
"Assalamualaikum Alice," salam Bila.
"Waalaikumsalam Kak Bila," jawab Alice.
"Alice lagi ngapain nih?" tanya Bila.
"Lagi main cama Mami, Kak," jawab Alice.
"Oh ... lagi main ya. Alice, Alice mau nggak Kakak ajak ke suatu tempat."
"Kemana itu Kak?" tanya Alice.
"Kita ke kantornya Daddy Alice bareng om Varell mau nggak?" tanya Bila.
"Mau Kak!" teriak Alice dengan semangat.
"Sip, nggak papa kan Nay?" tanya Bila.
"Yang ngajak kak Varell kan?" tanya Nayra.
"Iya hehe."
"Yaudah deh, nggak papa. Dari pada Alice sendirian nggak ada temen, mending bareng kalian aja," ujar Nayra.
"Oke lah kalau gitu. Alice, teleponnya kasih ke Mami kamu ya, kakak mau ngobrol bentar sama dia," ucap Bila.
"Oke Kak." Alice langsung menyerahkan handphone milik Nayra.
"Halo Bil, kamu mau ngomong apa?"
"Lo katanya mau bulan madu sama pak Rama ya Nay?" tanya Bila yang ingin tahu.
"Iya nih, emang kenapa?"
Alice tidak menyimak percakapan antara kedua orang dewasa tersebut, dan lebih memilih memainkan mainannya.
"Gue cuma mau bilang, ati-ati ya," ucap Bila.
"Lho, kok ati-ati. Memangnya ati-ati kenapa Bil?" tanya Nayra.
"Kamu belum tau ya Nay?"
"Belum tau apa Bila?" tanya Nayra yang sudah kesal dengan sahabatnya ini.
"Kata orang-orang. Cacing milik duda itu sangat besar lho Nay, apalagi kan, dia udah lama nggak berhubungan ama wanita," ucap Bila untuk menakut-nakuti Nayra.
__ADS_1
"E-emang iya, ya Bil?"
"Iya Nay. Pokoknya, kamu siap-siap aja nanti malem ya, tapi kamu nggak usah terlalu takut gitu Nay. Kata orang juga, cacing milik duda itu sangat enak lho," ujar Bila.
"Enak gimana?"
"Memuaskan Nay, bisa bikin kita para wanita serasa terbang ke surga."
'Emang bener ya, apa yang Bila omongin barusan. Cacing milik duda bisa bikin kita terbang ke surga.'
"Yaudah Nay, gue mau beres-beres rumah dulu, assalamualaikum," salam Bila.
"Eh iya Bil, waalaikumsalam," jawab Nayra.
'Duh, kok aku jadi kepikiran sama omongannya Bila ya.'
Nayra sekarang jadi tidak tenang setelah mendengar ucapan Bila tadi. Dia takut, kalau berhubungan intim bersama suaminya tersebut akan terasa sangat sakit.
'Apa aku tanya mas Rama aja ya? Iya, aku harus tanya mas Rama agar hatiku jadi tenang.'
"Alice, mami tinggal sebentar ya. Mami mau ketemu sama Daddy kamu dulu," ucap Nayra.
Alice lu tersenyum sembari mengangguk kepada Nayra, dan Nayra langsung segera meninggalkan kamar Alice.
Tentu saja Nayra tidak tega meninggalkan Alice sendirian di dalam kamarnya. Maka dari itu, Nayra menyuruh beberapa pembantu untuk menjaga Alice sebentar.
"Eh, iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mbok Darmi yang tengah menyapu di sekitar kamar Alice.
"Mbok, saya minta tolong. Tolong jaga Alice sebentar ya Mbok. Saya mau menemui mas Rama dulu," ucap Nayra.
"Oh baik Nyonya, saya ajak para pembantu yang ada di sini boleh kan Nyonya?" tanya Mbok Darmi.
"Boleh kok Mbok, boleh banget. Kalau begitu saya percayakan Alice kepada Mbok Darmi sama kakak-kakak yang ada di sini sebentar ya."
"Baik Nyonya."
"Saya permisi dulu Mbok, assalamualaikum," salam Nayra.
"Waalaikumsalam," jawab Mbok Darmi.
Nayra langsung segera meninggalkan Mbok Darmi yang masih memegang sapu miliknya.
'Nyonya Nayra ini, udah baik, manis, dan menghormati orang yang lebih tua. Padahal usianya masih sangat muda, tuan Rama memang beruntung bisa mendapatkan istri seperti nyonya Nayra.'
Mbok Darmi segera memanggil beberapa pembantu yang sudah menyelesaikan tugasnya untuk bermain bersama Alice.
__ADS_1
.........
"Mas Ram," panggil Nayra saat melihat Rama yang tengah berolahraga.
"Iya Nay, ada apa?" tanya Rama.
Deg!
Nayra terpesona saat melihat penampilan Rama saat ini yang terlihat sangat keren.
Keringat yang menetes di sela-sela baju tipisnya, membuat gairah para wanita bangkit seketika.
"Nay?" panggil Rama.
"Eh, iya Mas? Ada apa?" tanya Nayra.
"Lho kok kamu malah nanya ke saya sih? Harusnya tuh, saya yang nanya kamu. Ada apa Nayra?"
"Iya juga ya. Maaf Mas, tadi Nayra kelupaan," ucap Nayra sambil menunduk.
Rama bingung, kenapa Nayra malah menunduk kebawah dan bukan menatap dirinya.
"Kamu kok nunduk sih Nay, muka saya itu ada di sini lho," ucap Rama.
Nayra yang panik langsung melihat kearah Rama. Rama cukup terkejut saat melihat bahwa pipi Nayra memerah.
"Kamu nggak papa kan Nay?" tanya Rama sambil menyentuh jidat dari Nayra.
"I-iya Mas, Na-Nayra nggak papa kok."
Rama sekarang mengerti, kenapa pipi Nayra memerah. Inilah kesempatan Rama untuk mengerjai Nayra.
Rama tanpa aba-aba langsung mendorong tubuh Nayra kearahnya, dan memeluk erat Nayra.
"Ma-Ma-Mas?" Nayra benar-benar panik saat mendapatkan serangan mendadak dari Rama. Lalu tiba-tiba ....
Cup!
Bersambung💖
Judul : Ranjang Tuan Lumpuh
Author : Kay_21
Rate : 22++
__ADS_1
Demi dendam, demi meluapkan segala amarah dan rasa sakitnya. Aishe, gadis yang tidak mengenal fashion, rela melakukan apapun demi balas dendamnya. Mengirim tunangan yang sudah membunuhnya merasakan neraka tingkat ke-7.
Novel dari karangan Kay_21 dengan judul Ranjang Tuan Lumpuh, akan menghadirkan kisah seru yang tidak dapat ditebak kelanjutannya.