Mengejar Cinta Guru Tampan

Mengejar Cinta Guru Tampan
Setuju


__ADS_3

"Jadi Nayra, bagaimana keputusan kamu?" tanya ayah.


'Duh, Nayra bakalan jawab apa ya?'


Rama jadi gugup sendiri dengan jawaban yang akan dilontarkan Nayra.


"S-saya ...." Nayra menjeda ucapannya sebentar seraya menarik napas dalam-dalam. "Bismillahirrahmanirrahim, Nayra terima perjodohan ini," ucap Nayra dengan yakin.


"Alhamdulillah!" ucap semua orang dengan senang, kecuali Rama.


'Perjodohannya diterima Nayra dengan mudah? Jadi bener apa yang Bunda bilang, Nayra itu suka sama aku.'


"Gimana Ram?" tanya bunda Molly.


Rama sedari tadi melamun tanpa memperhatikan ucapan tentang perjodohan yang ada didepan matanya.


"Hah? Apa Bunda?" tanya Rama yang tidak mengerti.


"Kamu ini udah Bunda bilangin, jangan banyak melamun," tutur bunda Molly.


"Maaf Bunda, maaf ya semuanya," ucap Rama.


"Iya Nak Rama, kami maafkan kok. Jadi gimana Bu?" tanya ibu Sri.


"Karena Nayra masih sekolah, bagaimana kalau pernikahan ini kita lakukan secara sederhana dulu. Nanti kalau Nayra udah lulus kita bikin yang lebih mewah. Gimana?" ujar bunda Molly.


"Sebaiknya begitu saja dulu Bu, yang kita undang hanya kerabat terdekat kita saja," ucap ibu Sri.


"Bagaimana Nay?" tanya ibu Sri.


"Nayra nurut aja Bu," ucap Nayra.


"Yeey, Kak Nayla mau jadi mama balu aku," ucap Alice dengan senang.


"Alice senang kan?" tanya bunda Molly.


"Ceneng banget Glandma," ujar Alice.


"Jadi kapan, pernikahan kalian akan berlangsung?" tanya ayah.


"Bagaimana kalau minggu depan saja," celetuk bunda Molly.


"Apa?" Rama yang dari tadi diam, sekarang malah berteriak dengan tiba-tiba setelah mendengar ucapan dari sang bunda.

__ADS_1


"Rama, jaga sikap kamu," ucap bunda Molly dengn tegas.


"Daddy, kenapa Daddy belteliak ... hiks, Alice takut, Daddy," ucap Alice di sela-sela tangisnya.


Gadis kecil itu terperanjat sembari memegang dadanya. Air matanya tiba-tiba luruh perlahan hingga menjadi isakan kecil. Ia tidak menyangka jika sang daddy bisa membentaknya. Ia meringkuk ketakutan, melihat perubahan dalam diri sang daddy, dan semakin sesegukan.


"Alice, jangan takut ya Sayang. Cup, cup, cup. Alice kan Anak yang kuat, jadi jangan takut sama Daddy ya," tutur Nayra dengan lembut.


Nayra lalu menggendong Alice dan me-nina bobo'kan Alice.


"Nina Bobo, oh Nina bobo ....


Kalau tidak bobo, digigit nyamuk."


Nayra bernyanyi dengan suara merdu dan halus. Bahkan, Alice yang semula menangis kini sudah tertidur dengan nyenyaknya.


Ayah, ibu Sri, bunda Molly, dan Rama yang mendengar suara Nayra, ikut terpana. Bahkan mulut bunda Molly sampai menganga karena mendengar suara Nayra.


"Aku mau bawa Alice ke kamar dulu ya. Kalian lanjut'in aja obrolannya," ujar Nayra dengan pelan.


"Iya Nay, ati-ati ya," ucap ibu Sri.


"Iya Bu, Nayra pamit dulu ya," ucap Nayra dan segera menuju keatas.


"Jadi bagaimana?" tanya ayah.


"Ibu setuju, Yah."


"Saya juga setuju, dan Rama. Bagaimana dengan kamu?" tanya bunda Molly dengan penuh peringatan.


Rama menghela napas sebentar. "Baiklah, saya setuju kalau pernikahan saya dan Nayra akan dilangsungkan minggu depan," ucap Rama yang sudah pasrah.


"Pernikahannya jadi minggu depan ya Bu?" tanya Nayra yang baru tiba setelah mengantar Alice ke kamar.


"Iya Nay, bagaimana. Kamu setuju kan?" tanya ibu Sri.


"Nayra setuju Bu," ucap Nayra dengan mudahnya.


'Kok Nayra bisa sih, mengucapkan kata setuju dengan mudahnya.'


"Bagus, kalau begitu sudah diputuskan kalau pernikahan kalian akan berlangsung minggu depan," ucap ayah dengan gembira.


"Kalau begitu, akan kami persiapkan segala sesuatu yang harus diurus. Nah mending Rama sama Nayra jalan bareng dulu aja, biar kalian itu semakin dekat," ujar bunda Molly.

__ADS_1


"Ide bagus," ucap ibu Sri.


"Rama, kamu ajak Nayra jalan sana. Biar kalian semakin dekat," ucap bunda Molly.


"Ayo Nay," ucap Rama dengan dingin.


Nayra lalu mengangguk. "Kami berdua pergi dulu ya. Assalamualaikum," salam Nayra dan juga Rama.


"Waalaikumsalam," jawab ayah, ibu sri, dan juga bunda Molly.


Saat dimobil, Rama menanyakan alasan kenapa Nayra bisa menerima perjodohan ini dengan mudah.


"Nayra, saya mau bertanya sama kamu," ucap Rama dengan dingin.


"S-silahkan Pak," jawab Nayra.


Nayra sebenarnya tidak takut dengan Rama, melainkan gugup karen dekat dengan orang yang dia Cintai, bahkan jantung Nayra sampai berdegup kecang.


"Kamu kenapa bisa menerima perjodohan ini dengan mudah? Kamu kan masih kecil, apalagi kamu adalah murid saya."


"Karena saya menCintai Pak Rama," ucap Nayra dengan lantang dan tegas.


"Cinta? Anak kecil kayak kamu tau apa tentang Cinta?" tanya Rama dengan remeh kepada Nayra.


"Saya tau Pak," ucap Nayra.


"Coba, kamu tau apa soal Cinta?"


"Saya suka gugup kalau didekat Bapak."


"Emang iya?" tanya Rama.


"I-iya Pak, jantung Nayra berdegup kencang saat ini," ucap Nayra yang sudah deg-deg'an parah saat Rama memajukan tubuhnya.


Rama lalu terdiam sambil menatap Nayra dalam-dalam dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Kamu cantik Nay," ucap Rama di depan wajahnya.


Rama lalu memajukan wajahnya ke wajah Nayra, lalu ....


Cup!


Bersambung💖

__ADS_1


__ADS_2