Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Aku Kenapa Ya?


__ADS_3

"Kita mau kemana kak?"


"Kita mau ke mana ya? Kakak juga bingung Bil," jawab Varell sembari tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Lho. Trus kakak kok ngajak aku keluar?" tanya Bila kesal.


"Ya mau gimana lagi Bik. Kakak bosen banget di rumah, sepi. Nggak ada siapa-siapa, jadinya kakak kerumah kamu deh," ujar Varell.


"Yaudah lah. Udah terlanjur keluar juga. Trus jadinya kita kemana dong? Masa udah keluar rumah tapi nggak kemana-kemana sih?"


"Emm ... Enaknya kemana ya pagi-pagi gini?"


Kedua muda-mudi tersebut sedang bingung akan pergi kemana setelah ini. Kita kembali dengan Rama dan Nayra yang sudah bangun dari tidurnya dan tengah makan bersama di ruang makan.


"Menurut Alice masakan bunda enak nggak?" tanya Nayra yang penasaran dengan jawaban anak sambungnya tersebut.


"Enak bun. Alice cuka macakan bunda," jawab Alice jujur.


Nayra sangat gemas dengan anak sambungnya itu. Bagaimana tidak, wajah cantik nan imut membuat Nayra sangat gemas terhadap Alice.


"Syukurlah kalau begitu. Trus, menurut kamu mas?" tanya Nayra sembari menatap Rama.


Rama yang tengah makan langsung menoleh kearah Nayra. "Enak kok Nay, pakai banget malah."


Setelah itu hanya dentingan suara sendok dan garpu yang terdengar disana. Hingga mereka selesai makan.


"Oh iya, Senin depan aku boleh sekolah lagi nggak?" tanya Nayra yang telah menghabiskan makanannya.


"Boleh kok. Kamu tetep boleh sekolah Nay, mas nggak akan melarang kamu," ujar Rama.


"Yeey, makasih mas," ucap Nayra sembari menci.um pipi Rama.


Entah Nayra sadar atau tidak dengan yang dia lakukan barusan, tapi hal tersebut mampu membuat pipi Rama bersemu merah.

__ADS_1


"Eh. Ma-maaf mas. Na-Nayra nggak sengaja," ucap Nayra gugup dengan pipi yang memerah juga.


"I-iya Nay. Ma-mas nggak marah kok. Ka-kamu te-tenang aja," ucap Rama dengan gugup juga.


"Ya-yaudah mas, Nayra mau nyuci piring dulu."


Saat Nayra hendak pergi membawa piring, tiba-tiba saja tangannya di genggam oleh seseorang yang tidak lain adalah Alice.


"Kenapa Alice?" tanya Nayra dengan lembut.


"Alice mau bunda nemenin alice main. Ya bun?" ajak Alice yang masih menggenggam erat tangan Nayra.


"Tapi kan bunda harus nyuci piring Alice," ujar Nayra dengan lembut.


"Suruh pembantu aja Nay, kamu temenin Alice main gih. Kasian Alice, dia kayaknya pengen banget main sama kamu tuh," ucap Rama yang tengah menatap layar handphonennya.


"Oke lah. Ayo Alice, kita main," ajak Nayra.


"Yeey! Ayo bun," jawab Alice dengan semangat yang membara.


Rama mengingat-ingat momen tadi sembari mengelus pipinya. "Aku kenapa ya?"


Entahlah, Rama bingung dengan yang dirasakannya saat ini. Apakah dia sudah mulai Cinta dengan Nayra? Rama sendiri juga tidak tahu dengan apa yang sedang dirasakannya sekarang ini.


"Hah ... Ya Allah, kenapa rasanya susah banget buat ngertiin perasaan sendiri ya Allah."


Rama menunduk sembari menutup matanya karena lelah dan bingung dengan apa yang tengah dia rasakan.


Kita kembali ke Bila dan Varell yang belum memutuskan akan pergi kemana.


"Kita mau kemana kakak?" tanya Bila yang sudah mulai jengah dengan keadaan mereka saat ini.


"Bingung juga Bil," jawab Varell dengan senyumah khasnya.

__ADS_1


Bila menghelas napas panjang karena saat ini dia juga tidak tahu akan kemana dengan pria yang di Cintai-nyaini. Tunggu, Cinta?


"Emm ... Mendingan, kita ke Jarot Cafe aja gimana?" usul Varell.


'Hah? Jarot Cafe. Tempat mana lagi itu? Baru denger aku ada tempat yang namanya aneh gitu.'


Bila berpikir, kok bisa ada Cafe yang namanya aneh gitu. Lucu juga, membuat Bila penasaran akan tempat tersebut.


"Yaudah kak, kita kesana yuk."


"Ayok."


"Tapi emang bener ada tempat yang namanya lucu gitu kak?" tanya Bila yang benar-benar penasaran dengan Cafe tersebut.


"Ada Bila. Itu Cafe milik temen aku Bil. Tempat adem, rame juga disana. Nanti kamu bakal suka deh disana waktu aku tunjukin dimana tempatnya," ujar Varell panjang lebar saat menjelaskan kehebatan Cafe milik temannya tersebut.


Bila sangat tidak sabar untuk melihat Cafe itu, dan tiba lah mereka di Cafe yang sudah penuh orang.


"Wah ... Jadi ini Cafenya ya kak? Keren banget. Simple tapi nyaman buat banyak orang," puji Bila saat sudah melihat Cafe yang sedari tadi di bangga-banggakan Varell.


"Iyakan? Udah kakak bilang, pasti kamu bakal suka sama tempat ini."


"Hei bro," sapa pemilik Cafe.


"Yo bro. Cafe lu makin rame aja," puji Varell.


"Yoi. Kabar lu gimana bro, baik kan?" tanya Jarot sang pemilik Cafe.


"Iya bro, aku baik banget kok. Kabar lu sendiri gimana?" tanya Varell.


"Baik juga kok bro. Eh btw, dia siapa? Pacar lo ya?" tanya Jarot sembari melihat Bila.


"Namanya Bila, dan dia itu adalah ...."

__ADS_1


Bersambung..


Halo guys. Maaf udah lama nggak up hehe. Jarang dapet ide soalnya, sekali lagi saya minta maaf ya. Jangan lupa klik like trus giftnya jangan lupa ya😘


__ADS_2