuma mau tau aja kok," ucap Nayra yang sudah berkeringat dingin.


"Ka-kalau begitu, Nayra mau masuk ke dalam lagi ya Mas," ujar Nayra.


"Masuk kemana nih?" goda Rama.


"Ma-masuk kerumah lah Mas," ucap Nayra yang langsung berlari meninggalkan Rama.


Rama hanya bisa mengulum senyum setelah melihat kelakuan lucu istri kecilnya tersebut.


"Lucu," gumam Rama.


Setelah tersenyum karena melihat kelakuan lucu dari Nayra. Rama kembali melanjutkan aktifitasnya tadi yang sempat tertunda.


Sementara Nayra. Dia sedang berjalan menuju kamar Alice sembari memikirkan kembali kejadian yang tadi dia alami.


"Duh, apa bener ya, yang tadi di bilang sama Mas Rama. Kalau awalnya sakit, abis itu jadi enak," gumam Nayra sambil berjalan menuju kamar Alice.


Nayra yang sudah sampai di kamar Alice. Melihat kalau Alice tengah bermain bersama para pembantu dengan riangnya.


Nayra lalu mengetuk pelan pintu kamar Alice, dan berhasil membuat Alice menengok kearah Nayra.


"Mami!" teriak Alice saat melihat Nayra.

__ADS_1


Nayra lalu tersenyum manis kearah Alice. Senyuman yang membuat para pembantu kagum akan keindahannya tersebut.


'Indah.'


Para pembantu tersebut memikirkan hal yang sama tentang senyuman yang di berikan oleh Nayra.


Senyuman yang manis, indah, serta pandangan mata yang sangat teduh, dan bisa membuat setiap orang terpana melihat senyuman dari Nayra.


"Mami abic kemana aja?" tanya Alice sambil merentangkan tangannya agar di gendong oleh Nayra.


Nayra lalu menggendong Alice sembari menjelaskan alasannya pergi tadi.


"Tadi kan, mami udah bilang, kalau mami mau ketemu sama daddy. Alice lupa ya?" tanya Nayra.


Alice lalu menggaruk kepalanya sendiri sembari berpikir keras.


"Oh iya, Alice lupa Mi, hehe," ucap Alice sambil tersenyum manis.


"Makasih ya Kak, Mbok. Karena sudah menjaga Alice selama saya pergi tadi," ujar Nayra dengan tulus.


"Sama-sama Nyonya," ucap para pembantu tersebut dengan serentak.


"Silahkan Mbok. Sekali lagi, Nayra berterima kasih kepada kalian semua karena sudah mau menjaga Alice," ucap Nayra.


Para pembantu tersebut tersenyum haru karena nyonya baru mereka benar-benar baik bak Malaikat.


"Sama-sama Nyonya."


Setelah mengatakan kata tersebut, para pembantu tadi segera keluar dari kamar Alice, dan melanjutkan tugas mereka yang tadi sempat tertunda karena tengah menjaga Alice.


"Mami, tadi Mami bahac apa aja cama daddy. Kok lama banget cih?" tanya Alice.


"Mami cuma ngobrol biasa sama daddy doang kok, Alice," ucap Nayra.


"Alice kok jadi culiga cama Mami ya," ucap Alice sambil menyipitkan matanya.


Glek!


"Cu-curiga kenapa Alice?" tanya Nayra dengan terbata-bata.


"Alice culiga kalau Mami cama daddy lagi ...."

__ADS_1


"Lagi apa Alice?" tanya Nayra.


"Lagi bahac soal ecklim kan?" celetuk Alice dengan polosnya.


Nayra lalu menghembuskan napas lega karena Alice tidak mengetahui yang sebenarnya.


"Nah, iya eskrim. Alice mau eskrim nggak?" tanya Nayra.


Mata Alice langsung berbinar setelah mendengar ucapan dari Nayra.


"Mau Mami!" teriak Alice dengan sangat keras.


"Kalau begitu, ayo jalan," ucap Nayra.


"Ayo."


Setelah mereka keluar dari kamar, ada suara yang menghentikan langkah mereka.


"Mau kemana?"


Bersambung💖


Mau kemana hayo?😂sebelumnya Author minta maaf karena nggak up 2 hari. Soalnya, kuota Author habis😂🙏Nanti insyaallah, Author mau up 2 bab, support terus ya💖


Author sekalian mau promosiin karya kakak author nih, dijamin bagus💖


Author: Imamah Nur


Judul Kayra: Takdir Gadis Si Buruk Rupa


Rindu Maharani harus menerima kenyataan pahit saat terbangun dari koma, akibat kecelakaan yang menimpa diri dan keluarganya.


Tidak hanya kehilangan kedua orang tua, tetapi ia juga dihadapkan dengan kenyataan bahwa kini wajahnya menjadi buruk rupa.


Bukan hanya wajah tetapi pekerjaan yang sebagai pencabut bulu itik dan ayam menjadi sorotan dan hinaan di sekolah.


Cobaan demi cobaan senantiasa menemani perjalanan hidupnya. Namun, Rindu tidak patah semangat. Dia menjadikan hinaan dan cercaan sebagai semangat untuk bangkit dan berkembang.


Mampukah ia mengubah takdirnya?


__ADS_1


__ADS_2