
"Ah, atau gini aja. Kamu mau nggak, ibu jodohin sama Nak Varell?" usul ibu Bila.
Setelah mendengar hal itu, sontak membuat mata Bila dan juga Varell melotot dengan perasaan kaget.
"Apa?" pekik kedua orang itu bersama.
"Iya, kalian itu cocok kalau menjadi pasangan suami istri," celetuk ibu Bila.
'Duh, kok bisa-bisanya sih, Ibu ngomong hal ini.'
Bila merasa malu dengan pipi yang memerah setelah ibu Bila mengatakan hal itu.
'Kok jantungku malah deg-deg'an gini sih.'
Varell memegang jantungnya sendiri dengan perasaan tidak karuan.
"I-Ibu ngomong apasih," ucap Bila dengan pipi yang memerah sempurna.
"Kenapa, kalian kan cocok. Nak Varell udah punya istri atau pacar belum?" tanya ibu Bila.
"B-belum punya istri ataupun pacar, Tante," ucap Varell dengan gugup.
"Tuh, Nak Varell aja belum punya istri ataupun pacar, jadi masih aman Bila," tutur ibu Bila.
"Masa baru ketemu udah jadi suami aku sih, Bu? Entar aku malah dikira cewek nggak bener lagi," ucap Bila yang mengingat bahwa tetangga mereka itu sedikit ....
"Kamu bukan cewek yang nggak bener kok, Bil," ucap Varell dengan spontan.
"Khem-khem ... Ibu masuk kedalam dulu ya, kalian lanjut aja ngobrolnya," ucap ibu Bila yang langsung bergegas masuk kedalam kamar.
Keadaan antara Bila dan juga Varell sedikit hening, tidak ada suara maupun percakapan di antara mereka.
"Ee ... maafin ibu aku ya Kak, dia emang suka gitu," ucap Bila sambil tersenyum kikuk.
"Eh, e-enggak papa kok, a-aku paham kok." kedua orang itu justru malah salah tingkah.
"Ee ... karena ini sudah malam, aku pulang dulu ya," ujar Varell.
__ADS_1
"Eh, i-iya Kak, selamat malam."
"Assalamualaikum," salam Varell.
"Waalaikumsalam," jawab Bila.
Setelah kedua orang itu berpisah, tiba-tiba ada desiran aneh yang terjadi di antara mereka.
"Cantik," gumam Varell saat di dalam mobil.
"Ganteng," gumam Bila sambil tersenyum.
...........
"Assalamualaikum," salam Varell saat memasuki rumah bunda Molly.
"Waalaikumsalam, tumben lama? Tadi katanya udah berangkat dari pagi," tanya bunda Molly dengan bingung.
"Ee ... itu Bunda, tadi Varell habis ...." Varell lalu menceritakan semua yang tadi di alaminya.
"Sut ... Alice lagi bobo Bun, Bunda kalau ngomong jangan kenceng-kenceng dong," ucap Rama sembari turun dari tangga.
"Ups, maaf Ram, Bunda nggak tau," ucap bunda Molly sambil tersenyum.
Rama hanya menggelengkan kepalanya. "Emang ada apa sih Bun, sampai Bunda harus berteriak kenceng banget kaya tadi?" tanya Rama.
"Ini, tadi kata Varell. Bila mau dip*rkos* sama beberapa begal, Ram," ucap bunda Molly dengan nada yang jelas.
"Apa?" pekik Rama dengan suara keras.
"Sut ... Alice lagi bobo Ram," tutur bunda Molly sambil mengulangi perkataan Rama tadi.
Varell hanya bisa tertawa melihat kelakuan anak dan ibu tersebut.
"Emang bener ya Bang, kalau tadi Bila mau di ee ...." Rama tidak mau melanjutkan perkataannya barusan.
"Iya Dek, tadi Abang ketemu sama sahabat calon istrimu besok dijalan waktu mau kesini. Dia lagi mau dip*rk*s* sama beberapa begal, untung aja Abang dateng buat gagalin kelakuan bej*t mereka," ujar Varell.
__ADS_1
"Abang udah laporin mereka kekantor polisi kan?" tanya Rama.
"Udah dong. Eh, ngomong-ngomong gimana calon istrimu besok, cantik nggak?" tanya Varell.
Rama terdiam sejenak sembari berpikir dengan jawaban yang akan dia berikan kepada Varell.
"Dia biasa aja sih," ucap Rama yang entah jujur atau tidak.
Varell dan bunda Molly langsung saling pandanhg. "Masa sih Ram? Kata Bunda, calon istrimu itu cantik," ucap Varell.
"Memang cantik kok, tau tuh si Rama. Dia aneh," celetuk bunda Molly yang langsung membuat Rama melotot.
"Bunda kok bisa-bisanya sih, bilang anak sendiri itu aneh," ucap Rama dengan kesal.
"Ya aneh lah, orang Nayra aja cantik kok kamunya bilang dia biasa aja, dasar tua bangka," cibir bunda Molly pada Rama.
"Oh, jadi namanya Nayra ya?" tanya Varell.
"Iya Rell."
"Nama yang cantik," puji Varell.
Entah sebab apa, saat mendengar Varell memuji Nayra, hati Rama tiba-tiba saja menjadi panas.
Bersambung💖
Halo semua, aku mau rekomendasiin Karya temenku nih🤗😍
Judul : Dendam
Karya : nazwa talita
Setelah disiksa, dikhianati, dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan tak bernyawa, Gendis bertekad mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.
Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu?
__ADS_1