Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Apa Itu Cinta


__ADS_3

"Aku Cinta kamu, Bila!" teriak Varell saat Bila hendak membuka pintu.


Empat kata yang membuat dunia Bila terasa berhenti seketika. Bila berbalik dan menatap Varell dengan perasaan yang sudah tidak karuan.


Varell menatap Bila. Ada desiran aneh di hatinya setelah menyatakan Cintanya tadi. Entah kenapa, hati Varell terasa lebih lega setelah mengatakan hal tersebut.


"A-apa Kak?" tanya Bila yang masih tidak percaya.


Varell dengan pipi yang memerah pun, lantas berkata. "Iya Bil, aku Cinta kamu," ucap Varell sembari menunjukkan senyumannya.


"Ta-tapi Kak ...," ucap Bila yang terpotong oleh Varell.


"Aku mohon Bil, bantu aku agar aku mengerti tentang perasaanku ini," ujar Varell.


Bila hanya bisa tertunduk saja tanpa mau memberikan jawaban apapun. Varell lalu menggenggam kedua tangan Bila hingga membuat Bila menatap wajah Varell yang lebih tinggi darinya.


"Aku mohon Bil. Aku ingin mengerti apa itu Cinta dari kamu Bil. Jadi tolong, ajarkan aku apa artinya Cinta."


Dengan begini, Bila tidak bisa menolak permintaan Varell lagi. Bila lalu menggenggam balik tangan Varell dan berkata. "Baik Kak, aku setuju," jawab Bila.


Tanpa aba-aba, Varell langsung memeluk erat Bila sembari menangis haru. Bila juga membalas pelukan dari Varell hingga ikut mengeluarkan air matanya juga.


'Ya Allah, semoga saja ini akan menjadi awal yang baik.'


Bila memohon kepada sang pencipta agar hubungannya dengan Varell adalah jalan yang terbaik.


'Ya Allah, berikanlah hamba kemudahan untuk mengerti apa itu Cinta bersama dengan Bila ya Allah.'


Begitu pula dengan Varell, dia juga meminta kepada Tuhan-nya agar di berikan kemudahan dalam belajar apa itu Cinta bersama dengan Bila.


Varell dan Bila lalu saling menatap. Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, tiba-tiba saja bibir Varell sudah menempel di bibir milik Bila.

__ADS_1


"Em ... Kak."


Bila berontak saat Varell mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut Bila.


Saat Varell dan Bila tengah berc*uman, mereka berdua terkejut saat sekertarisnya Rama masuk ke dalam ruangan mereka.


"Eh, ee ... maaf ya Pak," ucap sekertaris tersebut sembari tersenyum kikuk.


"Ti-tidak apa-apa kok," jawab Varell dengan pipi yang memerah.


Bila juga menutupi wajahnya yang memerah karena ketahuan berc*uman dengan Varell.


"Saya cuma minta Bapak buat cek dokumen ini. Sekali lagi, saya minta maaf ya Pak," ucap sekertaris tersebut sembari memberikan dokumen yang dia bawa.


"Iya. Sekarang, kamu boleh pergi," ucap Varell sembari membolak-balik dokumen yang dia pegang.


"Baik Pak. Kalau begitu, saya permisi dulu ya," salam sekertaris tadi.


Varell dan Bila hanya memberi anggukannya saja. Dengan cepat, sekertaris tadi pergi meninggalkan ruangan Varell serta Bila.


"Em ... iya nih Bil, Kakak malu," ucap Varell sembari menggaruk tengkuknya.


Setelah itu, hening. Tidak ada lagi percakapan di antara keduanya. Varell sibuk dengan dokumen yang tadi di berikan oleh sekertarisnya, Bila juga sedang bermain handphone sembari tidur di sofa.


Kembali ke Rama dan juga Nayra. Rama terbangunkan saat merasa bahwa Nayra tidak ada di sampingnya.


"Lho, Nayra kemana?" tanya Rama dengan suara khas orang bangun tidur.


Rama lalu mendengar suara gemercik air dari kamar mandi. Kemudian, Rama melihat jam di handphonennya yang menunjukkan waktu 22:30 WIB.


"Nayra ngapain mandi jam segini?" tanya Rama.

__ADS_1


Rama lalu bangun dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati kamar mandi.


"Nay," panggil Rama tepat di depan kamar mandi tersebut.


"Iya Mas?"


"Kamu mau ngapain mandi jam segini?"


"Mau ngaji bentar Mas. Mas mau ikut?" tanya Nayra.


"Oalah, mau Nay. Saya masuk ya," ucap Rama.


Saat pintu terbuka, Rama di perlihatkan sosok Bidadari tidak bersayap muncul di hadapannya, dengan dua buah d*da yang tampak menonjol tapi bukan bakat.


"Eh-eh, Mas mau ngapain?" tanya Nayra yang sudah panik.


"Mau mandi bareng lah," jawab Rama dengan entengnya.


Nayra berusaha menutupi bagian d*danya serta alat kel*minnya agar tidak di lihat oleh Rama.


"Kenapa harus di tutupi?" tanya Rama


"Sa-saya malu Mas," jawab Nayra.


"Kenapa harus malu? Kan saya sudah melihat semua lekuk tubuh kamu Nay," ucap Rama.


Rama lalu berjalan mendekati Nayra sembari tersenyum aneh dan berhasil membuat Nayra merinding.


"Ma-Mas, Nayra kesini mau mandi wajib lho, Mas jangan aneh-aneh ya."


Rama lalu memeluk Nayra dan membuat tubuh Rama yang hanya memakai ****** *****, basah karena air.

__ADS_1


"Kamu mau lagi, Nay?"


Bersambung💖


__ADS_2